Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:58 WIB
Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menilai kerja sama Indonesia dan India dalam program konservasi serta restorasi Candi Prambanan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional. Foto ist.
baca 10 detik
  • Indonesia-India restorasi 224 candi perwara Prambanan.
  • InJourney bidik lonjakan wisatawan India dan quality tourism.
  • Prambanan diharapkan dorong UMKM, ekonomi kreatif, dan lapangan kerja.

Suara.com - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menilai kerja sama Indonesia dan India dalam program konservasi serta restorasi Candi Prambanan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi ke Kompleks Candi Prambanan pada Rabu (8/7). Momen itu menjadi simbol dimulainya komitmen jangka panjang kedua negara dalam menjaga salah satu situs warisan budaya dunia UNESCO.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan Candi Prambanan mencerminkan warisan budaya bersama yang telah menghubungkan India dan Indonesia selama lebih dari seribu tahun.

"Warisan budaya bangsa ini mengingatkan kita pada keharuman warisan budaya yang kita miliki di India. Warisan budaya inilah yang menyatukan kedua negara kita. Selama lebih dari 1.200 tahun, masyarakat negeri ini telah melestarikan warisan budaya ini dengan komitmen, ketekunan, dan pengabdian," ujar Modi.

Program konservasi akan mencakup restorasi 224 candi perwara di kompleks Prambanan melalui pendekatan ilmiah, mulai dari penelitian arkeologi, dokumentasi digital, rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas konservator Indonesia dan India.

Sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata sekaligus induk InJourney Destination Management (IDM), pengelola kawasan Candi Prambanan, InJourney memandang proyek tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia.

Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan kolaborasi tersebut akan memberikan nilai tambah bagi industri pariwisata nasional, terutama dalam menarik wisatawan asal India yang jumlah penduduknya mencapai sekitar 1,4 miliar jiwa.

"Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia yang mampu mengelola warisan budaya secara berkelanjutan melalui kemitraan internasional. Kami optimistis kolaborasi ini akan meningkatkan daya tarik Indonesia, khususnya di pasar India, sekaligus mendorong pertumbuhan inbound tourism berkualitas," kata Maya.

Menurutnya, manfaat kerja sama itu tidak berhenti pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelaku UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata.

baca juga

Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) Esti Nurjadin menegaskan seluruh proses konservasi akan tetap mengedepankan standar UNESCO dengan menjaga keaslian dan keutuhan bangunan bersejarah.

"Seluruh pekerjaan akan mengedepankan keaslian, keutuhan, dan pendekatan ilmiah. Keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari jumlah perwara yang dikonservasi, tetapi juga peningkatan kapasitas konservator Indonesia serta berkembangnya praktik konservasi berbasis ilmu pengetahuan," ujar Esti.

Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan menambahkan sejak ditetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia pada 2022, kawasan Prambanan telah berkembang menjadi ruang diplomasi budaya, pendidikan, spiritualitas, sekaligus kerja sama internasional.

Dari sisi pasar, India dinilai menjadi salah satu sumber wisatawan yang sangat potensial bagi Indonesia. Saat ini jumlah wisatawan India yang berkunjung ke kawasan Candi Prambanan mencapai rata-rata hampir 4.000 orang setiap tahun, sehingga masih terbuka ruang pertumbuhan melalui promosi dan kerja sama bilateral yang lebih intensif.

"Momentum kunjungan Perdana Menteri India diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan minat wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Candi Prambanan. Percepatan pemugaran kawasan ini diharapkan semakin memperkuat daya tarik destinasi di mata dunia," ujar Febrina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:55 WIB

Terkini

Patricia Gouw Pilih Rumah yang Nyaman untuk Isi Ulang Energi di Tengah Segudang Kesibukan

Patricia Gouw Pilih Rumah yang Nyaman untuk Isi Ulang Energi di Tengah Segudang Kesibukan

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:09 WIB

5 Sunscreen Ceramide Lokal untuk Membantu Memperbaiki Skin Barrier

5 Sunscreen Ceramide Lokal untuk Membantu Memperbaiki Skin Barrier

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Mahfud MD Singgung Dokumen Pilpres 2024 Gibran Cacat: Bilang Belajar Akuntansi, Ditulis Bisnis

Mahfud MD Singgung Dokumen Pilpres 2024 Gibran Cacat: Bilang Belajar Akuntansi, Ditulis Bisnis

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Catat Tanggalnya! ATEEZ Rilis Peta Promosi Album Baru, Golden Hour: Part. 6

Catat Tanggalnya! ATEEZ Rilis Peta Promosi Album Baru, Golden Hour: Part. 6

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Misi Arema FC Putus Tren Imbang: Siapkan Formula Jinakkan Playmaker Anyar Bhayangkara FC

Misi Arema FC Putus Tren Imbang: Siapkan Formula Jinakkan Playmaker Anyar Bhayangkara FC

Malang | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Shin Tae-yong Tak Bisa Maksimalkan Latihan Persija, Pemanggilan Pemain ke Timnas Jadi Kendala

Shin Tae-yong Tak Bisa Maksimalkan Latihan Persija, Pemanggilan Pemain ke Timnas Jadi Kendala

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Persib Bandung Comeback 3-1 atas Port FC, Marc Klok: Remontada di Asia!

Persib Bandung Comeback 3-1 atas Port FC, Marc Klok: Remontada di Asia!

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Resmi Berganti, Kapolda Kepri Baru Ingin Wujudkan Polri yang Modern

Resmi Berganti, Kapolda Kepri Baru Ingin Wujudkan Polri yang Modern

Batam | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:36 WIB

6 Zodiak Paling Santai dan Anti Drama yang Tak Mau Ikut Campur Urusan Orang Lain

6 Zodiak Paling Santai dan Anti Drama yang Tak Mau Ikut Campur Urusan Orang Lain

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:20 WIB

×