alexametrics

Jelang Lebaran, Lima Provinsi Alami Lonjakan Kasus Covid-19

Erick Tanjung | Mohammad Fadil Djailani
Jelang Lebaran, Lima Provinsi Alami Lonjakan Kasus Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok. Kemenpora)

Lima provinsi yang meningkat tajam yaitu Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Aceh dan Kalimantan Barat, ujar Airlangga.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto mengatakan ada lonjakan infeksi Covid-19 di lima Provinsi yang melakukan PPKM Mikro.

"Dari 30 provinsi yang melaksanakan PPKM mikro, 11 provinsi mengalami tambahan konfirmasi harian dengan 5 provinsi yang meningkat tajam. Diantaranya Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Aceh dan Kalimantan Barat," kata Airlangga usai rapat terbatas di Istana Negara, Senin (10/5/2021).

Khusus untuk wilayah Sumatera, kata dia, pemerintah akan memberikan perhatian serius, mengingat angka penularan di pulau tersebut mengalami tren kenaikan yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan rasio bed occupancy ratio (BOR) diatas 50 persen.

Sementara kasus harian yang menyebabkan tujuh provinsi dengan BOR di atas 50 persen, yaitu Sumatera Utara 63,4 persen, Riau 59,1 persen dan Kepulauan Riau 59,9 persen. Kemudian Sumatera Selatan 56,6 persen, Jambi 56,2 persen, Lampung 50,8 persen dan Kalimantan Barat 50,6 persen.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Warga Buat Petugas Kewalahan di Pasar Cileungsi

"Nah ini terutama kenaikan memang terjadi di Sumatera, Oleh karena itu Sumatra menjadi perhatian dari pemerintah," ujarnya.

Sementara itu secara nasional dia menyebut tingkat kasus aktif per 9 Mei berada diangka 5,7 persen atau 98.395 kasus lebih rendah dibandingkan global yang berada diangka 12,13 persen.

Tak hanya itu untuk tingkat kesembuhan per 9 Mei berada diangka 91, 5 persen atau 1.568.277 kasus sementara ditingkat global berada diangka 85,78 persen. Sedangkan tingkat kematian berada diangka 2,7 persen versus global diangka 2,08 persen.

Komentar