alexametrics

Jakarta Diprediksi Tenggelam 2050, Pakar: Segera Tegakkan Aturan Tata Ruang!

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani
Jakarta Diprediksi Tenggelam 2050, Pakar: Segera Tegakkan Aturan Tata Ruang!
Kepadatan pemukiman penduduk terlihat dari ketinggian di salah satu kawasan di Jakarta, Rabu (28/9/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Pakar mengatakan tenggelamnya Jakarta dalam waktu dekat bukan hal yang mustahil jika tidak segera berbenah.

Suara.com - Prediksi mengenai tenggelamnya Jakarta telah menjadi perhatian publik. Apalagi, prediksi terbaru mengungkap Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050.

Prediksi itu diungkap berdasarkan laporan yang dirilis oleh Fitch Solutions Country Risk & Industry Research. Dalam laporan itu, Jakarta diprediksi tenggelam tahun 2050 akibat sejumlah persoalan yang dihadapi saat ini.

Pakar Tata Ruang UGM, Bambang Hari Wibisono langsung memberikan peringatan. Ia mengatakan tenggelamnya Jakarta dalam waktu dekat bukan hal yang mustahil jika tidak segera berbenah.

"Saya kira ini bukan sesuatu yang mustahil, tapi keniscayaan yang akan terjadi kalau Jakarta tidak secara cermat melakukan pengelolaan pembangunannya. Ini suatu peringatan yang kita perlu perhatikan," tegasnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Situs Bermasalah, Disdik DKI Hentikan Sementara Pendaftaran PPDB 2021

Bambang mendesak pemerintah segera menegakkan aturan tata ruang secara ketat. Apalagi, prediksi ini merupakan ancaman serius bagi nasib masa depan masyarakat ibu kota yang harus segera ditangani.

"Tata ruang harusnya sudah mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang merupakan kawasan budi daya yang bisa dikembangkan dan mana kawasan yang memiliki fungsi lindung," saran Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, prediksi Jakarta tenggelam telah menjadi perhatian serius para ahli sejak 10 hingga 15 tahun lalu.

Sejumlah ahli bahkan sudah kerap memberikan peringatan dan saran yang harus dilakukan untuk mencegah bencana itu.

Salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan sejauh ini memang menggunakan instrumen penataan ruang secara ketat.

Baca Juga: Tiga Kali Uji Coba, Pemprov DKI Klaim Pesepeda Road Bike Alami Peningkatan

Bambang mencontohkan, pembangunan fisik di Jakarta selama ini hanya mempertimbangkan soal kapasitas atau daya tampung. Padahal, yang terpenting adalah serius memikirkan tentang daya dukung.

Komentar