alexametrics

Mahfud MD Asik Nonton Ikatan Cinta, Pengamat: Kondisi Begini Masih Bisa Nonton Sinetron?

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah
Mahfud MD Asik Nonton Ikatan Cinta, Pengamat: Kondisi Begini Masih Bisa Nonton Sinetron?
Mahfud MD di gedung KPK. (bidik layar video)

Masih banyak waktu yang bisa dipergunakan seorang Menko Polhukam ketimbang menonton sinetron.

Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD dicibir publik lantaran cerita keseruan menonton sinetron Ikatan Cinta. Mahfud MD mendapatkan berbagai kritikan dan cibiran dari publik terkait cuitannya itu.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, mengaku bingung usai melihat cuitan Mahfud tersebut. Menurutnya itu justru menimbulkan kesan yang negatif.

"Saya tidak mengerti maksud pak Mahfud dengan isi Twitter beliau soal menonton sinteron di masa pandemi. Kesan yang muncul pertama kita sedang tidak dalam darurat sangat. Dalam kondisi begini masih nikmat nonton sinetron," kata kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).

Ray mengatakan, masih banyak waktu yang bisa dipergunakan seorang Menko Polhukam ketimbang menonton sinetron. Perannya dianggap sangat dibutuhkan dalam situasi pandemi kekinian.

Baca Juga: Panduan Salat Idul Adha saat PPKM Darurat Sesuai Anjuran Kemenag

"Jadi sulit membayangkan dalam situasi seperti ini, masih ada waktu bagi pak Mahfud menikmati tayangan sinteron dan mengulasnya dengan dalam," tuturnya.

Sinopsis Ikatan Cinta 18 Juni 2021. (Instagram/layardrama_rcti)
Sinopsis Ikatan Cinta 18 Juni 2021. (Instagram/layardrama_rcti)

Ray mengatakan, dengan cuitan Mahfud juga mengesankan para pejabat tak empati kepada masyarakat di tengah covid yang makin mengganas. Ray juga menyindir menteri yang memberikan penghargaan terhadap sinetron tersebut.

Selain itu, Ray menilai, dari aksi Mahfud menunjukan situasi serba tidak terkoordinasi di lingkaran pemerintah.

"Sibuk dengan aktivitas dan agenda masing-masing. Tak jarang malah saling membelakangi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo didesak untuk bisa lebih jeli lagi dalam mengerahkan semua kekuatan menterinya selama pandemi. Mendorong semua pembantunya menjadi garda terdepan menghadapi pandemi ini.

Baca Juga: Tidak Hanya di Dunia Nyata, Operasi Polisi Siber Juga Meningkat Saat PPKM Darurat

"Ini waktu yang tepat bagi presiden untuk mencari figur koordinator PPKM Darurat. Figur yang empatik, yang dapat menarik solidaritas masyarakat dan internal kabinet, yang dapat menggerakkan masyarakat untuk bertindak suka rela dalam menghadapi pandemi ini. Bukan figur yang meledak-ledak," tandasnya.

Komentar