Heboh Penemuan 215 Mayat Anak-anak di Gedung Bekas Sekolah Pribumi

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Minggu, 30 Mei 2021 | 15:49 WIB
Heboh Penemuan 215 Mayat Anak-anak di Gedung Bekas Sekolah Pribumi
Ilustrasi police line [Shutterstock]

Suara.com - Penemuan 215 mayat anak-anak di sebuah gedung lawas menggemparkan warga Kanada. Menyadur ABC 7 News Minggu (30/05), bangunan itu dulunya sekolah asrama pribumi terbesar di negara tersebut.

Dalam sebuah rilis, Kepala Rosanne Casimir dari Tk'emlups te Secwépemc First Nation yang menemukan ratusan mayat itu mengatakan temuannya sudah terkonfirmasi dengan bantuan radar penembus tanah.

Ia juga mengatakan, kemungkinan ada lebih banyak mayat yang terkubur di sekolah itu. Ia menyebut hal ini sebagai "kerugian tak terpikirkan yang dibicarakan tapi tidak pernah didokumentasikan di Kamloops Indian Residential School."

Dari abad ke-19 hingga 1970-an, lebih dari 150.000 anak 'Bangsa Pertama' diwajibkan sekolah di sini, asrama Kristen yang didanai negara sebagai program mengasimilasi warga pribumi ke dalam masyarakat Kanada.

Mereka dipaksa memeluk Kristen dan tidak diizinkan berbicara dengan bahasa asli mereka. Banyak yang dipukuli dan dilecehkan secara verbal dan jumlah kematiannya mencapai 6 ribu jiwa.

Ilustrasi sekolah. (Unsplash/Feliphe S)
Ilustrasi sekolah. (Unsplash/Feliphe S)

Pemerintah Kanada meminta maaf di Parlemen pada tahun 2008 dan mengakui bahwa pelecehan fisik dan seksual di sekolah memang merajalela.

Banyak siswa ingat pernah dipukuli karena berbicara dalam bahasa asli mereka; mereka juga kehilangan kontak dengan orang tua dan budaya mereka.

"Ini benar-benar memunculkan kembali sejarah sekolah tempat tinggal dan luka dari warisan genosida terhadap masyarakat Pribumi," kata Terry Teegee, ketua daerah Majelis Bangsa Pertama untuk British Colombia, Jumat.

Ratusan jenazah ini terdeteksi tanpa digali. Lisa Lapointe, kepala koroner di British Columbia, mengatakan penemuan ini berdekatan dengan bekas Sekolah Perumahan Indian Kamloops.

baca juga

"Kami sedang dalam proses awal untuk mengumpulkan informasi dan akan terus bekerja sama dengan Tk'emlúps te Secwépemc dan lainnya seiring dengan kemajuan pekerjaan sensitif ini," kata Lapointe,

"Kami menyadari kehancuran tragis dan memilukan yang ditimbulkan oleh sistem sekolah perumahan Kanada. atas begitu banyak orang, dan pikiran kita tertuju pada semua orang yang berduka hari ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilusi Melihat Orang Menyebrang, Mobil Pick Up Tabrak Pagar Sekolah

Ilusi Melihat Orang Menyebrang, Mobil Pick Up Tabrak Pagar Sekolah

Sumsel | Minggu, 30 Mei 2021 | 11:44 WIB

Kota Tangerang Simulasi Sekolah Tatap Muka SD dan SMP Pekan Depan

Kota Tangerang Simulasi Sekolah Tatap Muka SD dan SMP Pekan Depan

Banten | Minggu, 30 Mei 2021 | 07:05 WIB

Gegara Kasus Covid-19 Melonjak usai Lebaran, Pemkot Bekasi Tunda Tatap Muka 80 Sekolah

Gegara Kasus Covid-19 Melonjak usai Lebaran, Pemkot Bekasi Tunda Tatap Muka 80 Sekolah

Jabar | Sabtu, 29 Mei 2021 | 16:26 WIB

Terkini

Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 13:17 WIB

Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian

Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian

Bali | Senin, 14 September 2026 | 13:16 WIB

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:15 WIB

Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?

Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:15 WIB

Usut Kasus BJB, KPK Panggil Asisten Pribadi Ridwan Kamil

Usut Kasus BJB, KPK Panggil Asisten Pribadi Ridwan Kamil

News | Senin, 14 September 2026 | 13:14 WIB

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:11 WIB

Satu Korban Kapal Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Pemuda 22 Tahun Asal Malang

Satu Korban Kapal Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Pemuda 22 Tahun Asal Malang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:10 WIB

Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala

Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:10 WIB

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

Bola | Senin, 14 September 2026 | 13:08 WIB

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

×