Kisah dari Puskesmas Pujer: Keluarga Tolak Pasien Dirujuk ke RS, Lalu Meninggal

Siswanto Suara.Com
Senin, 26 Juli 2021 | 11:48 WIB
Kisah dari Puskesmas Pujer: Keluarga Tolak Pasien Dirujuk ke RS, Lalu Meninggal
Ilustrasi jenazah atau mayat. [Shutterstock]

Suara.com - Sudah kesekian kalinya terjadi di Indonesia, warga memaksa membawa pulang jenazah pasien Covid-19. Baru-baru ini kejadian serupa terjadi di Puskesmas Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. 

Dalam laporan Jatimnet disebutkan, warga dari Desa Mangli, Kecamatan Pujer, berbondong-bondong ke Puskesmas Pujer pada Minggu, 25 Juli 2021.

Dalam video yang tersebar luas di tengah masyarakat terlihat warga yang tanpa mengenakan alat pelindung diri memaksa membawa jenazah ke sebuah mobil yang mereka bawa.

Kepala Puskesmas Pujer Widjajanto mengonfirmasi kejadian tersebut. “Benar, itu memang pasien Covid, kita sayangkan memang warga sampai seperti itu. Kita harap warga punya kesadaran mematuhui prokes demi kebaikan sendiri,” ujar Widjajanto.

Menolak dibawa ke RS

Jenazah tersebut seorang perempuan berusia 51 tahun asal Desa Mangli. Ketika dibawa warga ke puskesmas, dia masih hidup, tetapi kondisinya payah.

Selain terkonfirmasi positif Covid-19, perempuan tersebut mempunyai penyakit bawaan (komorbid): sakit jantung.

“Akan kita rujuk ke rumah sakit, tapi keluarga menolak,” kata Widjajanto.

Warga menolak pasien dibawa ke rumah sakit diduga setelah termakan isu RS sudah kebanyakan pasien.

Baca Juga: Ngeri! Peti Mati Misterius Tergeletak di Pinggir Jalan, Warga Ketakutan

Laporan Jatimnet menyebutkan pasien tersebut selanjutnya dirawat di puskesmas dengan fasilitas terbatas. Tidak sampai dua hari, pasien meninggal dunia.

Sesuai protokol kesehatan, petugas puskesmas akan melakukan pemulasaraan jenazah sesuai protokol untuk menghindari penyebaran virus. Namun, keluarga almarhumah menolak, bahkan mereka membawa puluhan orang untuk merebut jenazah.

"Padahal, sebenarnya pemulasaraan bisa diikuti keluarga untuk menghindari kesalahpahaman dengan menggunakan APD lengkap,” kata Widjajanto.

Ketika warga datang ke puskesmas, sepuluh polisi ditambah sejumlah anggota Koramil Pujer didatangkan untuk mengendalikan massa, tetapi mereka kewalahan.

“Semoga tidak terjadi lagi. Karena di masa pandemi ini, setiap pasien Covid harus melewati protokol kesehatan demi keselamatan bersama. Agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain juga,” kata Widjajanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI