facebook

Penyedia Jasa Tukar Uang di Kota Tua : Kami Kenal Gelagat Perampok

Iwan Supriyatna | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Penyedia Jasa Tukar Uang di Kota Tua : Kami Kenal Gelagat Perampok
Purnia, salah satu penyedia jasa penukaran uang di kawasan Kota Tua. (Suara.com/Yaumal)

Menjadi penyedia jasa penukaran uang baru memang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.

Suara.com - Menjadi penyedia jasa penukaran uang baru memang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Namun hal itu sebanding dengan risiko yang mengintai, seperti perampokan atau oknum nakal yang menukar dengan uang palsu.

Adalah Purnia, salah satu penyedia jasa penukaran uang di kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat. Dia tak membantah jika risiko itu bisa saja terjadi. Syukurnya, hingga saat ini pengalaman buruk itu tidak pernah menimpanya.

“Puji Tuhan tidak pernah, dan jangan sampai,” ujarnya saat ditemui Suara.com ditulis Rabu (12/5/2021).

Purnia pun menuturkan, pengalamannya sebagai penyedia jasa penukaran uang selama 10 tahun, membuat dia bisa mengenali orang yang benar ingin menukarkan uang atau berniat jahat.

Baca Juga: Cerita Penjaja Uang Baru di Kota Tua: Dulu Jaya, Kini Redup Diterpa Pandemi

“Kalau orang mau benaran menukar uang, itu pasti mematikan motor atau mobilnya. Dan dia turun dari kendaraannya. Itu buat memastikan mereka memang mau tukar uang atau tidak,” ujarnya.

Sementara untuk mereka yang berniat jahat, kata perempuan asal Sumatera Utara ini, mereka biasanya dapat dikenali dari gelagatnya, seperti banyak menanyakan pecahan uang dan memintanya untuk dipegang.

“Kalau dia suda minta pecahan-pecahan uang, kemudian dipegang-pegang sama dia, kami sudah tahu gelagatnya. Kami ambil dari dia uangnya. Kemudian kami tanya bapak butuhnya uang dari pecahan berapa,” jelas Purnia.

Sedangkan untuk menghindari penukaran uang palsu dari oknum jahat, Purnia mengatakan sudah dapat membedakannya, sebab sebelumnya dirinya pernah menjadi seorang kasir.

“Saya pernah jadi kasir, hitung-hitung uang. Jadi saya bisa bedakan mana uang palsu dan asli,” ujarnya.

Baca Juga: Sehari Raup Rp15 Juta Sebelum Corona, Jasa Penukar Uang Kini Gigit Jari

Kemudian, terkait pengaman ketika membawa uang puluhan juta dari tempat tinggalnya, dia mengatakan sebenarnya tidak ada cara khusus. Terpenting katanya, tidak berpenampilan mencolok yang menarik perhatian.

“Berpakaian biasa saja, tidak mengenakan perhiasan atau aksesoris yang mencolok,” imbuhnya.

Diketahui, menjelang perayaan Idul Fitri biasanya penyedia jasa penukaran uang akan menjamur dimana-mana. Mereka biasanya bertebaran di pinggir jalan.

Penyedia jasa ini biasanya banyak ditemui di sepanjang jalan kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat.

Kekinian, meski tidak seramai sebelum pandemi Covid-19, penyedia jasa penukaran uang masih dapat di temui.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar