Tak Sadar Tanam Mangga Sultan, Petani India Kewalahan Jaga Kebun dari Maling

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 25 Juni 2021 | 17:31 WIB
Tak Sadar Tanam Mangga Sultan, Petani India Kewalahan Jaga Kebun dari Maling
Taiyo No Tamago, mangga sultan yang ditanam petani India. (Youtube/Discover Agriculture)

Suara.com - Seorang petani India tak sadar telah menanam pohon mangga dari Jepang yang harganya selangit. Kini, ia kewalahan menjaga mangga 'sultan' itu dari tangan-tangan jahil yang menginginkan buah mahal kesayangannya.

Menyadur News 18 Jumat (25/06), mangga yang ditanam Sankalp Singh Parihar adalah 'Taiyo No Tamago', salah satu varietas mangga termahal dari Jepang.

Pohon mangga yang biasanya dirawat di lingkungan terkendali di Jepang ini sekarang tumbuh subur di lahan pertanian pribadi miliknya di jalan Chargawan di Jabalpur.

Dalam laporan VICE Parihar disebut sedang melakukan perjalanan ke Chennai empat tahun lalu, untuk mencari benih kelapa hibrida, dan semua keberuntungannya mulai dari sini.

Dalam kereta api, ia ngobrol dengan pria asing yang menawarkan pohon mangga khusus seharga Rs 2.500 (Rp 500 ribu). Parihar, mengambil kesempatan acak dan memutuskan untuk membelinya.

Taiyo No Tamago, mangga sultan yang ditanam petani India. (Youtube/Discover Agriculture)
Taiyo No Tamago, mangga sultan yang ditanam petani India. (Youtube/Discover Agriculture)

“Saya tidak tahu jenis mangga apa itu, tapi saya menamakannya Damini dari nama ibu saya dan menanamnya,” kata Parihar kepada VICE.

“Saya menanamnya seperti tanaman mangga biasa, tapi beberapa bulan kemudian, saya melihatnya telah mengembangkan warna merah yang indah."

Dimulai dengan segelintir anakan, pertaniannya sekarang menawarkan mangga dari 14 varietas hibrida termasuk 'Mallika' yang menjadi buah besar dan dianggap paling mahal di antara mangga India.

Taiyo No Tamago, mangga sultan yang ditanam petani India. (Youtube/Discover Agriculture)
Taiyo No Tamago, mangga sultan yang ditanam petani India. (Youtube/Discover Agriculture)

Pedagang dari Mumbai telah memasang taruhan mereka untuk membeli mangga seharga Rs 21.000 (Rp 4 juta) per buah, namun pemilik rumah pertanian menolak untuk menjualnya.

baca juga

Rupanya rasa mangga sultan ini menyebabkan banyak pencuri yang mengincarnya. Hal ini mendorong keluarga untuk mengatur keamanan khusus untuk menjaga pohon khusus mereka tahun ini.

Ahli hortikultura berencana membuat kebun sekitar 500 pohon varietas ini. Di Jepang, buah ini juga disebut 'Telur Matahari' karena menunjukkan warna kuning dan kemerahan saat matang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjual Ini Punya Cara Unik saat Jualan Buah Mangga, Netizen: Totalitas

Penjual Ini Punya Cara Unik saat Jualan Buah Mangga, Netizen: Totalitas

Tekno | Rabu, 26 Mei 2021 | 08:00 WIB

Inovasi Fruit Leather, Alternatif Olahan Buah Mangga di Indonesia

Inovasi Fruit Leather, Alternatif Olahan Buah Mangga di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 06:03 WIB

Ngeri, Lamborghini Huracan Dijadikan buat Hantar Buah Mangga ke Pelanggan

Ngeri, Lamborghini Huracan Dijadikan buat Hantar Buah Mangga ke Pelanggan

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 20:25 WIB

Terkini

TelkomGroup Perkuat Pengelolaan Aset Properti, Kepentingan Perusahaan Tetap Jadi Prioritas

TelkomGroup Perkuat Pengelolaan Aset Properti, Kepentingan Perusahaan Tetap Jadi Prioritas

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:44 WIB

Apa Manfaat Cuci Muka Pakai Sabun Pepaya? Ini 3 Rekomendasi Produk Sesuai Review

Apa Manfaat Cuci Muka Pakai Sabun Pepaya? Ini 3 Rekomendasi Produk Sesuai Review

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:43 WIB

Mengenal Badabida, Lulur Ketan Hitam Warisan Perempuan Kaili Sulawesi Tengah

Mengenal Badabida, Lulur Ketan Hitam Warisan Perempuan Kaili Sulawesi Tengah

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:42 WIB

Dua Kali Gagal CASN, Andika Gugat UU Polri karena Kurangi Kesempatan Sipil di Pemerintah

Dua Kali Gagal CASN, Andika Gugat UU Polri karena Kurangi Kesempatan Sipil di Pemerintah

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:37 WIB

Ironi Yogyakarta, Termasuk Provinsi Paling Bahagia Tapi Catat Suicide Tertinggi RI

Ironi Yogyakarta, Termasuk Provinsi Paling Bahagia Tapi Catat Suicide Tertinggi RI

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:35 WIB

Bukan Cuma Tangguh, REDMI Note 17 Series Tampil Premium dengan Layar Lebih Imersif

Bukan Cuma Tangguh, REDMI Note 17 Series Tampil Premium dengan Layar Lebih Imersif

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 17:33 WIB

Ulasan Buku Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop: Meraih Peluang Lewat Tulisan

Ulasan Buku Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop: Meraih Peluang Lewat Tulisan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 17:30 WIB

Tinjau Penanganan Karhutla Kalimantan, Gibran Minta Maaf Kondisi Udara Belum Pulih

Tinjau Penanganan Karhutla Kalimantan, Gibran Minta Maaf Kondisi Udara Belum Pulih

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:26 WIB

Jalan Sore Pukul Panci, Suara Ibu Indonesia Protes MBG di Jogja

Jalan Sore Pukul Panci, Suara Ibu Indonesia Protes MBG di Jogja

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 17:26 WIB

Memahami Model Komunikasi Lasswell untuk Analisis Media Massa

Memahami Model Komunikasi Lasswell untuk Analisis Media Massa

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:25 WIB

×