alexametrics

Baluri Tubuh dengan Lumpur Saat Liputan Banjir, Reporter TV Minta Maaf

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Baluri Tubuh dengan Lumpur Saat Liputan Banjir, Reporter TV Minta Maaf
Pemandangan mengerikan di Jerman akibat dilanda banjir pada Kamis (15/7/2021). (Foto: AFP)

Reporter ini berdiri di tengah sampah sambil meraih lumpur dan sengaja mengotori wajah dan pakaiannya.

Suara.com - Reporter TV Jerman, Susanna Ohlen minta maaf karena membaluri tubuhnya dengan lumpur saat liputan banjir. Menyadur DW Minggu (25/07), aksinya direkam oleh orang tak dikenal dan diunggah ke media sosial.

Reporter RTL berusia 39 itu mengakui telah melakukan kesalahan serius. "Sebagai seorang jurnalis, ini seharusnya tidak pernah terjadi pada saya," tulisnya.

"Sebagai orang yang mengambil penderitaan semua orang yang terkena dampak, itu telah terjadi pada saya. Saya minta maaf," tulisnya di Instagram.

Ia beralasan malu tampil dengan pakaian bersih saat berada di depan kamera, sementara pekerja dan relawan membantu di lokasi tersebut.

Baca Juga: Penampakan Mengerikan Banjir di India yang Tewaskan 125 Orang

"Setelah saya membantu secara pribadi di lokasi pada hari-hari sebelumnya, saya malu berdiri di depan kamera dengan pakaian bersih, di depan para pekerja bantuan lainnya."

Banjir melanda Jerman dan sejumlah negara Eropa lainnya pada Kamis (15/7/2021). (Foto: AFP)
Banjir melanda Jerman dan sejumlah negara Eropa lainnya pada Kamis (15/7/2021). (Foto: AFP)

"Lalu tanpa berpikir dua kali, saya mengoleskan lumpur ke pakaian saya sendiri," ujar reporter yang mengoleskan lumpur di wajahnya sendiri.

Ohlen, yang juga menjadi pembawa acara 'Good Morning Germany' telah diperkenalkan ke program tersebut sebagai orang yang telah membantu pembersihan di Bad Münstereifel.

Bad Münstereifel adalah sebuah kota di negara bagian Rhine-Westphalia Utara, yang mengalami kerusakan luas menyusul rekor curah hujan minggu lalu.

Sementara itu kantor tempatnya bekerja, RTL langsung melakukan skorsing setelah melihat video Ohlen berdiri di tengah sampah sambil meraih genangan air dan sengaja mengotori wajah dan pakaiannya.

Baca Juga: KBRI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Besar di Zengzhou China

"Tindakan reporter kami jelas bertentangan dengan prinsip jurnalistik dan standar perusahaan. Kami menangguhkannya pada hari Senin," kata juru bicara RTL.