Imbas Letusan Dahysat Gunung Nyiragongo, Sejumlah Anak di Kongo Hilang

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 26 Mei 2021 | 06:18 WIB
Imbas Letusan Dahysat Gunung Nyiragongo, Sejumlah Anak di Kongo Hilang
Penampakan Gunung Nyiragongo di Kongo sebelum meletus. (Foto: AFP)

Suara.com - Keluarga yang kehilangan anak-anak mereka setelah erupsi Gunung Nyiragongo di bagian timur Republik Demokratik Kongo akhir pekan lalu menunggu di luar sebuah rumah sakit di Goma, dengan harapan akan mendengar kabar tentang orang-orang yang mereka kasihi.

Para orang tua yang putus asa itu hari Selasa (25/5) mencari informasi tentang anak-anak mereka yang hilang setelah letusan gunung yang menewaskan sedikitnya 32 orang itu.

“Saya berada di sini karena sejak Sabtu lalu saya belum lagi bertemu dengan anak saya yang terpisah ketika gunung itu meledak,” ujar Neema Sifa, ibu seorang anak perempuan berusia sembilan tahun di RS Propinsi North-Kivu.

Lebih dari 170 anak-anak dikhawatirkan hilang, dan para pejabat UNICEF mengatakan mereka kini membentuk satu pusat singgah untuk membantu anak-anak tanpa pendamping pasca bencana alam itu.

“Kami bahkan mengirim komunikasi lewat radio, tetapi sayangnya kami tidak mendapat sinyal dari anak itu sehingga tidak tahu di mana ia berada. Kami sangat sedih,” ujar Amani Fiston Butondo, ayah seorang anak berusia enam tahun yang saat ini hilang.

Penampakan sebagian wilayah di Kongo usai tersapu aliran lava letusan Gunung Nyiragongo. (Foto: AFP)
Penampakan sebagian wilayah di Kongo usai tersapu aliran lava letusan Gunung Nyiragongo. (Foto: AFP)

UNICEF mengatakan erupsi Gunung Nyiragongo membuat sekitar 5.000 orang mengungsi dari Goma – suatu kota berpenduduk sekitar dua juta orang – menuju ke Rwanda. Dua puluh lima ribu lainnya mengungsi ke Sake, di Republik Demokratik Kongo barat laut.

Pada hari Minggu (23/5) ribuan penduduk telah kembali, tetapi sejumlah rumah di daerah-daerah dekat gunung itu tertutup lahar.

Erupsi Gunung Nyiragongo membuat langit gelap menjadi merah menyala dan lahar mengalir ke desa-desa yang menghancurkan lebih dari 500 rumah, kata para pejabat dan korban yang selamat.

Hingga laporan ini disampaikan daerah itu masih dalam keadaan siaga, beberapa gempa bumi masih dirasakan di Kongo dan Rwanda. (Sumber: VOA Indonesia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Nyiragongo Meletus: 15 Orang Tewas dan 25 Ribu Warga Mengungsi

Gunung Nyiragongo Meletus: 15 Orang Tewas dan 25 Ribu Warga Mengungsi

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 07:25 WIB

Ngeri! Gunung Nyiragongo di Kongo Meletus, Lahar Mengalir ke Jalanan Kota

Ngeri! Gunung Nyiragongo di Kongo Meletus, Lahar Mengalir ke Jalanan Kota

News | Senin, 24 Mei 2021 | 08:12 WIB

Gunung Nyiragongo Meletus, Ribuan Warga Kongo Mengungsi ke Rwanda

Gunung Nyiragongo Meletus, Ribuan Warga Kongo Mengungsi ke Rwanda

News | Minggu, 23 Mei 2021 | 12:23 WIB

Gunung Berapi Nyiragongo Meletus, Laharnya Tumpah Hingga Bandara

Gunung Berapi Nyiragongo Meletus, Laharnya Tumpah Hingga Bandara

News | Senin, 24 Mei 2021 | 08:22 WIB

Negara-negara Afrika Ikut Tangguhkan Vaksin AstraZeneca

Negara-negara Afrika Ikut Tangguhkan Vaksin AstraZeneca

News | Kamis, 18 Maret 2021 | 15:06 WIB

Benarkah Kemunculan Gunung Emas di Kongo Pertanda Hari Kiamat?

Benarkah Kemunculan Gunung Emas di Kongo Pertanda Hari Kiamat?

Jabar | Senin, 15 Maret 2021 | 20:03 WIB

Viral Warga Rebutan Gali Gunung Emas di Kongo Dikaitkan Hadits Tanda Kiamat

Viral Warga Rebutan Gali Gunung Emas di Kongo Dikaitkan Hadits Tanda Kiamat

Jatim | Senin, 15 Maret 2021 | 11:31 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB