Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Sebut Data Ganda Penerima Bansos Sudah Ada Sejak Era SBY

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 03 Juni 2021 | 20:20 WIB
Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Sebut Data Ganda Penerima Bansos Sudah Ada Sejak Era SBY
Mensos, Tri Rismaharini. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Nasdem Rudi Hartono menyebut data ganda penerima bantuan sosial (bansos) sudah ada sejak pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kala itu, Rudi kerap menerima aduan masyarakat yang tidak menerima bantuan padahal masuk ke dalam kategori penerima bantuan. Cerita Rudi tersebut berasal dari pengalamannya menjadi anggota DPR RI pada 10 tahun lalu. 

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kompleks Parlemen, Kamis (3/6/2021). 

"Saya ingin bercerita ini data mungkin yang double ini sudah 10 tahun yang lalu, Bu. Mungkin Ibu (Risma) dulu masih kadis, saya masih ketua DPR juga, Bu," katanya. 

Setiap masa reses, Rudi mengungkapkan, pihaknya kerap ditanya oleh warga soal nihilnya bantuan. Lalu warga lainnya juga bertanya soal adanya orang meninggal yang tetap mendapatkan bantuan. 

Kala itu, Rudi berupaya untuk melaporkan keresahan warga mulai dari tingkat dinas hingga kementerian terkait. Akan tapi tidak pernah ada solusinya.

"Waktu itu masa Pemerintahan SBY saya ingat, bu. Jadi banyak yang ngeluh terus gitu saya melapor ke dinas ke kementerian seperti kita pingpong gitu kan," ungkapnya. 

Meski sudah terjadi sejak era kepemimpinan SBY, Risma tetap mendapatkan batunya soal data ganda penerima bansos tersebut. Sebagai upaya, Risma pun sudah menidurkan 21 juta data ganda yang berhasil ditemukan. 

Tetapi, Rudi mengkritik soal data yang ditidurkan itu. Karena menurutnya, bisa saja data tersebut akan aktif kembali kalau hanya sebatas ditidurkan. 

baca juga

"Kalau yang sudah meninggal, ya, hapus, enggak mungkin ditidurkan lagi, Bu. Nah, jadi banyak yang seperti itu gitu," tuturnya. 

Kemudian, Rudi juga menyampaikan banyaknya warga yang mendapatkan bantuan ganda karena pindah alamat. Semisal ia dari Jakarta lalu pindah ke Tangerang, maka ia bisa saja mendapatkan bantuan dari dua wilayah itu. 

Rudi meminta Risma agar serius menangani data ganda penerima bansos tersebut. Kalau dibiarkan, bisa saja terjadi korupsi secara sistematik. 

"Nah dan ini harus benar-benar, Bu. Karena kalau tidak, 21 juta (data ganda) ibu bilang dikalikan berapa ratus ribu penerima bantuan, uangnya berapa ratus miliar kan, bu, korupsi secara sistematik ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Ditekan Gegara Bongkar Data Ganda Penerima Bansos, Komisi VIII Telusuri Sosoknya

Mensos Ditekan Gegara Bongkar Data Ganda Penerima Bansos, Komisi VIII Telusuri Sosoknya

News | Kamis, 03 Juni 2021 | 19:21 WIB

Ditekan Usai Bongkar Data Ganda Penerima Bansos, Mensos Risma Langsung Lapor Jokowi

Ditekan Usai Bongkar Data Ganda Penerima Bansos, Mensos Risma Langsung Lapor Jokowi

News | Kamis, 03 Juni 2021 | 19:02 WIB

Mensos Risma Mengaku Dapat Tekanan Saat Bongkar 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos

Mensos Risma Mengaku Dapat Tekanan Saat Bongkar 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos

News | Kamis, 03 Juni 2021 | 18:34 WIB

Terkini

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:56 WIB

Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet

Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:55 WIB

Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari

Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:52 WIB

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:45 WIB

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:38 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:36 WIB

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:35 WIB

×