Tsunami Covid-19, Dokter Mulai Was-was RS Kekurangan Obat hingga Alat Rusak

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 24 Juni 2021 | 10:59 WIB
Tsunami Covid-19, Dokter Mulai Was-was RS Kekurangan Obat hingga Alat Rusak
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Suara.com - Dokter spesialis pari RS UI Depok, Jawa Barat, dr. Irandi Putra Pratomo mengaku mulai khawatir dengan stok ketersediaan obat penanganan pasien Covid-19.

Jika situasi lonjakan kasus Covid-19 terus terjadi, ia khawatir rumah sakit di Indonesia akan kekurangan obat.

Hal tersebut terungkap saat Irandi menjadi pembicara di acara Mata Najwa bertajuk 'Mata Najwa Takeover: Blak-blakan Dokter' yang disiarkan di Trans7 pada Rabu (23/6/2021) malam.

Irandi mengaku, terkait stok obat menjadi permasalahan nasional karena stok obat dunia sedang bermasalah sehingga berimbas pada impor obat yang berkurang.

Ia mengaku belum lama ini RS UI Depok sempat mengalami krisis obat untuk penanganan pasien Covid-19.

"Di RS UI sempat ada kekosongan (obat) sampai akhirnya stocking emergency. Sekarang masih bisa bertahan," kata Irandi seperti dikutip Suara.com, Kamis (24/6/2021).

Dokter spesialis paru RS UI Depok, dr Irandi Putra Pratomo (Youtube/matanajwa)
Dokter spesialis paru RS UI Depok, dr Irandi Putra Pratomo (Youtube/matanajwa)

Meski saat ini stok obat untuk pasien Covid-19 masih aman, ia khawatir rumah sakit akan mengalami kekurangan obat jika kondisi lonjakan kasus Covid-19 terus terjadi.

"Tapi kalau flow pasien terus-terusan gini bukan enggak mungkin kita akan kehabisan obat," ungkapnya.

Tak hanya obat, Irandi juga mengeluhkan alat medis yang mengalami kerusakan. Salah satunya adalah alat bronkoskopi untuk memeriksa saluran pernapasan pasien Covid-19.

Padahal, alat tersebut cukup vital digunakan untuk memastikan kondisi saluran pernapasan pasien Covid-19 apakah baik atau tidak.

"Per kemarin sore alatnya rusak, jadi harus menunggu lagi," ungkapnya.

Wisma Atlet Nyaris Penuh

Pasien positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat bertambah 323 orang menjadi 6.994 orang atau 95 persen dari total 7.394 tempat tidur yang tersedia pada Kamis (24/6/2021).

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan I), Kolonel Marinir Aris Mudian memaparkan ribuan pasien bergejala ringan hingga sedang itu tengah dirawat di tower 4, 5, 6, dan 7.

"Pasien rawat inap terkonfirmasi positif berjumlah 6.994 orang, terdiri dari 3.533 Pria, 3.461 wanita. Semula 6.671 orang, bertambah 323 orang," kata Aris dalam keterangannya, Kamis (24/6/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RS Penuh Akibat Tsunami Covid-19, Dokter Terpaksa Mulai Pilih-pilih Nyawa Pasien

RS Penuh Akibat Tsunami Covid-19, Dokter Terpaksa Mulai Pilih-pilih Nyawa Pasien

News | Kamis, 24 Juni 2021 | 10:47 WIB

Pasien Nambah Terus! RSD Wisma Atlet Nyaris 100% Penuh

Pasien Nambah Terus! RSD Wisma Atlet Nyaris 100% Penuh

News | Kamis, 24 Juni 2021 | 10:29 WIB

Tompi: Bunk Jerinx, Nggak Ada Gunanya Kita Berantem

Tompi: Bunk Jerinx, Nggak Ada Gunanya Kita Berantem

News | Kamis, 24 Juni 2021 | 09:19 WIB

Terkini

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:24 WIB

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:13 WIB

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:00 WIB

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:45 WIB

Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral

Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:29 WIB

Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini

Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:28 WIB

Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?

Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:20 WIB