Ramah Lingkungan, Kelompok Binaan Balai Tanagupa Buat 35 Ribu Ecopolybag

Fabiola Febrinastri

Minggu, 13 Juni 2021 | 17:06 WIB
Ramah Lingkungan, Kelompok Binaan Balai Tanagupa Buat 35 Ribu Ecopolybag
Pembuatan ecopolybag di Kayong Utara. (Dok: KLHK)

Suara.com - Kelompok Sinar Baru, Kelompok Lubuk Tapah, dan Kelompok Kayek Melayet Besame melakukan penandatanganan kesepakatan kerja/kontrak kerja pembuatan ecopolybag dari bambu dengan Yayasan Asri. Ketiganya merupakan kelompok kemitraan konservasi binaan Balai Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa).

Penandatanganan dilakukan di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Jumat (11/6/2021). Besaran nilai kontraknya adalah 35 ribu buah ecopolybag bambu untuk 5 bulan.

Kepala Balai Tanagupa, M. Ari Wibawanto menyampaikan, dalam satu tahun terakhir, pihaknya telah mendorong dan menginisiasi penggunaan ecopolybag yang lebih ramah lingkungan dibanding polybag, yang terbuat dari bahan plastik untuk kegiatan rehabilitasi hutan di kawasan taman nasional.

Untuk mendukung upaya tersebut, Balai Tanagupa mendorong kelompok-kelompok Kemitraaan Konservasi binaan Balai Tanagupa untuk membuat ecopolybag dari bahan baku bambu, yang merupakan salah satu produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berasal dari zona tradisional Taman Nasional Gunung Palung.

“Pembuatan ecopolybag merupakan langkah nyata dari pemerintah melalui Balai Taman Nasional Gunung Palung, untuk mengurangi penggunaan bahan plastik dalam kegiatan rehabilitasi kawasan hutan dan diharapkan dengan melibatkan para anggota kelompok binaan kami dalam memproduksi ecopolybag dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Tanagupa," katanya.

Langkah nyata ini diharapkan dapat didukung dan diikuti oleh seluruh stakeholder yang berkepentingan, sehingga kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan dapat berjalan tanpa adanya sampah plastik. Balai Tanagupa akan terus mendorong kelompok-kelompok kemitraan konservasi binaannya untuk mampu membuat ecopolybag dari bahan-bahan baku HHBK, yang tidak hanya dari bambu, tapi juga dari jenis lainnya seperti nipah, pandan atau jenis organik lainnya.

"Kami pun menjamin dan memastikan bahwa seluruh ecopolybag yang dihasilkan oleh anggota kelompok dibeli dan diserap untuk kegiatan rehabilitasi hutan yang lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, kami pun menyediakan tempat di Pusat Informasi Balai Tanagupa Sukadana Kayong Utara untuk melatih para anggota kelompok agar dapat membuat ecopolybag yang baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan ASRI, Nur Febriani dalam keterangannya menyampaikan, pihaknya membutuhkan sebanyak kurang lebih 95 ribu buah ecopolybag untuk mendukung upaya rehabilitasi yang akan dilakukan tahun ini.

"Oleh karena itu, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Tanagupa yang telah melakukan inisiasi pembuatan ecopolybag dari bambu. Setelah melakukan beberapa kali riset dan percobaan, ecopolybag yang digagas dan diinisiasi oleh Balai Tanagupa merupakan salah satu ecopolybag yang layak untuk digunakan dalam kegiatan rehabilitasi, sehingga kegiatan rehabilitasi yang kami lakukan menjadi lebih ramah lingkungan dan tanpa limbah plastik," ungkapnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Bakal Kotori Lingkungan, Masker Ini Bisa Berubah Jadi Bunga saat Ditanam

Tak Bakal Kotori Lingkungan, Masker Ini Bisa Berubah Jadi Bunga saat Ditanam

Lifestyle | Minggu, 13 Juni 2021 | 12:53 WIB

Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta Sambut Kelahiran Bayi Orangutan

Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta Sambut Kelahiran Bayi Orangutan

News | Minggu, 13 Juni 2021 | 08:12 WIB

KLHK Buru Pemodal Pembalak Liar Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang

KLHK Buru Pemodal Pembalak Liar Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang

Riau | Sabtu, 12 Juni 2021 | 17:00 WIB

Badak dan Elang Jawa Lahir Bukti Pemerintah Serius Lestarikan Satwa Endemik

Badak dan Elang Jawa Lahir Bukti Pemerintah Serius Lestarikan Satwa Endemik

Bisnis | Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:13 WIB

Cegah Karhutla, KLHK Luncurkan Teknologi Modifikasi Cuaca

Cegah Karhutla, KLHK Luncurkan Teknologi Modifikasi Cuaca

Bisnis | Jum'at, 11 Juni 2021 | 17:37 WIB

Menteri Siti Nurbaya Terima Anugerah Kearsipan dari ANRI

Menteri Siti Nurbaya Terima Anugerah Kearsipan dari ANRI

News | Kamis, 10 Juni 2021 | 10:31 WIB

Terkini

Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur

Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:05 WIB

Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam

Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:04 WIB

Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus

Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 00:03 WIB

Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar

Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 23:06 WIB

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:36 WIB

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:22 WIB

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:44 WIB

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:23 WIB

×