Colokan Listrik Dipakai untuk Charge Ponsel, 1000 Vaksin Terbuang Percuma

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 24 Mei 2021 | 08:22 WIB
Colokan Listrik Dipakai untuk Charge Ponsel, 1000 Vaksin Terbuang Percuma
Ilustrasi vaksin (Pixabay/qimono)

Suara.com - Pemerintah Kyrgyzstan terpaksa membuang hampir 1.000 dosis vaksin Sputnik V buatan Rusia karena colokan listrik yang mengalirkan daya ke lemari es dicabut untuk mengisi baterai ponsel.

Menyadur GMA Network Minggu (23/05), vaksin itu bagian dari 20 ribu paket vaksin Sputnik V yang disumbangkan oleh Rusia untuk negara di Asia Tengah tersebut.

Kementerian kesehatan mendapat kecaman atas insiden yang terjadi di sebuah klinik di ibu kota Bishkek ini. Menteri Kesehatan Alimkadyr Beishenaliyev mengatakan kemungkinan petugas kebersihan yang akan bertanggung jawab.

Beishenaliyev dikritik keras pada bulan April karena memperjuangkan solusi akar beracun sebagai obat untuk virus corona. Iamengatakan campuran akar akonit itu dibuat oleh Presiden Sadyr Japarov di kediaman presiden.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Burul Asylbekova, pejabat di Layanan Sanitasi dan Epidemiologi Negara Bagian Pusat mengatakan dosis tersebut harus dibuang setelah seseorang mencabut lemari es untuk mengisi daya telepon.

Sementara itu, negara ini mencatat 101.878 kasus dan 1.735 kematian akibat virus corona sejak awal pandemi, tapi pihak berwenang mengakui bahwa jumlah resmi tidak mengungkap jumlah keseluruhan di negaranya.

Kyrgyzstan memulai vaksinasi massal pada bulan Maret menggunakan vaksin Sinopharm yang disumbangkan oleh China tapi jajak pendapat di klinik menunjukkan permintaan vaksin Rusia jauh lebih tinggi.

Otoritas kesehatan mengatakan pekan lalu bahwa lebih dari 50 ribu warga telah menerima setidaknya satu dosis vaksin virus corona di negara berpenduduk 6,5 juta orang itu.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lukisan Batu Berusia 4.000 Tahun Jadi Daya Tarik Turis  di Kyrgyzstan

Lukisan Batu Berusia 4.000 Tahun Jadi Daya Tarik Turis di Kyrgyzstan

Video | Kamis, 23 Juli 2020 | 10:15 WIB

Indonesia Kalah, Kyrgyzstan Juara AWSTC 2017

Indonesia Kalah, Kyrgyzstan Juara AWSTC 2017

Bola | Rabu, 06 Desember 2017 | 20:26 WIB

Disuruh Dukun, Satu-satunya Mumi di Kyrgyzstan Dikubur Kembali

Disuruh Dukun, Satu-satunya Mumi di Kyrgyzstan Dikubur Kembali

Tekno | Selasa, 31 Oktober 2017 | 21:15 WIB

Terkini

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes

Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:01 WIB

×