Indonesia Darurat Covid-19, Pemerintah Pusat Masih Nekat Dorong Sekolah Dibuka

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:50 WIB
Indonesia Darurat Covid-19, Pemerintah Pusat Masih Nekat Dorong Sekolah Dibuka
Ilustrasi-Simulasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Solo, Jawa Tengah. [ANTARA/Aris Wasita]

Suara.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tetap mendorong sekolah dibuka untuk pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek Iwan Syahril mengatakan, PTM terbatas akan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, sehingga harus diupayakan segera.

"Kemendikbudristek dan Kemenag terus mendorong PTM terbatas, setelah sekolah memenuhi persyaratan di SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 menteri. Hal ini kita patuhi dengan disiplin dan mematuhi prokes untuk bagaimana mencari strategi kebiasaan baru di masa pandemi ini," kata Iwan dalam Peluncuran Program Guru Belajar dan Berbagi, Jumat (18/6/2021).

Iwan menyebut, kebijakan tersebut dipilih untuk menyelamatkan anak dari ketertinggalan pelajaran dan berbagai masalah pembelajaran jarak jauh (PJJ), seperti kondisi mental pelajar maupun tekanan psikososial hingga kekerasan dalam rumah tangga.

"Pertimbangan utamanya adalah kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, sekaligus mnengurangi dampak negatif psikologi perkembangan anak, kemampuan secara sosio-emosional dan kognitif dan learning loss," jelasnya.

Meski begitu, dia menegaskan, izin orang tua tetap menjadi kunci utama penyelenggaran PTM terbatas, sekolah wajib tetap menyediakan layanan PJJ.

"Orang tua atau wali tetap boleh untuk memilih apakah anak-anaknya melakukan PTM terbatas atau melaksanakan pembelajaran jarak jauh," katanya.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan tidak setuju dengan rencana pembukaan sekolah untuk PTM di masa pandemi Covid-19. Ketidaksetujuan tersebut disampaikan mengingat laju penularan atau positivity rate masih di atas 5 persen, sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"IDAI jelas tidak, kami mendorong untuk sekolah tatap muka karena ini adalah human capital, namun ada syarat pertamanya, positivity rate harus di bawah 5 persen, saat ini positivity rate kita 37 persen," kata Ketua IDAI Prof Dr Aman Bhakti Pulungan dalam jumpa pers virtual, Jumat (18/6/2021).

baca juga

Diketahui, Mendikbudristek Nadiem Makarim mendorong sekolah untuk mulai dibuka sejak saat ini dengan mengikuti panduan prokes dari SKB 4 Menteri tanggal 30 Maret 2021.

Sebagai informasi, per 18 Juni 2021 jumlah guru dan tenaga pendidik yang sudah divaksin dosis pertama adalah 1.940.440 orang dan dosis kedua sebanyak 1.176.592 orang. Jumlah tersebut masih jauh dari total sasaran vaksinasi tenaga pendidik yang mencapai 5.058.582 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angka Kematian Anak Indonesia Akibat Covid-19 Tertinggi di Dunia

Angka Kematian Anak Indonesia Akibat Covid-19 Tertinggi di Dunia

News | Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:28 WIB

Resmi! Muhammadiyah Minta Sekolah Ditutup karena COVID-19 Indonesia Memburuk

Resmi! Muhammadiyah Minta Sekolah Ditutup karena COVID-19 Indonesia Memburuk

Bekaci | Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:03 WIB

Tren Kasus Covid-19 Tinggi, Pemda DIY Batalkan Pembelajaran Tatap Muka

Tren Kasus Covid-19 Tinggi, Pemda DIY Batalkan Pembelajaran Tatap Muka

Jogja | Jum'at, 18 Juni 2021 | 15:11 WIB

Terkini

Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi

Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:53 WIB

MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman

MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:51 WIB

Skandal Rp34,6 T Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Bakal Tuntas atau Mandek di Kejagung?

Skandal Rp34,6 T Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Bakal Tuntas atau Mandek di Kejagung?

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:47 WIB

Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK

Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:31 WIB

PERADI Profesional Ingatkan DPR, RUU HPI Harus Jaga Kedaulatan Nasional di Tengah Arus Global

PERADI Profesional Ingatkan DPR, RUU HPI Harus Jaga Kedaulatan Nasional di Tengah Arus Global

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:31 WIB

KPK Pantau Kasus Febrie Adriansyah, Yakin Kejagung Profesional Usut Eks Jampidsus

KPK Pantau Kasus Febrie Adriansyah, Yakin Kejagung Profesional Usut Eks Jampidsus

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:20 WIB

Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong

Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:15 WIB

Tak Ada SP 1 dan 2, Guru Pelaku Kekerasan di Sekolah Rakyat Langsung Pecat!

Tak Ada SP 1 dan 2, Guru Pelaku Kekerasan di Sekolah Rakyat Langsung Pecat!

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:13 WIB

Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Tahni

Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Tahni

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:11 WIB

Ajak Warga Jakarta Jujur Saat Disensus, Pramono: 'Kaya Ya Kaya, Miskin Ya Miskin'

Ajak Warga Jakarta Jujur Saat Disensus, Pramono: 'Kaya Ya Kaya, Miskin Ya Miskin'

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:05 WIB

×