Kemenkes: Vaksin Melindungi 73 Persen dari Risiko Kematian Akibat Covid-19

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 28 Juli 2021 | 06:31 WIB
Kemenkes: Vaksin Melindungi 73 Persen dari Risiko Kematian Akibat Covid-19
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Suara.com - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan vaksin memberikan perlindungan yang efektif terhadap pasien COVID-19 dari risiko kematian.

"Vaksinasi itu mengurangi risiko terhadap gejala sakit berat dan juga tingkat kematian dan juga bisa memberikan perlindungan, karena vaksin bekerja untuk melatih sistem kekebalan tubuh kita," kata Siti Nadia Tarmizi saat hadir secara virtual dalam acara Dialog Produktif Semangat Selasa, , Selasa (27/7/2021) malam.

Berdasarkan data klaim keperawatan pasien COVID-19 di rumah sakit pada periode Mei-Juli 2021, kata Nadia, efek perlindungan vaksin terhadap pasien COVID-19 yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap bisa melindungi 73 persen dari risiko kematian kalau dibandingkan dari orang yang belum mendapatkan vaksin.

"Kalau pasien COVID-19 yang sebelumnya mendapatkan dosis pertama, 90 persennya ini sembuh, dan dari 96 persen yang mendapatkan vaksin dosis secara lengkap itu sembuh 100 persen. Yang belum vaksinasi sama sekali itu hanya 84 persen yang sembuh," ujarnya.

Nadia mengatakan vaksin yang ada sampai saat ini masih sangat efektif melawan semua varian atau mutasi virus, termasuk virus Delta yang menyebabkan lonjakan kasus dalam tiga pekan terakhir di Indonesia.

"Jadi sampai saat ini belum ada bukti ilmiah ataupun jurnal medis yang mengatakan jenis vaksin tertentu yang sudah tidak efektif lagi terhadap COVID-19," katanya.

Salah satu jurnal kesehatan di Inggris, kata Nadia, dua dosis vaksin AstraZeneca masih efektif untuk mencegah risiko perawatan di rumah sakit akibat varian Delta. "Itu spesifik malah untuk varian itu bisa sampai dengan 92 persen, bahkan tidak ada kematian akibat mereka yang divaksinasi dengan AstraZeneca ini," katanya.

Menurut Nadia, laporan dari beberapa rumah sakit juga menyebutkan dengan dua dosis lengkap vaksin Sinovac bisa menekan laju penularan virus sampai dengan 94 persen, mencegah perawatan di rumah sakit sebesar 96 persen dan menghindari kematian 98 persen.

"Vaksin ini masih sangat efektif untuk memberikan perlindungan kita termasuk juga terhadap varian Delta yang lebih cepat menular dan bisa meningkatkan tingkat keparahan," katanya.

Nadia menambahkan pada prinsipnya vaksin tidak 100 persen membuat seseorang kebal terhadap COVID-19, karena prinsip kerja vaksin adalah melatih sistem kekebalan tubuh para penerima manfaat. (Sumber: Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiba di Indonesia, 21 Juta Vaksin Sinovac Bakal Digunakan Pertengahan Agustus

Tiba di Indonesia, 21 Juta Vaksin Sinovac Bakal Digunakan Pertengahan Agustus

News | Rabu, 28 Juli 2021 | 06:21 WIB

Beredar Kabar Pfizer Bisa Menularkan Virus ke Orang yang Belum Divaksin, Ini Faktanya

Beredar Kabar Pfizer Bisa Menularkan Virus ke Orang yang Belum Divaksin, Ini Faktanya

Jawa Tengah | Rabu, 28 Juli 2021 | 06:10 WIB

Kemenkes Sebut 21,2 Juta Dosis Vaksin Sinovac Bisa Digunakan pada Agustus

Kemenkes Sebut 21,2 Juta Dosis Vaksin Sinovac Bisa Digunakan pada Agustus

Kaltim | Selasa, 27 Juli 2021 | 23:55 WIB

Begini Cara Warga Disabilitas Tanpa NIK Bisa Peroleh Vaksin Covid-19

Begini Cara Warga Disabilitas Tanpa NIK Bisa Peroleh Vaksin Covid-19

News | Selasa, 27 Juli 2021 | 22:05 WIB

Epidemiolog UI: Vaksinasi Lengkap Bisa Kurangi Kasus COVID-19 di Jakarta

Epidemiolog UI: Vaksinasi Lengkap Bisa Kurangi Kasus COVID-19 di Jakarta

Jakarta | Selasa, 27 Juli 2021 | 20:36 WIB

Kehabisan Stok Vaksin, Vaksinasi Massal di Kubu Raya Ditunda

Kehabisan Stok Vaksin, Vaksinasi Massal di Kubu Raya Ditunda

Kalbar | Selasa, 27 Juli 2021 | 20:03 WIB

Kemenkes Ungkap Stok Vaksin Covid-19 Baru 30 Persen dari Kebutuhan

Kemenkes Ungkap Stok Vaksin Covid-19 Baru 30 Persen dari Kebutuhan

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 19:59 WIB

Terkini

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:46 WIB