Soal KRI Nanggala-402, Al Araf: Kenapa Lebih Milih Merawat daripada Beli Baru?

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 09 Juni 2021 | 14:07 WIB
Soal KRI Nanggala-402, Al Araf: Kenapa Lebih Milih Merawat daripada Beli Baru?
Ilustrasi--Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. [Antara/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan Al Araf menerangkan kalau persoalan kondisi kapal selam KRI Nanggala-402 bukan karena anggaran yang kurang. Akan tetapi, lebih kepada skala prioritasnya yang keliru. 

"Saya melihat ada upaya melihat proses persoalan Nanggala itu seolah-olah salahnya adalah karena anggaran kurang. Padahal kalau kita lihat persoalan Nanggala, basis dasar problemnya bukan karena persoalan angggaran tapi skala prioritasnya yang salah," kata Al Araf dalam diskusi bertajuk Kalutnya Rencana Pembelian Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun secara virtual, Rabu (9/6/2021). 

Al Araf mengungkap kalau KRI Nanggala-402 mulai dikategorikan sebagai alutsista yang tidak layak pakai sejak 2007. Sehingga pemerintah dihadapkan dengan dua pilihan antara membeli baru atau merawatnya dengan benar. 

Pemerintah pun memilih untuk merawatnya meskipun dikatakan Al Araf caranya tidak tepat. 

"Harusnya merawatnya di Jerman, ini merawatnya di Korea Selatan. Sehingga itu jadi problem," ujarnya.

Biaya perawatan yang digelontorkan pemerintah saat itu mencapai Rp 1 triliun dari 2009 sampai 2012. Padahal, perawatan itu juga memiliki waktu terbatas antara 5 hingga 10 tahun. 

Sementara kalau pemerintah membeli kapal baru semisal harganya Rp 3 triliun dengan skema utang, masa usia pemakaiannya bisa sampai 25 atau 30 tahun. 

"Artinya kalau pada saat itu Indonesia lebih memilih alat baru kapal selamnya sesungguhnya jauh lebih untung gitu loh ketimbang merawat dengan nilai Rp 1 triliun ketimbang beli baru yang nilai Rp 3 triliun jangka waktunya lebih lama," ujarnya. 

Situasi itu pula yang membuat Al Araf bertanya-tanya kepada pemerintah dan DPR yang lebih senang melakukan perawatan dan retrofit ketimbang membeli alutsista baru. 

baca juga

"Mengapa anda lebih senang memilih perawatan dan retrofit bukan membeli sesuatu yang baru. Karena retrofit dan perawatan banyak permainan dan skandal."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donasi Kapal Selam UAS Diungkit, Dewi Tanjung: Mana Tanggung Jawabmu

Donasi Kapal Selam UAS Diungkit, Dewi Tanjung: Mana Tanggung Jawabmu

Riau | Jum'at, 28 Mei 2021 | 08:30 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 33 Miliar untuk Beasiswa 86 Anak Awak KRI Nanggala 402

Pemerintah Kucurkan Rp 33 Miliar untuk Beasiswa 86 Anak Awak KRI Nanggala 402

News | Kamis, 27 Mei 2021 | 07:15 WIB

Momen Kerinduan Putra Awak KRI Nanggala 402, Tak Mau Foto Ayahnya Digantung

Momen Kerinduan Putra Awak KRI Nanggala 402, Tak Mau Foto Ayahnya Digantung

Hits | Minggu, 23 Mei 2021 | 17:08 WIB

UAS Galang Dana Palestina, Denny Siregar: Apa Kabar Donasi Kapal Selam?

UAS Galang Dana Palestina, Denny Siregar: Apa Kabar Donasi Kapal Selam?

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Mei 2021 | 16:14 WIB

Terkini

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:41 WIB

AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran

AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:33 WIB

Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar

Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:12 WIB

Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri

Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:11 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:57 WIB

27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band

27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:46 WIB

ASN DKI Boleh Masuk Kerja Jam 12 demi Antar Anak Sekolah, Wajib Kirim Foto Bukti!

ASN DKI Boleh Masuk Kerja Jam 12 demi Antar Anak Sekolah, Wajib Kirim Foto Bukti!

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:37 WIB

Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup

Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:29 WIB

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

×