Survei: Pendukung Jokowi-Maruf Lebih Percaya Divaksin Ketimbang Pemilih Prabowo-Sandiaga

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 07 Juli 2021 | 15:50 WIB
Survei: Pendukung Jokowi-Maruf Lebih Percaya Divaksin Ketimbang Pemilih Prabowo-Sandiaga
Joko Widodo dan Prabowo Subianto saat masih menjadi rival politik di Pipres 2019. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Lembaga survei Median menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepercayaan terhadap vaksin Covid-19 antara pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hasilnya, lebih banyak pendukung Jokowi-Ma'ruf yang lebih mempercayai keamanan dari vaksin Covid-19 yang dipilih pemerintah. 

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menerangkan kalau fenomena di atas sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kesehatan atau alasan ilmiah apapun tentang Covid-19. Namun, Median melihat ada situasi pembelahan pilihan politik yang berkelanjutan dan secara tidak langsung mempengaruhi terhadap penggunaan vaksin. 

"Jadi misal kita dihadapi dengan problem kesehatan, problem ekonomi ada juga problem disinformasi, problem pembelahan politik dan itu terjadi dan dihadapi oleh kita semua dalam menangani Covid-19," kata Rico saat memaparkan melalui virtual, Rabu (7/7/2021). 

Berdasarkan hasil surveinya, sebanyak 62,2 persen responden pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019 percaya terhadap vaksin Covid-19. Kemudian sebanyak 8 persen memilih tidak percaya dan 29,8 persen ragu-ragu. 

Tetapi untuk pemilih Prabowo-Sandiaga hanya ada sekitar 35,7 persen yang mempercayainya, 16,3 persen responden memilih tidak percaya, dan 48 persen memilih ragu-ragu. Kemudian responden juga diberikan pertanyaan "Apakah anda ingin divaksin Covid-19?". 

Hasilnya pun sama yakni sebanyak 67 persen responden pemilih Jokowi-Ma'ruf ingin mendapatkan vaksin, 17 persen tidak mau, dan 15,8 persen tidak tahu. Sementara sebanyak 48 persen pemilih Prabowo-Sandiaga memilih divaksin, 32 persen tidak ingin dan 20 tidak tahu. 

Menurut Rico, temuan itu bisa menjadi pekerjaan rumah bagi partai politik untuk meyakini mereka untuk mau diberikan vaksin Covid-19 demi terciptanya herd immunity. 

"Jadi ini ada satu problem yang mungkin nanti perlu dibantu rekan yang ada di DPR, rekan partai politik. Jadi sebelum problem kesehatan, ekonomi, ada problem persepsi terhadap pembelahan politik."

Survei tersebut dilakukan menggunakan rancangan non probability sampling pada 21 Juni hingga 26 Juni 2021. Survei dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner berbasis Google Form melalui Facebook dengan target pengguna aktif berusia 17 hingga 60 tahun ke atas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Median: 50 Persen Warga Usia 60 Tahun ke Atas Kurang Percaya Vaksin Covid-19

Survei Median: 50 Persen Warga Usia 60 Tahun ke Atas Kurang Percaya Vaksin Covid-19

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 14:52 WIB

5,6 Persen Publik Sebut Covid Biasa-biasa Saja, Lembaga Survei Median: Angka Membahayakan!

5,6 Persen Publik Sebut Covid Biasa-biasa Saja, Lembaga Survei Median: Angka Membahayakan!

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 14:27 WIB

Putus Penularan Virus Corona, Program Vaksinasi Covid-19 di Pati Dikebut

Putus Penularan Virus Corona, Program Vaksinasi Covid-19 di Pati Dikebut

Health | Rabu, 07 Juli 2021 | 14:25 WIB

Nakes sampai Trauma, Pria yang Ngamuk karena Tak Kebagian Vaksin Ternyata Tukang Onar

Nakes sampai Trauma, Pria yang Ngamuk karena Tak Kebagian Vaksin Ternyata Tukang Onar

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 13:39 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB