Seorang Wanita Kaget Terbangun di Sofa, Digilir Tiga Pria dengan Kekerasan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 07 Mei 2021 | 14:59 WIB
Seorang Wanita Kaget Terbangun di Sofa, Digilir Tiga Pria dengan Kekerasan
Ilustrasi korban kekerasan atau pelecehan seksual - (Pixabay/Anemone123)

Suara.com - Seorang wanita terbangun dan mendapati dirinya sedang digilir oleh tiga pria ketika mabuk, satu di antaranya bekerja di militer Australia.

Menyadur The Sun, Jumat (6/5/2021) insiden pemerkosaan tersebut terjadi di kota Sydney pada 25 April, bertepatan hari peringatan nasional Australia.

Korban mengatakan kepada polisi bahwa dia digilir oleh tiga pria, termasuk seorang penjaga penjara.

Glenn Robinson, dari Warrimoo, didakwa dengan enam dakwaan penyerangan seksual menyusul dugaan serangan Anzac Day. Tersangka berusia 35 tahun itu juga diketahui bertugas di tentara Australia.

Glenn dan seorang temannya (26) sedang minum di pub The Fiddler di Rouse Hill pada 25 April dini hari dan mengundang seorang wanita (37) dan mengajaknya ke sebuah apartemen.

Menurut keterangan polisi, korban mengatakan bagaimana dia terbangun di sofa ketika salah satu pria memerkosanya.

Saat korban sadar dan mendapati dirinya sedang disetubuhi, ia mengungkapkan ada sebuah ikat pinggang terikat di lehernya, lapor Blacktown Advocate.

Dia mengatakan kepada petugas bahwa dia "digilir oleh tiga pria dengan berbagai cara, baik bersamaan atau secara individu saat yang lain sedang menonton".

Hakim James Gibson mengatakan kepada pengadilan: "Pada satu titik korban berpakaian seperti Anzac dengan jaket tentara biru tua."

Pengacara Robinson mengatakan jika wanita tersebut sudah setuju untuk berhubungan seks dan masalah itu sangat penting.

Tetapi jaksa Adam Young menganggap jika seorang wanita dalam kondisi mabuk, itu berarti dia tidak bisa memberikan persetujuan segala jenis hubungan seksual.

Pengadilan juga mendapat laporan bahwa wanita itu menderita nyeri panggul setelah dugaan insiden itu dan dirawat di rumah sakit.

Jaminan Robinson ditolak selama persidangan di Penrith Local Court pada hari Selasa. Dia bisa dipenjara hingga 20 tahun jika terbukti bersalah.

Polisi telah memastikan bahwa seorang pria lain dari New South Wales telah didakwa dan tersangka ketiga (31) ditangkap di Queensland.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sydney Laporkan Penularan Lokal, Australia Bergegas Lacak Sumbernya

Sydney Laporkan Penularan Lokal, Australia Bergegas Lacak Sumbernya

Health | Kamis, 06 Mei 2021 | 11:07 WIB

Anak Anggota DPRD Diduga Perkosa Remaja, Kak Seto Minta Polisi Tegas

Anak Anggota DPRD Diduga Perkosa Remaja, Kak Seto Minta Polisi Tegas

Entertainment | Rabu, 05 Mei 2021 | 13:05 WIB

Terlalu Kreatif! Indomie Australia Buat Mie Goreng Macaron, Tuai Protes

Terlalu Kreatif! Indomie Australia Buat Mie Goreng Macaron, Tuai Protes

Lifestyle | Selasa, 04 Mei 2021 | 19:20 WIB

Terkini

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:37 WIB

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:07 WIB

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:37 WIB

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:18 WIB

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:17 WIB

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:08 WIB

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:02 WIB

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:49 WIB

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:37 WIB

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:13 WIB