Ramadhan: Apa Kata Penganut Kristen dan Buddha yang Ikut Berpuasa?

Siswanto | Suara.com

Selasa, 27 April 2021 | 07:25 WIB
Ramadhan: Apa Kata Penganut Kristen dan Buddha yang Ikut Berpuasa?
BBC

Suara.com - Rehan Jayawickreme, seorang politisi muda yang mewakili oposisi utama di Sri Lanka, membuat pengumuman yang mengejutkan pada 13 April lalu.

"Saya umat Buddha dan mencoba sebaik mungkin mengikuti falsafah hidup Buddha," cuitnya di Twitter.

"Karena itu saya sangat menanti untuk berpuasa bersama saudara dan saudari Muslim saya selama bulan suci Ramadan. Ini akan menjadi kali pertama saya [berpuasa], semoga berhasil."

Dia merupakan ketua Dewan Kota Weligama di selatan Sri Lanka dan sejak dimulainya Ramada pada 14 April di negara itu dia telah berpantang makan dan minum seharian.

Kebetulan pada tahun ini umat Muslim di Sri Lanka, yang mayoritas beragama Buddha, memulai ibadah puasa bersamaan dengan perayaan hari tahun baru yang dirayakan komunitas Sinhala dan Tamil.

Namun keberagaman masyarakat di Sri Lanka mengalami guncangan dua tahun lalu saat sekelompok militan Islamis menjalankan serangan bunuh diri atas tiga gereja selama perayaan Paskah, yang menewaskan hampir 270 jiwa.

Politisi Buddha itu mengaku keputusannya ikut berpuasa Ramadhan dalam rangka mengatasi sentimen-sentimen anti-Muslim yang muncul pasca-serangan itu.

Akun Rehan Jayawickreme di Twitter pun langsung menerima banyak komentar yang mendukung inisiatifnya, walau turut merayakan Ramadan sebagai non-Muslim bukan sesuatu yang asing baginya.

Marianne David, seorang jurnalis yang bekerja di ibu kota Sri Lanka, Colombo, langsung cepat mengungkapkan bahwa dia pun melakukan hal serupa.

"Saya Katolik dan saya pun berpuasa selama Ramadan, karena membawa kejelasan, kesadaran, empati, dan disiplin. Semoga lancar!" ujarnya.

Anuradha K Herath, Direktur Jenderal (Hubungan Internasional) di Kantor Perdana Menteri Sri Lanka, mengaku pernah sekali ikut puasa Ramadan,

"Saya ingat melakukan hal yang sama saat dulu kuliah di Universitas Moratuwa," cuitnya di Twitter.

"Teman saya @sifaan membangunkan saya pagi-pagi sekali untuk sahur dan berbagi takjil selama kuliah saat sore hari untuk berbuka puasa. Bagi saya itu pengalaman yang sangat baik."

Menentang rasisme

"Menurut saya ikut berpuasa ini merupakan tanda protes atas rasisme yang disebarluaskan pimpinan tertentu di negeri kami," kata Rehan Jayawickreme. "Bukan berarti saya pindah masuk Islam, namun sebagai protes menentang rasisme."

Kepada BBC, dia mengatakan sebagai komunitas Muslim yang minoritas di Sri Lanka banyak dicela sejak serangan Minggu Paskah pada 2019.

Hampir 70% penduduk di Sri Lanka beragama Buddha. Sisanya ada yang beragama Hindu, Islam dan Katolik.

"Ketika saya menunjukkan kepada masyarakat Muslim bahwa, sebagai mayoritas, kami peduli dengan mereka. Saya menawarkan kepada mereka rasa aman dan tentram."

Sedangkan para pengritiknya menuduh Rehan sekadar ingin meraih dukungan suara dari umat Muslim.

Sebagai tanggapannya, politisi itu mengangkat satu komentar dari salah satu pendukungnya di Twitter.

"Jauh lebih baik mendapat suara dengan mempromosikan keharmonisan dalam beragama ketimbang menciptakan kebencian."

Ikut Ramadan selama lebih 15 tahun, untuk meningkatkan disiplin

Seorang jurnalis beragama Katolik, Marianne David, sudah lebih dari 15 tahun ikut puasa Ramadan. Dia mengaku dengan berpuasa akan memusatkan kembali dirinya dan merefleksikan hal-hal yang benar-benar penting.

"Berpuasa sebagian besar menghilangkan proses berpikir yang berlebihan atas apa yang mau dimakan, terganggu oleh makanan, maupun makan tanpa tujuan dari waktu ke waktu hanya karena malas atau tergoda. Berpuasa membawa lebih banyak kedisiplinan dan keteraturan sepanjang hari."

Dia yakin bahwa ritual itu mempertajam konsentrasinya dan membuat merasa lebih sehat.

"Ini bukan suatu pengorbanan besar untuk berpuasa seharian bagi mereka yang sudah menikmati keistimewaan tertentu dalam hal standar hidup dan pekerjaan yang dilakukan," katanya kepada BBC.

"Ini menjadi cobaan paling besar bagi mereka yang bekerja keras atau kerja di luar bangunan dengan suhu yang panas dan bagi mereka yang tidak punya cukup uang untuk makan makanan yang baik dan menyehatkan di waktu ini."

Bagi dia, aspek penting Ramadan adalah memikirkan mereka yang tidak bisa dengan mudahnya mendapat makanan di Sri Lanka.

Mengingat petingnya hal ini, "Bagi saya yang tidak kalah pentingnya selama berpuasa adalah menyumbang sebanyak mungkin, memberi makan kepada orang-orang yang berkekurangan dan memungkinkan mereka untuk ikut berpuasa dengan memenuhi kebutuhan mereka."

Solidaritas

Di belahan lain dunia, Nadyne Parr dari AS, juga seorang non-Muslim yang ikut puasa selama Ramadhan. Seorang Kristiani yang taat, dia diperkenalkan berpuasa oleh sahabatnya, seorang Muslimah.

"Ini merupakan aksi solidaritas dengan teman-teman Muslim saya tercinta selain juga mempraktikkan secara rutin dalam mengekspresikan kepercayaan yang saya anut, sebagai seorang pengikut Yesus, saat memilih ikut berpuasa selama Ramadan."

Nadyne adalah seorang penulis, pelatih bisnis, dan guru sekolah dari kota Grand Rapids di negara bagian Michigan.

"Sudah cukup lama, namun selama tujuh tahun, saya mengikuti secara dekat panduan berpuasa Ramadhan secara tradisional, ikut sahur sebelum matahari terbit, dan berpantang semua makanan hingga matahari terbenam," ujarnya.

"Bertenggang rasa bersama teman-teman dari budaya dan agama yang berbeda telah menjadi perjalanan hidup yang saya sukai.

Pada akhirnya, semua manusia itu sama. Menahan diri untuk makan sekian lama, bahwa kebenaran spiritual mungkin akan terungkap dengan tindakan menahan diri, yang mengingatkan betapa kita semua saling terhubung. Saya merayakan hal ini."

Waktu untuk kebersamaan

Kembali di Sri Lanka, Marianne David suka untuk menekankan bahwa berpuasa "bukan sekadar soal pengorbanan dan disiplin, namun juga waktu untuk kebersamaan dan merayakan dengan orang-orang tercinta."

"Saat kita pergi keluar atau menjamu teman-teman atau keluarga untuk buka puasa, maka selalu mirip dengan pesta makan malam, namun tanpa alkohol," ujarnya.

"Kami mencoba makanan-makanan baru dan benar-benar menikmati walaupun banyaknya yang bisa kita makan turun signifikan setelah beberapa hari.

"Apa yang benar-benar bikin tak tahan adalah air, terutama saat cuaca seperti ini, namun manfaatnya jauh melampaui pengorbanannya. Sedari awal berpuasa, saya hanya benar-benar ingin minum air - yang lainnya gampang dilakukan begitu kita memantapkan niat untuk melakukannya dan punya tujuan."

Bagi Nadyne, berpuasa telah menjadi bagian yang penting bagi kehidupan spiritualnya.

"Saya ingin ini bagi semua orang yang lelah dan membutuhkan jawaban," ujarnya.

"Saat kita ingin memuaskan nafsu setiap saat, kita bisa kehilangan momen-momen yang suci, ruang-ruang yang sakral. Akan lebih mudah untuk dijalani secara otomatis dan melupakan nafsu kita dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan."

Dia yakin tanpa makanan dan air memberi dia perspektif keimanan yang baru.

"Kita melihat melampui kebutuhan kita. Kita meredefinisikan kebutuhan kita, kita mengalami Keilahian."

Tidak mudah

Namun bagi Rehan Jayawickreme, eksperimen baru itu tidak semudah yang dibayangkan.

"Saya bangun pukul 04:00 dan makan kurma, yogurt dan buah-buahan untuk sahur. Lalu tidak makan apa-apa sampai jam setengah tujuh malam," ujarnya kepada BBC.

Dia mengaku pengalaman baru itu membuatnya merasa segar di penghujung hari, namun dia tidak yakin apakah bisa menjalaninya selama sebulan penuh.

"Saya terus puasa sebisa saya," kata politisi beragama Buddha itu. Namun dia mengaku, "Sangat sulit untuk tidak minum apapun."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:05 WIB

Jaksa Banding! Meski Lolos dari Hukuman Mati, Nasib Fandi Ramadhan Cs Masih di Ujung Tanduk

Jaksa Banding! Meski Lolos dari Hukuman Mati, Nasib Fandi Ramadhan Cs Masih di Ujung Tanduk

Entertainment | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:15 WIB

Tumbilotohe Kembali Digelar, Gorontalo Bermandikan Cahaya di Malam 27 Ramadan

Tumbilotohe Kembali Digelar, Gorontalo Bermandikan Cahaya di Malam 27 Ramadan

Foto | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:00 WIB

Jaksa yang Tuntut Mati ABK Fandi Ramadhan Minta Maaf, Akui Jadi Bahan Evaluasi

Jaksa yang Tuntut Mati ABK Fandi Ramadhan Minta Maaf, Akui Jadi Bahan Evaluasi

Video | Senin, 16 Maret 2026 | 13:00 WIB

Bedah Rapor 11 Penyerang yang Dipanggil Timnas Indonesia, Siapa Layak Jadi Andalan John Herdman

Bedah Rapor 11 Penyerang yang Dipanggil Timnas Indonesia, Siapa Layak Jadi Andalan John Herdman

Bola | Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:40 WIB

11 Jam Live TikTok di Jalur Mudik, Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

11 Jam Live TikTok di Jalur Mudik, Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:44 WIB

Salah Lirik Lagi? Iis Dahlia Kali ini Ngomel Dikata-katain

Salah Lirik Lagi? Iis Dahlia Kali ini Ngomel Dikata-katain

Entertainment | Kamis, 12 Maret 2026 | 21:00 WIB

Makanan Berlimpah, Perut Tetap Terbatas: Belajar Menahan Diri saat Berbuka

Makanan Berlimpah, Perut Tetap Terbatas: Belajar Menahan Diri saat Berbuka

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:00 WIB

Rudal Kiamat Iran Hujan di Malam Lailatul Qadar, Ratusan Antek Zionis Jadi Korban

Rudal Kiamat Iran Hujan di Malam Lailatul Qadar, Ratusan Antek Zionis Jadi Korban

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 05:24 WIB

Aktor & Musisi Iqbaal Ramadhan Jadi Brand Ambassador Ugreen di Indonesia

Aktor & Musisi Iqbaal Ramadhan Jadi Brand Ambassador Ugreen di Indonesia

Tekno | Rabu, 11 Maret 2026 | 22:00 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB