alexametrics

Viral! Tak Kunjung Tutup, Petugas Penertiban PPKM Borong Nasi Jinggo

Reza Gunadha | Aulia Hafisa
Viral! Tak Kunjung Tutup, Petugas Penertiban PPKM Borong Nasi Jinggo
Tak Kunjung Tutup, Petugas Penertiban PPKM Borong Nasi Jinggo (Instagram/Kilas Bali)

Sebuah berita viral memperlihatkan petugas PPKM memborong Nasi Jinggo untuk mengurangi kerugian pedagang.

Suara.com - Sebuah berita viral memperlihatkan petugas penertiban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tengah menertibkan sebuah warung makan di pinggir jalan.

Bukan tanpa alasan, petugas tersebut memborong dagangan berupa Nasi Jinggo karena pedagang tak kunjung tutup. Momen tersebut viral di Instagram salah satunya diunggah oleh akun Instagram @Viral_berita.

Melansir Kilasbalicom, sebagian pedagang di Gianyar, Bali rupanya masih mencoba mengulur jam tutup pada saat malam pertama PPKM Darurat.

Karena berdalih dagangannya belum habis, Kapolres Gianyar, Sekdakab, dan Dandim yang memimpin langsung operasi pun memborong nasi jinggo pada Minggu (3/7) malam.

Baca Juga: Jangan Takut, Luhut Jamin Karyawan yang WFH di Masa PPKM Darurat Tak Akan Dipecat

Kepada petugas gabungan, Kapolres Gianyar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana, menekankan pada tindakan yang lebih humanis, karena mengutamakan sosialisasi dan penyadaran kepada masyarakat.

Meski sifatnya humanis dan lebih memfokuskan sosialiasi, pedagang membandel, dipastikan akan ditindak tegas.

Saat patroli di Taman Kota menikung ke Jalan Dharma Giri, sisi kiri maupun kanan suasananya masih ramai. Medapati itu, rombongan Kapolres pun terpaksa turun di sebuah warung lesehan Nasi Jinggo.

Karena pengunjungnya masih ramai, Kapolres maupun Sekda pun memberikan pengertian agar pedagang ikut bersama-sama mengikuti pemberlakukan PPKM Darurat ini.

Pedagang pun memohon permakluman pula, karena dagangannya yang semuanya berupa makanan masih tersisa banyak.

Baca Juga: Keras Banget! Gus Miftah Sindir Pemerintah Jokowi Tutup Masjid, TKA China Masuk, Ironi

Melihat kondisi itu, Kapolres, Sekda, dan Dandim pun berinisiatif memborong Nasi Jinggo untuk mengurangi kerugian pedagang.

Komentar