Meski Masih Teratas, Elektabilitas Prabowo Turun Dibandingkan Hasil Pilpres 2019

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 17 Juni 2021 | 21:45 WIB
Meski Masih Teratas, Elektabilitas Prabowo Turun Dibandingkan Hasil Pilpres 2019
Prabowo Subianto. (Foto: Instagram)

Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memperoleh elektabilitas tertinggi pada hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Mantan Danjen Kopassus ini memperoleh elektabilitas 23,5 persen.

Meski begitu, angka tersebut lebih kecil ketimbang perolehan suara pada Pemilihan Presiden 2019. 

Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, pada saat Pilpres 2019, Prabowo memperoleh suara dukungan mencapai 44,5 persen. Dengan dibandingkan perolehan saat ini, Prabowo sudah kehilangan setengah suara dukungan. 

"Dukungan Prabowo sudah merosot mencapai di atas 20 persen dibanding 2019," kata Adjie dalam paparannya yang disiarkan langsung melalui YouTube Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga pada Kamis (17/6/2021). 

Adjie juga mengungkapkan, adanya resistensi Prabowo sebagai capres pada segmen politik tertentu, salah satunya ialah soal keterlibatannya pada Tragedi Kerusuhan Mei 1998. Isu itu selalu muncul setiap kali Prabowo maju ke pemilihan presiden. 

"Bukan hal yang baru lagi sejak Prabowo muncul sebagai cawapres 2009, capres 2014, capres 2019, kasus politik 98 terus dimunculkan kembali," ujarnya. 

Kemudian, Adjie mengatakan, ada kemungkinan resisten pada segmen pemilih. Di mana mereka yang sempat memilih Prabowo di Pilpres 2019 akhirnya berbalik melawan Prabowo, karena kecewa dengan keputusan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut yang memilih bergabung ke Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). 

Aura kekalahan juga menjadi resisten bagi Prabowo. Sudah tiga kali ia maju dalam perhelatan pemilihan presiden tetapi tidak ada satupun yang berhasil. 

"Jadi, memang memunculkan pesimisme, satu hal secara psikologis yang sulit untuk dibantah Prabowo karena aura kekalahannya yang dilihat publik," jelasnya. 

Terakhir, resisten Prabowo apabila maju di Pilpres 2024 ialah kasus korupsi yang menyeret nama Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Edhy Prabowo. Seperti yang publik ketahui keduanya memiliki kedekatan baik di dalam atau pun di luar partai politik. 

"Ini juga bisa memengaruhi image-nya (Prabowo) dalam pertarungan berikutnya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Untung Rugi Megawati, Jika PDI Perjuangan Usung Ganjar Maju Jadi Capres 2024

Begini Untung Rugi Megawati, Jika PDI Perjuangan Usung Ganjar Maju Jadi Capres 2024

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 21:25 WIB

Survei LSI: PDIP Bisa Tumbang di Pilpres 2024 Kalau Calonkan Puan Maharani

Survei LSI: PDIP Bisa Tumbang di Pilpres 2024 Kalau Calonkan Puan Maharani

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 17:53 WIB

PDIP Pekanbaru Sebut Puan Maharani Cocok Maju Capres 2024, Ini Alasannya

PDIP Pekanbaru Sebut Puan Maharani Cocok Maju Capres 2024, Ini Alasannya

Riau | Kamis, 17 Juni 2021 | 17:51 WIB

Terkini

Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus

Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:55 WIB

Tol MBZ Sempat Ditutup Akibat Lonjakan 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas: Puncak Arus Masih Tinggi

Tol MBZ Sempat Ditutup Akibat Lonjakan 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas: Puncak Arus Masih Tinggi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:46 WIB

Data Kemenag: Hilal Belum Penuhi Kriteria MABIMS, 1 Syawal 1447 H Masih Tunggu Sidang Isbat

Data Kemenag: Hilal Belum Penuhi Kriteria MABIMS, 1 Syawal 1447 H Masih Tunggu Sidang Isbat

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:40 WIB

Soroti Perbedaan Inisial Pelaku Air Keras Andrie Yunus, Ubedilah Badrun: Koordinasi TNI-Polri Kacau

Soroti Perbedaan Inisial Pelaku Air Keras Andrie Yunus, Ubedilah Badrun: Koordinasi TNI-Polri Kacau

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:36 WIB

Jelang Sidang Isbat: MUI Ingatkan Potensi Lebaran Berbeda, Umat Diminta Tak Saling Menyalahkan

Jelang Sidang Isbat: MUI Ingatkan Potensi Lebaran Berbeda, Umat Diminta Tak Saling Menyalahkan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:14 WIB

Sekretariat Wapres Dorong UMKM dan Pelaku Ekonomi Perempuan Naik Kelas

Sekretariat Wapres Dorong UMKM dan Pelaku Ekonomi Perempuan Naik Kelas

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:03 WIB

Hasto Ungkap Isi Pertemuan 2 Jam Prabowo-Megawati di Istana

Hasto Ungkap Isi Pertemuan 2 Jam Prabowo-Megawati di Istana

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 17:36 WIB

Begini Persiapan Warga Iran Rayakan Lebaran 2026 di Tengah Gempuran AS-Israel

Begini Persiapan Warga Iran Rayakan Lebaran 2026 di Tengah Gempuran AS-Israel

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 17:30 WIB

Kenapa Pengumuman Sidang Isbat Sering Molor? Ini Penjelasan Kementerian Agama

Kenapa Pengumuman Sidang Isbat Sering Molor? Ini Penjelasan Kementerian Agama

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:57 WIB

PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas

PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:51 WIB