Sarankan Rektor Ari Kuncoro Mundur, Dosen UI: @univ_indonesia, Kamu Memalukan!

Reza Gunadha, Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 21 Juli 2021 | 16:35 WIB
Sarankan Rektor Ari Kuncoro Mundur, Dosen UI: @univ_indonesia, Kamu Memalukan!
Universitas Indonesia

Suara.com - Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) Gandjar Laksamana mengkritik keras terkait perubahan statuta UI. Perubahan aturan itu membuat rektor UI boleh merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN/BUMD.

Melalui akun Twitternya, Gandjar menyebut Universitas Indonesia memalukan karena membiarkan perubahan Statuta UI melalui Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2021. Ia pun menanti sikap Rektor UI, Arie Kuncoro.

"Menunggu pernyataan sikap Pak Arie Kuncoro Rektor UI terkait rangkap jabatan dan Statuta baru UI. @univ_indonesia, kamu memalukan!," cuit Gandjar di Twitter seperti dikutip oleh Suara.com, Rabu (21/7/2021).

Gandjar secara tegas menolak Statuta baru UI tersebut. Ia menegaskan tidak malu sebagai dosen UI karena menolah perubahan itu. Sebaliknya, seharusnya pengubah aturan itu yang malu.

"Saya menolak Statuta baru UI sebagaimana diatur dalam PP No. 75 tahun 2021. Saya tidak malu. Pelanggar Statuta lama, para pengubah Statuta, dan pendukungnyalah yang seharusnya malu! @univ_indonesia, kamu lemah!," tulis Gandjar.

Dosen UI Kritik Perubahan Statuta UI. (Twitter/@gandjar_bondan)
Dosen UI Kritik Perubahan Statuta UI. (Twitter/@gandjar_bondan)

Cuitan-cuitan Gandjar di akun Twitter sendiri memang vokal menolak aturan rangkap jabatan. Ia bahkan menyebut rangkap jabatan sebagai babu kekuasaan.

"Kirain cuma RS yang kesusahan oksigen, ternyata UI juga! Padahal kampus Depoknya hijau asri. Sesak nafas semua gara-gara pelanggaran larangan rangkap jabatan oleh yang dibiarkan dan perubahan Statuta UI yang diduga berbasis transaksi kepentingan," kritik Gandjar.

"Yang level UU (KPK) aja diubah. Apalagi Statuta UI yang cuman PP. Emang susah kalau udah kebelet! Namanya rangkap jabatan. Faktanya ya babu kekuasaan!," lanjutnya.

Tak sampai disitu, Gandjar juga mengkritik pemerintah Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah berubah menjadi NKRI (Negara Kerajaan Raya Indonesia) karena banyak penegak aturan dikebiri.

baca juga

"Penegak aturan dikebiri. Diberi sanksi bahkan diterminasi. Pelanggar aturannya malah dilindungi. Bahkan aturannya direvisi. Semua demi politisi yang ingin mewariskan kekuasaan hanya pada darah dagingnya sendiri. NKRI jadi Negara Kerajaan Raya Indonesia," cuitnya.

Dalam cuitan terbarunya, Gandjar bahkan menyarankan agar Rektor UI Arie Kuncoro mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menyatakan sudah menjadi tanggung jawab akademisi untuk memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

Dosen UI Kritik Perubahan Statuta UI. (Twitter/@gandjar_bondan)
Dosen UI Kritik Perubahan Statuta UI. (Twitter/@gandjar_bondan)

"Pak Arie, saya bukan siapa-siapa, tapi bapak perlu tau bahwa bila tak ada pandemi gelombang unjuk rasa di kampus pasti ramai. Saya cuma berharap Pak Arie Kuncoro berbesar hati mengundurkan diri sebagai Rektor. Karena pelanggaran sudah terjadi meski statuta kemudian direvisi," cuit Gandjar.

"Kalau bukan kita/akademisi, siapa lagi yang patut memberi contoh? Siapa lagi yang layak rakyat dengar?
Bapak tidak akan kehilangan muka. Percayalah! Publik justru akan mengenang bapak sebagai orang yang bertanggungjawab. Itu yang langka di negeri ini, pak Arie," lanjutnya.

Gandjar pun mengaku ia tidak suka memberikan kritikan ini. Apalagi, ia merupakan anak buah sang rektor. Namun, sudah menjadi kewajibannya untuk menegur jika orang berbuat kesalahan.

"Saya tidak senang menulis ini. Tapi sebagai anak buah, saya hanya ingin mengingatkan apa yang benar dan salah, baik dan buruk, menurut pengetahuan yang saya punya. Itu bentuk loyalitas saya pada negara, UI, dan atasan. Hormat saya pada Bapak, setidaknya sebagai senior saya," tulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar Alasan Revisi Statuta UI, Gus Nadir: Rektor UI Butuh Penghasilan Tambahan

Bongkar Alasan Revisi Statuta UI, Gus Nadir: Rektor UI Butuh Penghasilan Tambahan

Jawa Tengah | Rabu, 21 Juli 2021 | 15:38 WIB

Rektor UI Tak Dipecat karena Rangkap Jabatan, Statuta Direvisi Presiden Jokowi

Rektor UI Tak Dipecat karena Rangkap Jabatan, Statuta Direvisi Presiden Jokowi

Your Say | Rabu, 21 Juli 2021 | 15:07 WIB

Viral Lagi! Pernyataan Lawas Jokowi Larang Pejabat Punya Rangkap Jabatan

Viral Lagi! Pernyataan Lawas Jokowi Larang Pejabat Punya Rangkap Jabatan

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 15:05 WIB

Usul Rektor Ari Mundur, Legislator Alumni UI Ajak Anak UI Gugat PP serta Lapor Ombudsman

Usul Rektor Ari Mundur, Legislator Alumni UI Ajak Anak UI Gugat PP serta Lapor Ombudsman

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 14:53 WIB

Arteria Dahlan: Ulah Rektor UI Memalukan, Masak Iya Sih Mau jadi Bawahan Menteri

Arteria Dahlan: Ulah Rektor UI Memalukan, Masak Iya Sih Mau jadi Bawahan Menteri

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 14:24 WIB

Jokowi Bolehkan Rektor UI Rangkap Jabatan, JPPI: Arogansi yang Memalukan!

Jokowi Bolehkan Rektor UI Rangkap Jabatan, JPPI: Arogansi yang Memalukan!

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 13:43 WIB

Terkini

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

×