alexametrics

Sebut Aturan Anies Absurd, Pedagang Tanah Abang: Memutus Penghasilan Kami

Agung Sandy Lesmana | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Sebut Aturan Anies Absurd, Pedagang Tanah Abang: Memutus Penghasilan Kami
Penampakan kerumunan pengunjung di Pasar Tanah Abang di masa pandemi Corona. (Suara.com/Yaumal)

"Ada sidak itu, (jadi) transportasi enggak nyampe sampai sini, ya sama aja memutuskan penghasilan kami di sini," tegasnya.

Suara.com - Pembatasan pengunjung di Pasar Tanah Abang, oleh pemerintah DKI Jakarta, dikeluhkan sejumlah pedagang. Bagi mereka seharusnya jelang perayaan Idul Fitri seperti saat ini adalah momentum untuk memperbaiki perekonomian,  setelah sempat tersendat pada tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19

Herman, salah satu pedagang baju perempuan di Pasar Tanah  Blok B, mengatakan aturan pemerintah DKI Jakarta  yang membatasi pengunjung sangat menyulitkannya. 

"Sekarang dipersulit dengan aturan menjaga protokol Kesehatan. Menurutnya saya ya, kurang masuk akal," kata Herman saat ditemui Suara.com di kios miliknya,  Senin (3/5/2021). 

Menurutnya pembatasan pengunjung lewat penutupan akses transportasi KRL ke Pasar Tanah Abang pada pukul 15.00 WIB dan  17.00 WIB, serta  aturan sistem buku tutup, otomatis mempengaruhi pendapatannya. Dia menganggap aturan itu sama mematikan mata pencariannya. 

Baca Juga: Sempat Penuh Sesak, Begini Kondisi Stasiun Tanah Abang saat Ini

Herman salah satu pedagang baju perempuan saat ditemui Suara.com di Pasar Tanah Blok B, Jakarta Pusat. (Suara.com/Yaumal)
Herman salah satu pedagang baju perempuan saat ditemui Suara.com di Pasar Tanah Blok B, Jakarta Pusat. (Suara.com/Yaumal)

"Ada sidak itu, (jadi) transportasi enggak nyampe sampai sini, ya sama aja memutuskan penghasilan kami di sini," tegasnya. 

Padahal kata dia,  jelang Idul Fitri tahun ini perlahan pendapatannya mulai  membaik,  jika dibanding tahun sebelumnya. Karenanya Herman menyayangkan keputusan pemerintah DKI Jakarta itu, yang menurutnya diadakan. 

"Kenapa enggak dari awal kalau mau diperketat, kenapa harus pas begini (pembeli meningkat) bikin aturan baru, pas waktunya begini bikin aturan baru," ujar Herman. 

Keluhan yang sama juga diungkapkan Hanggika, pedagang baju koko. Menurutnya pada saat ini pendapatannya sudah membaik dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Kalau tahun sebelumnya kami malah hampir nggak dagang, tahun ini sudah mulai membaik, walau tidak seperti sebelum pandemi," kata Hanggika. 

Baca Juga: Sanksi Tegas Bagi Pengunjung Langgar Prokes di Pasar Tanah Abang

Namun, karena adanya aturan pembatasan pengunjung pasar, dia mengatakan bakal mempengaruhi pendapatannya. 

Komentar