Jokowi Minta Sekolah Dibuka Dengan Kapasitas 25 persen, Wagub DKI Anggap Enteng

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 08 Juni 2021 | 18:21 WIB
Jokowi Minta Sekolah Dibuka Dengan Kapasitas 25 persen, Wagub DKI Anggap Enteng
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Universitas Al Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2021). [Dok. Humas Pemprov DKI]

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka sekolah dengan kapasitas 25 persen. Bahkan, dia menganggap enteng permintaan tersebut.

Menurutnya, permintaan Jokowi mudah saja dilakukan. Sebab, dalam sebulan terakhir pihaknya sudah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 50 persen siswa di sekolah.

"Kalau 25 persen lebih mudah. Kan 50 persen (uji coba PTM) malah lebih mudah, lebih kecil," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/5/2021).

Riza pun menyebut, pihaknya akan mempertimbangkan permintaan dari Jokowi itu. Nantinya menjelang Juli, ia akan mengadakan rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI dan pihak lainnya.

"Kalau memang 25 persen yang terbaik, kenapa tidak? Kita dukung masukan dari Pak Presiden, pemerintah pusat. Nanti kita akan diskusikan bersama Forkompimda bersama epidemiolog," tuturnya.

Nantinya saat pembukaan sekolah, ia juga akan mempertimbangkan kondisi penularan Covid-19 di ibu kota. Tujuannya demi kemanan dan kesehatan pelaksanaan PTM.

"Tentu ini menjadi perhatian kita semua. Cuma, kita memastikan pendidikan bagi anak anak kita sesuatu yang penting. Memastikan kesehatan, ekonomi," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan arahan Presiden Jokowi jelang pembukaan kegiatan belajar mengajar tatap muka pada Juli 2021 mendatang.

Kepala Negara meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan pihak terkait untuk lebih berhati-hati.

baca juga

"Bapak presiden tadi mengarahkan, pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstra hati hati," ujar Budi usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Senin (7/6/202).

Dia menuturkan, nantinya metode pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas. Yakni maksimal berisikan 25 persen dari murid yang hadir dan dilakukan maksimal dua hari dalam seminggu.

"Tatap mukanya dilakukan tatap muka secara terbatas. Terbatasnya itu apa? Pertama, hanya boleh maksimal 25 persen dari murid yang hadir. Tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh maksimal melakukan tatap muka," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Coba PTM Terbatas di Sekolah Ini Hanya Diikuti 1 Siswa

Uji Coba PTM Terbatas di Sekolah Ini Hanya Diikuti 1 Siswa

Jabar | Senin, 07 Juni 2021 | 21:10 WIB

Nyawa Lebih Penting, PTM Terbatas Bakal Pertimbangkan Kasus Covid-19

Nyawa Lebih Penting, PTM Terbatas Bakal Pertimbangkan Kasus Covid-19

Jabar | Senin, 07 Juni 2021 | 15:45 WIB

Saat PTM Dibuka, Ini Tips Aman Anak Kembali ke Sekolah

Saat PTM Dibuka, Ini Tips Aman Anak Kembali ke Sekolah

Surakarta | Senin, 07 Juni 2021 | 10:36 WIB

Terkini

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Jangan Korbankan Pedagang! Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Buka-bukaan Dokumen Pasar Shopping Metro

Jangan Korbankan Pedagang! Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Buka-bukaan Dokumen Pasar Shopping Metro

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:31 WIB

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

×