Suara.com - Mini market 212 Mart di Samarinda, Kalimantan Timur diterpa kabar miring tentang adanya dugaan investasi bodong. Meski begitu, kabar tersebut tidak mempengaruhi aktivitas jual beli 212 Mart di Jakarta.
Salah satunya, aktivitas jual beli di 212 Mart Jalan Kayu Manis VIII, Matraman, Jakarta Timur tampak berjalan seperti biasa. Tidak ada pemandangan yang berbeda dari minimarket tersebut.
Pembeli beberapa kali terlihat keluar-masuk untuk berlanja, meski berjarak sekitar dua ratus meter darinya terdapat dua minimarket lain.
Toko pun tetap beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, namun selama Ramadhan ini pada saat berbuka puasa tutup untuk sementara.
Tidak adanya pengaruh kabar miring itu, juga dibenarkan pelayan toko yang berjaga. Saat ditemui Suara.com pada Rabu (5/5/2021) dia mengatakan, hal itu tak berdampak sama sekali bagi mereka.
“Nggak ini sih, Ngga gitu banget, Nggak (ngaruh) ke sini,” ujarnya.
Kendati demikian, beberapa waktu lalu kata petugas tersebut, sempat ada imbauan lewat grup WhatsApp, agar kabar itu tidak mengganggu operasional toko.
“Pokoknya sih kemarin kayak ada, sudah lama juga sih, emang dari ketuanya sih bilang jangan sampai berpengaruh di toko ini,” ujarnya.
Dia pun memastikan adanya kabar itu tidak akan berdampak terhadap keberadaan tokoh yang dijaganya. Apalagi kata dia kasus di Samarinda, dilakukan oleh seorang oknum.
“(Sejauh ini) aman-aman saja, tidak ada pengaruh,” ujarnya.
Seperti diketahui, 212 Mart digoyang isu investasi bodong. Investasi bodong 212 Mart terjadi di Kalimantan Timur.
Dilansir Terkini.id, ratusan warga melaporkan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka mendatangi Mapolresta karena merasa ditipu oleh pengurus Koperasi 212 Samarinda setelah mengundang investasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan 212 Mart.
Nilai investasi tiap warga beragam, mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 20 juta. Total kerugian para investor pun ditaksir mencapai miliaran rupiah.