Meski demikian, warga desa tersebut pun tetap tidak mau menunda pesta hajatannya.
Mereka menganggap bahwa covid-19 hanya demam, batuk, pilek seperti malaria.
"Dan mereka nggak mau buat nunda pesta hajatannya. Karena ngerasa covid-19 itu cuma demam, batuk, pilek sejenis malaria. Susah diedukasi, disuruh vaksin bilang vaksin itu racun yang buat nyebarin covidnya," lanjutnya.
Komentar Warganet
Unggahan tersebut pun membuat warganet ikut kesal. Mereka memberikan responnya melalui kolom komentar.
"Logic aja kalau rumah sakit ngambil untung, kenapa pasien sampe over lalu dirawat di bangsal dan lorong. Untung nya dari mana ajak debat aja orang asbun gitu," balas warganet.
"Masih banyak yang kayak gini, susah orang yang udah tua gitu dikasih tahu karena ngotot banget," timpal warganet.
"Bener banget, sama kayak di kampungku. Rasanya udah lelah terlalu banyak orang yang percaya bahwa covid itu konspirasi," komentar warganet.
"Korban grup WA keluarga," kata warganet lain.