Diterpa Isu Investasi Bodong, 212 Mart di Jakarta Beroperasi Seperti Biasa

Chandra Iswinarno | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 05 Mei 2021 | 19:13 WIB
Diterpa Isu Investasi Bodong, 212 Mart di Jakarta Beroperasi Seperti Biasa
Penampakan gerai 212 Mart yang berada di Jalan Kayu Manis VIII, Matraman, Jakarta Timur masih berjalan normal. [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Mini market 212 Mart di Samarinda, Kalimantan Timur diterpa kabar miring tentang adanya dugaan investasi bodong. Meski begitu, kabar tersebut tidak mempengaruhi aktivitas jual beli 212 Mart di Jakarta.   
 
Salah satunya, aktivitas jual beli di 212 Mart Jalan Kayu Manis VIII, Matraman, Jakarta Timur tampak berjalan seperti biasa. Tidak ada pemandangan yang berbeda dari minimarket tersebut.  
 
Pembeli beberapa kali terlihat keluar-masuk untuk berlanja, meski berjarak sekitar dua ratus meter darinya terdapat dua minimarket lain.  
 
Toko pun tetap beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, namun selama Ramadhan ini pada saat berbuka puasa tutup untuk sementara.  
 
Tidak adanya pengaruh kabar miring itu, juga dibenarkan pelayan toko yang berjaga. Saat ditemui Suara.com pada Rabu (5/5/2021) dia mengatakan, hal itu tak berdampak sama sekali bagi mereka.  
 
“Nggak ini sih, Ngga gitu banget, Nggak (ngaruh) ke sini,” ujarnya.  
 
Kendati demikian, beberapa waktu lalu kata petugas tersebut, sempat ada imbauan lewat grup WhatsApp, agar kabar itu tidak mengganggu operasional toko.  
 
“Pokoknya sih kemarin kayak ada, sudah lama juga sih, emang dari ketuanya sih bilang jangan sampai berpengaruh di toko ini,” ujarnya.  
 
Dia pun memastikan adanya kabar itu tidak akan berdampak terhadap keberadaan tokoh yang dijaganya. Apalagi kata dia kasus di Samarinda, dilakukan oleh seorang oknum.   
 
“(Sejauh ini) aman-aman saja, tidak ada pengaruh,” ujarnya.  
 
 Seperti diketahui, 212 Mart digoyang isu investasi bodong. Investasi bodong 212 Mart terjadi di Kalimantan Timur. 
 
Dilansir Terkini.id, ratusan warga melaporkan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka mendatangi Mapolresta karena merasa ditipu oleh pengurus Koperasi 212 Samarinda setelah mengundang investasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan 212 Mart. 
 
Nilai investasi tiap warga beragam, mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 20 juta. Total kerugian para investor pun ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iba ke Korban Investasi Bodong 212 Mart, PA 212: Lagi Susah Malah Tertipu

Iba ke Korban Investasi Bodong 212 Mart, PA 212: Lagi Susah Malah Tertipu

News | Rabu, 05 Mei 2021 | 18:51 WIB

Viral di Medsos, Polresta Samarinda Mulai Usut Investasi Bodong 212 Mart

Viral di Medsos, Polresta Samarinda Mulai Usut Investasi Bodong 212 Mart

Kaltim | Rabu, 05 Mei 2021 | 18:40 WIB

Investasi Bodong 212 Mart Dilaporkan Warga, Berkedok Koperasi Syariah

Investasi Bodong 212 Mart Dilaporkan Warga, Berkedok Koperasi Syariah

Sumsel | Rabu, 05 Mei 2021 | 17:59 WIB

Terkini

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB