Laporan Intelijen AS: 3 Peneliti Lab Wuhan Masuk RS Sebelum Wabah Covid-19

Bangun Santoso

Selasa, 25 Mei 2021 | 07:01 WIB
Laporan Intelijen AS: 3 Peneliti Lab Wuhan Masuk RS Sebelum Wabah Covid-19
Beberapa ranjang yang digunakan untuk menangani pasien pada masa-masa awal COVID-19 mewabah di Wuhan menjadi salah satu koleksi di Museum Anti-COVID-19 di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Sabtu (21/11/2020). [ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie]

Suara.com - Tiga peneliti dari Institut Virologi Wuhan (WIV) China mencari perawatan di rumah sakit pada November 2019, sebulan sebelum China melaporkan kasus pertama COVID-19, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Minggu (23/5/2021), mengutip laporan intelijen Amerika Serikat.

Surat kabar itu mengatakan laporan yang sebelumnya dirahasiakan tersebut - yang memberikan rincian baru tentang jumlah peneliti yang terkena dampak, waktu penyakit mereka, dan kunjungan ke rumah sakit - dapat menambah bobot dalam seruan untuk penyelidikan yang lebih luas apakah virus COVID-19 kemungkinan bocor dari laboratorium.

WSJ mengatakan pejabat saat ini dan mantan yang mengetahui intelijen mengungkapkan berbagai pandangan tentang kekuatan bukti pendukung laporan, dengan satu orang yang tidak disebutkan namanya mengatakan itu membutuhkan "penyelidikan lebih lanjut dan pembuktian tambahan."

Kasus pertama dari apa yang pada akhirnya akan dikenal sebagai COVID-19 dilaporkan pada akhir Desember 2019 di Kota Wuhan di China tengah, lokasi laboratorium canggih yang berspesialisasi dalam penelitian virus corona.

Ilmuwan dan pejabat China secara konsisten membantah hipotesis kebocoran laboratorium, dengan mengatakan SARS-CoV-2 mungkin telah beredar di wilayah lain sebelum menyebar di Wuhan, dan bahkan mungkin telah memasuki China dari negara lain melalui pengiriman makanan beku impor atau perdagangan satwa liar.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian, mengatakan pada Senin bahwa "sama sekali tidak benar" bahwa tiga anggota staf di WIV jatuh sakit.

"Amerika Serikat terus meningkatkan teori kebocoran laboratorium," katanya. "Apakah itu peduli dengan keterlacakan atau hanya mencoba mengalihkan perhatian?"

Laporan WSJ itu muncul pada malam pertemuan badan pembuat keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang diperkirakan akan membahas tahap penyelidikan selanjutnya tentang asal-usul COVID-19.

Saat diminta pendapatnya tentang laporan tersebut, juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan melalui surat elektronik bahwa tim teknis organisasi sekarang sedang memutuskan langkah selanjutnya. Dia mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan tentang peran pasar hewan serta hipotesis kebocoran laboratorium.

baca juga

Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS tidak mengomentari laporan itu tetapi mengatakan bahwa pemerintahan Biden terus memiliki "pertanyaan serius tentang hari-hari awal pandemi COVID-19, termasuk asal-usulnya di Republik Rakyat China."

Dia mengatakan pemerintah AS sedang bekerja dengan WHO dan negara-negara anggota lainnya untuk mendukung evaluasi berbasis ahli tentang asal-usul pandemi "yang bebas dari campur tangan atau politisasi."

"Kami tidak akan membuat pernyataan yang membuat penghakiman awal atas kajian WHO yang sedang berlangsung atas sumber SARS-CoV-2, tetapi kami jelas menyampaikan bahwa teori yang masuk akal dan secara teknis dapat dipercaya harus dievaluasi secara menyeluruh oleh para ahli internasional," katanya.

Sebuah penelitian bersama tentang asal-usul COVID-19 oleh WHO dan China yang diterbitkan pada akhir Maret mengatakan virus itu "sangat tidak mungkin" bocor dari laboratorium.

Tetapi China dituduh gagal mengungkapkan data mentah tentang kasus awal COVID-19 kepada tim WHO, dan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara Barat lainnya meminta Beijing untuk memberikan "akses penuh" kepada para ahli independen.

Lembar fakta Departemen Luar Negeri yang dirilis menjelang akhir pemerintahan Trump mengatakan "pemerintah AS memiliki alasan untuk percaya bahwa beberapa peneliti di WIV jatuh sakit pada musim gugur 2019, sebelum kasus wabah pertama yang diidentifikasi, dengan gejala yang konsisten dengan baik COVID- 19 dan penyakit musiman yang umum." Laporan itu tidak menyebutkan jumlah peneliti. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Pasutri Asal Subang Kabur Saat Hendak Diisolasi di Wisma Atlet

Cerita Pasutri Asal Subang Kabur Saat Hendak Diisolasi di Wisma Atlet

Jabar | Selasa, 25 Mei 2021 | 06:34 WIB

PPKM Mikro di Balikpapan Diperpanjang hingga 6 Juni, Zona Kuning Meningkat

PPKM Mikro di Balikpapan Diperpanjang hingga 6 Juni, Zona Kuning Meningkat

Kaltim | Selasa, 25 Mei 2021 | 05:07 WIB

Pria di Bali Tewas Setelah Suntik Vaksin AstraZeneca Ternyata Penjahit

Pria di Bali Tewas Setelah Suntik Vaksin AstraZeneca Ternyata Penjahit

Bali | Selasa, 25 Mei 2021 | 06:35 WIB

Tambah 819 Pasien, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta 424.828

Tambah 819 Pasien, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta 424.828

Jakarta | Senin, 24 Mei 2021 | 22:56 WIB

Terjaring Operasi Tes Swab, Pasutri Kabur Saat Mau Diisolasi di Wisma Atlet

Terjaring Operasi Tes Swab, Pasutri Kabur Saat Mau Diisolasi di Wisma Atlet

News | Senin, 24 Mei 2021 | 23:25 WIB

WHO: 115 Ribu Petugas Kesehatan Meninggal Dunia Akibat Covid-19

WHO: 115 Ribu Petugas Kesehatan Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Health | Senin, 24 Mei 2021 | 22:15 WIB

Menteri PPPA: Relawan - Pendamping Korban Kekerasan Prioritas Terima Vaksin

Menteri PPPA: Relawan - Pendamping Korban Kekerasan Prioritas Terima Vaksin

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 01:30 WIB

Terkini

Cari Bedak Glad2Glow Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Cek 6 Pilihan Shadenya

Cari Bedak Glad2Glow Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Cek 6 Pilihan Shadenya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Usai Purbaya Dicopot! Cukai Minuman Berpemanis Bakal Berlaku di 2027, Pengusaha Gigit jari

Usai Purbaya Dicopot! Cukai Minuman Berpemanis Bakal Berlaku di 2027, Pengusaha Gigit jari

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Speak Up soal Karhutla, Bare Minimum yang Bisa Dilakukan Para Influencer

Speak Up soal Karhutla, Bare Minimum yang Bisa Dilakukan Para Influencer

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Gunung Sibayak Ditutup Sebulan, Pemulihan Ekosistem Jadi Fokus

Gunung Sibayak Ditutup Sebulan, Pemulihan Ekosistem Jadi Fokus

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Anak Buah Bahlil Ungkap Biang Kerok Antrean BBM di Bali: Jangkar Kapal Tersangkut

Anak Buah Bahlil Ungkap Biang Kerok Antrean BBM di Bali: Jangkar Kapal Tersangkut

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Bersihkan Wajah Tanpa Bikin Kering, Ini 4 Micellar Water Low pH Terbaik

Bersihkan Wajah Tanpa Bikin Kering, Ini 4 Micellar Water Low pH Terbaik

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Cuaca Terik? Ini Warna Baju yang Sebaiknya Dihindari agar Tidak Makin Kepanasan

Cuaca Terik? Ini Warna Baju yang Sebaiknya Dihindari agar Tidak Makin Kepanasan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas, Bahas Khusus Jerat Hukum Karhutla

Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas, Bahas Khusus Jerat Hukum Karhutla

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Sambut 5 Abad Jakarta, FIA Rallycross World Cup 2026 Digelar 5-6 Desember di Ancol

Sambut 5 Abad Jakarta, FIA Rallycross World Cup 2026 Digelar 5-6 Desember di Ancol

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Setiap Hari? Ini Aturannya!

Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Setiap Hari? Ini Aturannya!

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:46 WIB

×