alexametrics

Tsunami Covid-19, Dokter Mulai Was-was RS Kekurangan Obat hingga Alat Rusak

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Tsunami Covid-19, Dokter Mulai Was-was RS Kekurangan Obat hingga Alat Rusak
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Jika situasi lonjakan kasus Covid-19 terus terjadi, dokter khawatir rumah sakit di Indonesia akan kekurangan obat.

Suara.com - Dokter spesialis pari RS UI Depok, Jawa Barat, dr. Irandi Putra Pratomo mengaku mulai khawatir dengan stok ketersediaan obat penanganan pasien Covid-19.

Jika situasi lonjakan kasus Covid-19 terus terjadi, ia khawatir rumah sakit di Indonesia akan kekurangan obat.

Hal tersebut terungkap saat Irandi menjadi pembicara di acara Mata Najwa bertajuk 'Mata Najwa Takeover: Blak-blakan Dokter' yang disiarkan di Trans7 pada Rabu (23/6/2021) malam.

Irandi mengaku, terkait stok obat menjadi permasalahan nasional karena stok obat dunia sedang bermasalah sehingga berimbas pada impor obat yang berkurang.

Baca Juga: RS Penuh Akibat Tsunami Covid-19, Dokter Terpaksa Mulai Pilih-pilih Nyawa Pasien

Ia mengaku belum lama ini RS UI Depok sempat mengalami krisis obat untuk penanganan pasien Covid-19.

"Di RS UI sempat ada kekosongan (obat) sampai akhirnya stocking emergency. Sekarang masih bisa bertahan," kata Irandi seperti dikutip Suara.com, Kamis (24/6/2021).

Dokter spesialis paru RS UI Depok, dr Irandi Putra Pratomo (Youtube/matanajwa)
Dokter spesialis paru RS UI Depok, dr Irandi Putra Pratomo (Youtube/matanajwa)

Meski saat ini stok obat untuk pasien Covid-19 masih aman, ia khawatir rumah sakit akan mengalami kekurangan obat jika kondisi lonjakan kasus Covid-19 terus terjadi.

"Tapi kalau flow pasien terus-terusan gini bukan enggak mungkin kita akan kehabisan obat," ungkapnya.

Tak hanya obat, Irandi juga mengeluhkan alat medis yang mengalami kerusakan. Salah satunya adalah alat bronkoskopi untuk memeriksa saluran pernapasan pasien Covid-19.

Baca Juga: Pasien Nambah Terus! RSD Wisma Atlet Nyaris 100% Penuh

Padahal, alat tersebut cukup vital digunakan untuk memastikan kondisi saluran pernapasan pasien Covid-19 apakah baik atau tidak.

Komentar