Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Wilayah Kekuasaan, dan Masa Kejayaan

Rifan Aditya

Kamis, 17 Juni 2021 | 20:25 WIB
Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Wilayah Kekuasaan, dan Masa Kejayaan
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya - Aksara Pallawa di prasasti Kedukan Bukit [istimewa]

Suara.com - Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim bercorak Budha terbesar di Indonesia. Pada masa kejayaannya, Sriwijaya menguasai perdagangan di jalur utama Selat Malaka.

Meskipun terletak di tepian Sungai Musi, Palembang, Sumatera Utara, Sriwijaya memiliki hubungan yang erat dengan Jawa, terutama karena relasi raja-rajanya yang berasal dari Jawa.

Pendirinya, Raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa diketahui mendirikan Sriwijaya usai melakukan perjalanan suci yang disebut siddhayatra menggunakan perahu dengan pasukan sebanyak 20.000 orang.

Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Dilansir dari buku Sejarah 8 Kerajaan karya Siti Nur Aidah dan penerbit Karya Bakti Makmur Indonesia, Kerajaan Sriwijaya lahir pada abad ke 7 Masehi. Keterangan ini tertulis pada sebuah prasasti yang ditemukan di Kota Kapur, Mendo Barat, Bangka.

Meski letak kerajaan Sriwijaya sempat diperdebatkan, akhirnya diduga kuat bahwa Kerajaan bercorak Budha ini berpusat di tepian Sungai Musi. Alasannya, enam dari 12 prasastinya, bahkan yang tertua, ditemukan di daerah Palembang.

Keenam prasasti itu adalah Prasasti Kedukan Bukit (682 Masehi), Talang Tuo (684 Masehi), Prasasti Telaga Batu, Boom Baru, Kambang Unglen 1, dan Kambang Unglen 2.

Wilayah Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya

Masih dari sumber yang sama, wilayah kekuasaan Sriwijaya meliputi daerah Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, dan Jambi. Sementara kiprahnya dikenal sampai ke wilayah Semenanjung Malaya dan india Timur.

baca juga

Kekuasaan Sriwijaya di Sumatera ini diperkuat dengan penemuan prasasti berbahasa Melayu Kuno oleh seorang Arkeolog Prancis Bernama George Coedes. Prasasti Kedukan Bukit dan Karang Brahi ini ditemukan di pedalaman Jambi dan Kota Kapur

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya mencapai puncaknya di abad ke-9 saat dipimpin oleh Balaputradewa. Pada masa ini pula Selat Malaja sebagai jalur utama perdagangan berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.

Puncak kejayaan ini juga terlihat dari beberapa bidang lain seperti politik, ekonomi, maritime serta penguasaan wilayah.

Pengaruh Kerajaan Sriwijaya bahkan mencapai Thailand dan Kamboja yang dibuktikan dengan Pagoda Borom That di wilayah Chaiya, Thailand yang memiliki gaya arsitektur Sriwijaya.

Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Belanda 1891 Cilenggang, Saksi Bisu Penjajahan Belanda dan Mitos Noni Belanda

Rumah Belanda 1891 Cilenggang, Saksi Bisu Penjajahan Belanda dan Mitos Noni Belanda

Jakarta | Kamis, 17 Juni 2021 | 19:29 WIB

Pertempuran Ambarawa: Waktu Kejadian dan Kronologinya

Pertempuran Ambarawa: Waktu Kejadian dan Kronologinya

News | Rabu, 16 Juni 2021 | 15:17 WIB

Asal Usul Kubu Raya, Kabupaten Termuda di Kalimantan Barat hingga Nama Unik

Asal Usul Kubu Raya, Kabupaten Termuda di Kalimantan Barat hingga Nama Unik

Kalbar | Rabu, 16 Juni 2021 | 15:08 WIB

Terkini

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×