Inggris Membuat Kapal Selam dengan Kecerdasan Buatan, Apa Istimewanya?

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 24 Mei 2021 | 10:41 WIB
Inggris Membuat Kapal Selam dengan Kecerdasan Buatan, Apa Istimewanya?
Kapal selam [BBC]

Suara.com - Pada 20 April, kapal selam pemburu-pembunuh bertenaga nuklir terbaru milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Anson, muncul dari aula konstruksi nan luas di Barrow-in-Furness, menyusuri tempat peluncuran dan memasuki air.

Berat keseluruhannya 7.400 ton.

Sekitar 260 mil jauhnya di Plymouth, kapal selam lain melakukan debutnya pada hari yang sama.

Sedikit lebih ringan dibandingkan dengan HMS Anson, kapal rahasia seberat sembilan ton ini barangkali memiliki implikasi yang jauh lebih besar bagi masa depan angkatan laut ketimbang kapal nuklir senilai £1,3 miliar (setara dengan Rp26,4 triliun).

MSubs of Plymouth, sebuah perusahaan yang mengkhususkan pada wahana bawah air otonom, alias tanpa awak, memenangkan kontrak dari Kementerian Pertahanan senilai £2,5 juta untuk membangun dan menguji Extra-Large Unmanned Underwater Vehicle (XLUUV) - wahana bawah air berukuran sangat besar tanpa awak - yang seharusnya dapat beroperasi hingga 3.000 mil dari pangkalan selama tiga bulan.

Inovasi terbesar di sini adalah kapal selam itu tanpa awak. Pergerakan dan aksi kapal selam akan diatur sepenuhnya oleh artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan.

Ollie Thompson, baru saja lulus dan tengah studi guna mendapat gelar master di bidang robotika di Universitas Plymouth.

Dia juga bekerja untuk MarineAI, bagian dari MSubs yang memasang 'otak' pada XLUUV.

Baca juga:

Thompson tidak menyangsikan tantangan yang dia dan rekan-rekannya hadapi, "Kami tahu banyak orang tidak percaya pada AI. Jadi kami bekerja dengan elemen yang dapat kami uji, kami memisahkan berbagai hal ke dalam beberapa kotak."

Dia memilah permasalahan AI menjadi beberapa komponen dan manajemen misi merupakan yang paling pelik.

Mereka melakukan berbagai percobaan untuk melakukan simulasi kehadiran seorang kapten terlatih dalam pemrograman kapal selam tersebut.

Kinerja AI dalam isolasi total dari kontak manusia, paling tidak karena pemantauan radio silence - penghentian transmisi demi alasan keselamatan atau keamanan - yang ketat sangatlah penting untuk peran rahasia kapal selam.

Hal prinsip dari aspek teknis di sini adalah pembelajaran mesin, yang menunjukkan contoh program AI tentang bagaimana tugas harus dilakukan hingga tindakan yang tepat telah tertanam dalam repertoarnya sendiri.

Untuk melakukan ini, MarineAI menggunakan superkomputer IBM AC922 yang amat besar, "sosok monster, salah satu yang terbesar di Barat Daya Inggris," ujar Thompson.

Sebaliknya, otak kapal selam berada di kotak persegi berukuran 15 cm dan mengandalkan keping Nvidia yang sering ditemukan saat menjalankan komputer game.

"Kami membuatnya pada bagian belakang keping Nvidia karena sangat hemat energi," kata Thompson.

Sama seperti perangkat Raspberry Pi yang kecil tapi kuat yang digunakan untuk mengajar anak-anak sekolah untuk tugas pemrograman dasar, pendekatan ini hanya membutuhkan sedikit daya.

Dan menjaga konsumsi daya seminimal mungkin sangatlah penting guna membuat baterai kapal selam dapat bertahan lama.

Jelas bahwa Kementerian Pertahanan sangat memperhatikan teknologi baterai untuk proyek ini.

Selama ini MarineAI mengandalkan teknologi yang ada, yaitu berasal dari baterai mobil. Tapi ini menjadi catatan bahwa penelitian terkait bidang ini melompat ke depan.

Konten AI komputer harus memprioritaskan berbagai tugas.

Proyek ini membayangkan sebuah kapal yang dapat melakukan perjalanan ke dasar laut untuk mencari ranjau atau menempatkan perangkat elektronik-intelijen canggih atau berada di tempat dan menjelajahi kawasan lingkungannya untuk mendapatkan informasi perihal angkatan laut musuh.

Jadi, MarineAI menciptakan kapasitas pengambilan keputusan bagi otak kapal selam.

Hal itu akan mengetahui berapa banyak masa pakai baterai yang tersisa dan bagaimana menimbangnya dengan kondisi cuaca dan kondisi laut, mencapai keputusan logis tentang apakah akan berlayar atau kembali ke pangkalan saat menghadapi gelombang pasang yang kuat.

Proyek ini meninggalkan lautan luas untuk diseberangi. Misalnya, bagaimana kapal selam mendeteksi benda-benda kecil di permukaan seperti jet-ski?

Semua dilema ini bukanlah hal penting bagi kapten kapal selam manusia.

Komandan Ryan Ramsey menjadi kapten HMS Turbulent pemburu-pembunuh dan mengajar di Perisher, sebuah kursus selama lima bulan yang digunakan angkatan laut untuk mendorong calon nakoda kapal selam sampai batas kemampuan maksimalnya.

Ini memutuskan apakah mereka mampu memimpin 100 atau lebih kapal selam yang bekerja dalam tekanan waktu yang terdiri dari enam bertugas, enam jam libur selama patroli panjang.

Ramsey bekerja di AI setelah meninggalkan angkatan laut dan dapat melihat di mana kecerdasan perangkat lunak dan naluri manusia mungkin saja tidak menghasilkan respons yang sama.

"AI akan berjuang untuk menyamai keterampilan pengambilan keputusan manusia. Ada banyak keterampilan kapal selam yang dapat Anda transfer, tetapi Anda harus menerima bahwa generasi pertama tidak akan sempurna."

Dia menyebutkan bagaimana dia akan mempelajari perlawanan para komandan kapal selam NATO yang dia perangi dalam latihan, mempelajari seberapa jauh setiap individu siap untuk mengendalikan kapal.

"Kenyataannya adalah jika Anda tidak tahu bagaimana dia mengoperasikannya, dia akan menemukan kapal selam Anda sebelum Anda menemukannya. Anda tidak dapat meniru masukan emosional itu dalam AI."

Jika XLUUV dipersenjatai, hal itu bisa menimbulkan masalah serius. Keputusan untuk menembakkan torpedo kebanyakan terletak pada naluri dan pengalaman masing-masing petugas.

"Jika Anda menyerahkannya pada sistem berbasis aturan, Anda mungkin akan meningkatkannya. Ada begitu banyak yang harus dipelajari tentang ruang pertempuran bawah air."

Di masa depan Ramsey meyakini kapal selam akan dilengkapi dengan kemampuan meluncurkan kapal tanpa awak.

Generasi kapal perang berikutnya sudah direncanakan memiliki misi untuk meluncurkan kapal tanpa awak. Dan kapal selam otonom - tanpa awak - dapat disokong pesawat angkut, untuk memberikan baterai cadangan dan jangkauan global XLUUV.

Prospek jangka panjang kapal selam yang dikendalikan AI sangat cerah, kata Ramsey.

"Saya punya cara untuk melakukan Perisher- kursus bagi komandan kapal selam - mengenai AI.

"Dapatkan orang yang tepat untuk menciptakan kembali pengalaman mereka dalam simulator dan biarkan AI belajar darinya, termasuk keputusan manusia yang mungkin salah. Berikan data selama sepuluh tahun dan itu akan dapat membuat aturannya sendiri."

Kursus berbasis simulator untuk kode komputer ini menjanjikan manfaat besar lainnya.

"AI dapat menguji aturannya sendiri tanpa risiko apapun. Kekhawatiran saya dengan kapal selam otonom adalah dampak politiknya jika kapal tersebut melakukan kesalahan atau terjebak di perairan yang tidak bersahabat," katanya.

Uji coba kapal selam di Plymouth didasarkan pada desain MSubs yang dikenal sebagai S201.

Dan di seberang Samudra Atlantik, Boeing sedang membangun serangkaian kapal selam berukuran besar tidak berawak ketika Angkatan Laut AS mengetahui bagaimana kapal-kapal ini dapat digunakan.

Mantan awak kapal selam berbicara tentang tingkat kerja tim dan hubungan dekat yang diperlukan untuk menjalankan misi mereka.

AI tidak dapat mereplikasi ini, tetapi hal itu tidak diperlukan jika yang dilakukannya hanyalah menyelamatkan para pelaut dari tugas melelahkan dan berulang yang lebih baik dialokasikan kepada drone.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris memilih bersikap tertutup tentang rencananya perihal teknologi ini dan berkomitmen bagi generasi berikutnya dari kapal selam nuklir berawak.

Namun, pekerjaan pionir AI Plymouth mungkin melihat misi paling berbahaya mereka didelegasikan ke program AI yang tidak pernah lepas dari pengawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal

Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal

Foto | Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:08 WIB

Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Perkuat Strategi Digital untuk Tangkal Hoaks

Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Perkuat Strategi Digital untuk Tangkal Hoaks

Foto | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:55 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Anies Baswedan Soroti Dampak AI pada Remaja: Tantangan Besar Buat Orang Tua dan Guru

Anies Baswedan Soroti Dampak AI pada Remaja: Tantangan Besar Buat Orang Tua dan Guru

News | Senin, 18 Mei 2026 | 18:29 WIB

Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?

Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:35 WIB

Menakar Filosofi Ki Hajar Dewantara di Era Kecerdasan Buatan, Masihkah Relevan?

Menakar Filosofi Ki Hajar Dewantara di Era Kecerdasan Buatan, Masihkah Relevan?

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:15 WIB

Dari Cari Barang hingga Bayar, AI Kini Mulai Bisa 'Belanja' Sendiri

Dari Cari Barang hingga Bayar, AI Kini Mulai Bisa 'Belanja' Sendiri

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:06 WIB

Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi

Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:23 WIB

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:56 WIB

Microchip: AI Generatif Mulai Bergeser dari Cloud ke Perangkat Edge

Microchip: AI Generatif Mulai Bergeser dari Cloud ke Perangkat Edge

Tekno | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB