Dizalimi Partai Sendiri, Ganjar Pranowo Disebut Kecipratan Tambahan Elektabilitas

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 18 Juni 2021 | 07:04 WIB
Dizalimi Partai Sendiri, Ganjar Pranowo Disebut Kecipratan Tambahan Elektabilitas
Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau vaksinasi untuk lansia di Puskesmas Kaligangsa, Kota Tegal, Kamis (10/6/2021). [Dok Pemprov Jateng]

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dianggap bakal kecipratan naiknya elektabilitas dari kisruh internal PDI Perjuangan beberapa waktu lalu. Hal tersebut dikarenakan Ganjar terbingkai sebagai sosok yang terzalimi dari tokoh-tokoh PDIP yang lebih memilih Puan Maharani untuk diusung pada Pilpres 2024.

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby melihat kisruh internal PDIP tersebut justru menjadi satu peluang menambah elektabilitas pihak terzalimi.

"Kalau kita lihat, ya, memang itu adalah momentum seperti itu menjadi satu peluang untuk lompatan elektabilitas calon-calon yang merasa dizalimi," kata Adjie dalam paparannya yang disiarkan langsung melalui YouTube Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga pada Kamis (17/6/2021).

Adjie lantas mencontohkan dengan momentum Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pernah disebut jenderal kekanak-kanakan oleh almarhum Taufik Kiemas pada 2004.

Kala itu, nama SBY mendadak populer karena mendirikan Partai Demokrat dan menjadi tokoh potensial untuk maju ke pemilihan presiden.

Saat itu, istri dari Taufik Kiemas yakni Megawati Soekarnoputri juga memiliki keinginan untuk menjadi presiden dua periode.

Olok-olokan tersebut justru menjadi efek positif untuk SBY dan negatif bagi Megawati. Karena elektabilitas SBY setelah kejadian tersebut malah terus merangkak naik.

Situasi itu juga berlaku bagi Ganjar dan Puan di mana Gubernur Jawa Tengah tersebut dikabarkan tidak diundang pada acara PDIP di wilayahnya sendiri. Itu dilanjutkan dengan pernyataan-pernyataan sejumlah kader senior PDIP yang seolah mengganjal proses Ganjar untuk menjadi presiden.

"Publik juga saya pikir (sebagai) pemilih dalam posisi ini akan menilai mana yang dizalimi, mana yang menzalimi," tuturnya.

Karena itu pula Adjie menilai kalau Ganjar mengeruk keuntungan secara elektoral karena posisinya dizalimi sebagai kader oleh partainya sendiri. Kendati demikian, segala kemungkinan bisa terjadi di dalam dunia politik.

Bukan tidak mungkin kalau nantinya Megawati malah mengusung Ganjar di Pilpres 2024.

"Saya pikir peluang itu sangat masih cukup terbuka karena putusan akhirnya tetap di Queen Maker ibu Mega dan PDIP punya historis juga memutuskan tokoh di luar pemilik partai."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Untung Rugi Megawati, Jika PDI Perjuangan Usung Ganjar Maju Jadi Capres 2024

Begini Untung Rugi Megawati, Jika PDI Perjuangan Usung Ganjar Maju Jadi Capres 2024

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 21:25 WIB

PDIP Pekanbaru Sebut Puan Maharani Cocok Maju Capres 2024, Ini Alasannya

PDIP Pekanbaru Sebut Puan Maharani Cocok Maju Capres 2024, Ini Alasannya

Riau | Kamis, 17 Juni 2021 | 17:51 WIB

Umat Kecewa, PA 212 Tak Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024

Umat Kecewa, PA 212 Tak Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024

Sumbar | Kamis, 17 Juni 2021 | 17:22 WIB

Warning Kader, PDIP Tegaskan Tak Ada Keputusan Persilakan Ganjar Cari Parpol Lain

Warning Kader, PDIP Tegaskan Tak Ada Keputusan Persilakan Ganjar Cari Parpol Lain

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 16:22 WIB

Ganjar Pranowo: 440 Perusahaan di Jateng Babak-belur di Hajar Covid-19

Ganjar Pranowo: 440 Perusahaan di Jateng Babak-belur di Hajar Covid-19

Jawa Tengah | Kamis, 17 Juni 2021 | 15:10 WIB

Big Boss Parpol: Megawati, Prabowo dan Airlangga jadi King/Queen Maker Pilpres 2024

Big Boss Parpol: Megawati, Prabowo dan Airlangga jadi King/Queen Maker Pilpres 2024

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 14:53 WIB

440 Perusahaan di Jateng Babak Belur Dihajar Corona

440 Perusahaan di Jateng Babak Belur Dihajar Corona

Bisnis | Kamis, 17 Juni 2021 | 14:21 WIB

Terkini

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:33 WIB

Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak

Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:28 WIB

Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara

Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:23 WIB

Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global

Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:10 WIB

Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku

Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:09 WIB

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:57 WIB

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:51 WIB

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:48 WIB

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:35 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB