alexametrics

PB IDI: Banyak Masyarakat Aceh Menolak Vaksinasi Covid-19

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
PB IDI: Banyak Masyarakat Aceh Menolak Vaksinasi Covid-19
PB IDI: Banyak Masyarakat Aceh Menolak Vaksinasi Covid-19. Ilustrasi vaksinasi. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Terus terang untuk vaksinasi di Aceh di kalangan masyarakat itu masih banyak penolakan," tegasnya.

Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Safrizal Rahman mengungkapkan banyak masyarakat Aceh yang menghindari vaksinasi Covid-19 dengan meminta surat keterangan tidak bisa divaksin kepada dokter.

Safrizal meminta dokter di Aceh untuk benar-benar melakukan skrining atau pemeriksaan kepada masyarakat sebelum vaksinasi Covid-19.

"Kita instruksikan kepada dokter untuk tidak mudah memberikan surat permohonan tidak perlu vaksin, karena masyarakat hari ini banyak yang datang ke praktek dokter untuk minta supaya diberikan surat keterangan tidak layak vaksin, kita minta dokter tidak mengeluarkan itu," kata Safrizal saat jumpa pers virtual, Rabu (28/7/2021).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Safrizal Rahman. [Modus Aceh/Istimewa]
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Safrizal Rahman. [Modus Aceh/Istimewa]

Dia menyebut di Aceh masih banyak masyarakat yang menghindar bahkan menolak vaksin karena termakan hoaks sehingga takut dengan program vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: Covid-19 Menggila, Dokter Indonesia yang Gugur Sudah Capai 598 Orang

"Terus terang untuk vaksinasi di Aceh di kalangan masyarakat itu masih banyak penolakan," tegasnya.

Safrizal meminta Majelis Ulama Indonesia dan pemerintah pusat serta pemerintah daerah Aceh untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi Covid-19.

"Nanti barangkali di Aceh ini, IDI harus bekerja sama dengan pemerintah dan MUI untuk meyakinkan bagaimana vaksin ini sebenarnya adalah salah satu alternatif untuk menyelesaikan masalah," pungkas Safrizal.

Komentar