Cerita Miris Bisnis Antar Makanan Dabbawala, Dulu Meraja Kini Merana

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 26 Mei 2021 | 06:51 WIB
Cerita Miris Bisnis Antar Makanan Dabbawala, Dulu Meraja Kini Merana
Seorang kurir Dabbawala melintas di jalanan Mumbai, India untuk mengantar makanan ke pelanggan. (Foto: AFP)

Suara.com - Sebutkan kata dabbawala, orang-orang India, khususnya mereka yang berada di Mumbai, pasti dengan mudah menjelaskan apa itu.

Dabbawala adalah bisnis antar makan siang yang luar biasa populer di kota itu. Jaringannya sangat luas sehingga mempekerjakan 5.000 pegawai atau kurir pada masa sebelum pandemi.

Namun itu cerita masa lalu. Sejak pandemi virus corona melanda India, bisnis itu sangat terpukul. Di berbagai cabangnya di kota itu, dabbawala kini hanya mempekerjakan total 350 pegawai.

Juru Bicara Dabbawala, Vishnu Kaldoke, mengatakan bisnis mereka turun hingga lima persen.

Sejumlah kurir Dabbawala di Mumbai bersiap mengantar pesanan makanan ke pelanggan. (Foto: AFP)
Sejumlah kurir Dabbawala di Mumbai bersiap mengantar pesanan makanan ke pelanggan. (Foto: AFP)

“Dulu kami mempekerjakan 5.000 kurir di Mumbai dan mereka biasa mengirimkan makan siang kepada sekitar 200.000 pelanggan. Saat ini, hanya ada 350 kurir yang bekerja dan hanya 3.000-3.500 paket makan siang yang diantar. Jika Anda memperhitungkan persentasenya, kami kini hanya mengerjakan lima persen dari pekerjaan kami sebelumnya. "

Berkat dabbawala, para pelanggannya – umumnya pekerja kantoran – bisa menikmati hidangan makan siang ala rumahan, atau memang dari rumah sendiri.

Dabbawala tidak mengantarkan makanan restoran. Mereka hanya mengantarkan makanan rumahan, dan umumnya dari rumah para pelanggannya sendiri. Ibu atau istri yang memasak di rumah, contohnya, menggunakan jasa dabbawala untuk mengantarkan makanan buatan mereka ke orang-orang yang tercinta tepat pada jam makan siang.

Tidak ada aplikasi ponsel khusus yang digunakan untuk menjalankan bisnis ini. Yang pasti bisnis ini berjalan karena rasa saling percaya. Pelanggan hanya cukup berkomunikasi melalui telepon dengan penyedia jasa antar itu, dan kemudian satu atau lebih dari pekerja akan datang dengan mobil, motor atau sepeda.

Dabbawala tidak hanya dapat dipercaya, tapi juga murah. Pelanggan hanya perlu mengeluarkan dana sekitar 800 rupee atau sekitar 11 dolar AS per bulan.

Angka kematian terkait COVID-19 di kota-kota besar, seperti Mumbai, daerah perkotaan terpadat di India, jauh lebih tinggi daripada rata-rata nasional. Fakta ini mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan lockdown dan pembatasan-pembatasan ketat lainnya untuk mengekang penyebaran virus corona. Walhasil, banyak orang tidak membutuhkan jasa ini.

Sejumlah warga Mumbai tengah mengikuti kelas Dabbawala. (Foto: AFP)
Sejumlah warga Mumbai tengah mengikuti kelas Dabbawala. (Foto: AFP)

Namun, menurunnya kebutuhan antar bukan satu-satunya masalah yang dihadapi oleh dabbawala. Para kurir mereka juga tidak diizinkan naik kereta karena kebijakan lockdown dan transportasi umum hanya terbuka untuk para pekerja esensial.

"Hanya ada dua cara bagi kami untuk mengirimkan makan siang, yakni sepeda dan kereta di Mumbai. Kami tidak diizinkan untuk naik kereta, saat ini, karena lockdown. Kami menghadapi banyak masalah dalam mengantarkan bekal makan siang ke pelanggan kami.”

Karena pembatasan-pembatasan itu, para dabbawala hanya bisa bersepeda atau bahkan kadang-kadang berjalan kaki sejauh 40-50 kilometer untuk mengantarkan makan siang.

Dengan jumlah kasus baru harian COVID-9 yang mulai menurun di Mumbai, para dabbawala berharap segala sesuatunya akan segera pulih ke situasi normal. (Sumber: VOA Indonesia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Jamur Hitam, Jamur Putih, Kini Waspadai Jamur Kuning di India!

Ada Jamur Hitam, Jamur Putih, Kini Waspadai Jamur Kuning di India!

Tekno | Rabu, 26 Mei 2021 | 05:30 WIB

Gawat! Wabah Infeksi Jamur Hitam India Sudah Menyebar ke Bangladesh

Gawat! Wabah Infeksi Jamur Hitam India Sudah Menyebar ke Bangladesh

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 20:45 WIB

Protes Petani India Tetap Berlangsung di Tengah Pandemi Covid-19

Protes Petani India Tetap Berlangsung di Tengah Pandemi Covid-19

Kaltim | Selasa, 25 Mei 2021 | 16:28 WIB

India Zona Merah Covid-19: Renault, Nissan, dan Hyundai Hentikan Produksi

India Zona Merah Covid-19: Renault, Nissan, dan Hyundai Hentikan Produksi

Otomotif | Selasa, 25 Mei 2021 | 15:50 WIB

Tertinggi Ketiga di Dunia! Angka Kematian Covid-19 India tembus 300 Ribu

Tertinggi Ketiga di Dunia! Angka Kematian Covid-19 India tembus 300 Ribu

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 15:01 WIB

Terkendala Covid-19 di Daratan, Pasangan India Menikah di Udara

Terkendala Covid-19 di Daratan, Pasangan India Menikah di Udara

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 15:40 WIB

Covid-19 India: Pesan Terakhir Ibu Hamil Sebelum Meninggal Dunia

Covid-19 India: Pesan Terakhir Ibu Hamil Sebelum Meninggal Dunia

Video | Selasa, 25 Mei 2021 | 13:00 WIB

Terkini

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:37 WIB

Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?

Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:45 WIB

Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit

Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:38 WIB

Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol

Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:34 WIB

DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik

DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:28 WIB

Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas

Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:20 WIB

Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Terungkap dari Istri Noel, Transparansi KPK Disorot

Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Terungkap dari Istri Noel, Transparansi KPK Disorot

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:19 WIB

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Ahmad Sahroni Ingatkan KPK: Jangan Sampai Kabur dan Cederai Institusi

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Ahmad Sahroni Ingatkan KPK: Jangan Sampai Kabur dan Cederai Institusi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:10 WIB

Kebakaran Rumah Kontrakan di Sunter Agung Jakarta Utara, Satu Keluarga Diselamatkan

Kebakaran Rumah Kontrakan di Sunter Agung Jakarta Utara, Satu Keluarga Diselamatkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:01 WIB

Kronologis Pesawat Air Canada Tabrak Kendaraan saat Mendarat di Bandara LaGuardia

Kronologis Pesawat Air Canada Tabrak Kendaraan saat Mendarat di Bandara LaGuardia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:01 WIB