Ada 4.000 Kematian dalam 24 Jam, Negara-negara Bagian di India Lockdown

Dany Garjito | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Sabtu, 08 Mei 2021 | 21:26 WIB
Ada 4.000 Kematian dalam 24 Jam, Negara-negara Bagian di India Lockdown
Seorang pria di India menangis saat memberi kabar kerabatnya usai keluarganya meninggal dunia akibat Covid-19 (The Indian Express)

Suara.com - Salah satu negara bagian di India bagian selatan memutuskan untuk lockdown mulai hari Sabtu (8/5) ketika kasus kematian mencapai 4.000 dalam 24 jam.

Menyadur Straits Times, Sabtu (8/5/2021) Kementerian Kesehatan India melaporkan 4.187 kematian selama 24 jam terakhir, menjadikan total kasus kematian nyaris 240.000.

Setelah pengumuman tersebut, Tamil Nadu mengatakan akan menutup seluruh negara bagian mulai hari Senin dan berlangsung hingga 24 Mei.

Toko-toko dan bisnis lainnya akan diizinkan buka pada hari Sabtu dan Minggu untuk memberikan waktu kepada warga mempersiapkan lockdown.

Negara tetangga Karnataka, rumah bagi ibu kota teknologi India, Bengaluru, mengumumkan pada Jumat malam bahwa mereka juga akan lockdown hingga 24 Mei.

Para ahli, yang telah menyatakan keraguan tentang jumlah kematian resmi, mengatakan India kemungkinan masih akan terus diterpa lonjakan kasus hingga akhir Mei.

Sementara situasi di kota-kota besar seperti New Delhi dan Mumbai mulai stabil, Covid-19 mulai menyebar dengan cepat di negara bagian selatan dan daerah pedesaan.

Bangalore, yang mengalami 1.907 kematian akibat Covid-19 pada bulan April, telah mencatat lebih dari 950 kematian hanya dalam tujuh hari pertama bulan Mei.

Kekurangan oksigen dan ruang perawatan kritis dituding menjadi penyebab atas meningkatnya kasus kematian secara dramatis.

Kota berpenduduk sembilan juta orang itu memberlakukan pembatasannya sendiri pada pergerakan pada 25 April, namun belum menunjukkan tanda-tanda penurunan kasus.

Kasus dan kematian akibat Covid-19 juga meningkat di negara bagian Benggala Barat, yang sempat terjadi kampanye besar yang diorganisir oleh Perdana Menteri Narendra Modi dan saingan beratnya, menteri utama negara bagian Mamata Banerjee. Kota utama, Kolkata, juga mengalami kekurangan oksigen dan ruang perawatan intensif.

Pakar kesehatan India telah memperingatkan kemungkinan gelombang ketiga infeksi. "Fase 3 tidak bisa dihindari, mengingat tingginya tingkat virus yang beredar," kata penasihat ilmiah utama pemerintah, K. VijayRaghavan dalam jumpa pers.

"Tapi tidak jelas pada skala waktu apa fase 3 ini akan terjadi ... Kita harus bersiap untuk gelombang baru." tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Pandemi Covid-19 Global Mengalami Kenaikan, WHO Minta Waspada

Kasus Pandemi Covid-19 Global Mengalami Kenaikan, WHO Minta Waspada

Sulsel | Sabtu, 08 Mei 2021 | 15:18 WIB

Pasien COVID 19 di Riau Didominasi Usia Produktif

Pasien COVID 19 di Riau Didominasi Usia Produktif

Riau | Sabtu, 08 Mei 2021 | 14:06 WIB

Alhamdulillah, Bu Cinta Istri Ridwan Kamil Sembuh dari Covid-19

Alhamdulillah, Bu Cinta Istri Ridwan Kamil Sembuh dari Covid-19

Jabar | Sabtu, 08 Mei 2021 | 13:36 WIB

Terkini

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB