alexametrics

Tanggapan Nadiem Soal Polemik Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah

Siswanto | Stephanus Aranditio
Tanggapan Nadiem Soal Polemik Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan pidato saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]

Nadiem telah menginstruksikan jajarannya untuk menyempurnakan kembali kamus tersebut.

Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim merespons isu penghilangan jejak tokoh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syech Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. Nadiem telah menginstruksikan jajarannya untuk menyempurnakan kembali kamus tersebut dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

"Kamus sejarah ini disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat, karenanya di bulan yang suci ini alangkah baiknya kita menanggapi persoalan dengan akal sehat, kepala dingin, dengan solusi," kata Nadiem, Rabu (21/4/2021). 

"Saya perintahkan langsung tim Kemendikbud untuk melakukan penyempurnaan kamus yang sempat terhenti dilanjutkan dengan lebih cermat secara teknis dan lebih mewadahi masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk NU." 

Menanggapi polemik yang berkembang di masyarakat, Nadiem berkata, "Kepada masyarakat Indonesia, saya ingin memastikan bahwa tidak ada niatan sama sekali menghilangkan jejak sejarah."

Baca Juga: PDIP Sebut Ada Pihak Incar Kursi Mendikbud untuk Gantikan Posisi Nadiem

Ketua Umum NU Circle R. Gatot Prio Utomo memprotes Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena nama pendiri NU tidak ada dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

"Kami tersinggung dan kecewa atas terbitnya Kamus Sejarah Indonesia ini. Kamus itu memuat foto Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari tetapi tidak ada entry nama beliau sehingga berpretensi menghilangkan nama dan rekam jejak sejarah ketokohannya," kata Gatot, Senin (19/4/2021).

Kekecewaan semakin memuncak karena hari-hari ini, warga nahdliyin sedang memperingati hari wafatnya Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari (7 Ramadhan 1366 hijriyah).

NU Circle juga menyoroti nama Gubernur Belanda HJ Van Mook dan tokoh komunis pertama di Asia Henk Sneevliet masuk dalam kamus sejarah RI.

Baca Juga: Bela Nadiem, Eko Kuntadhi: Dia dan Kemendikbud Mencoba Melawan Radikalisme

Komentar