Kasus Terus Meroket, Thailand Sulap Bandara Jadi Rumah Sakit Covid-19

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 30 Juli 2021 | 11:10 WIB
Kasus Terus Meroket, Thailand Sulap Bandara Jadi Rumah Sakit Covid-19
Rumah sakit darurat Covid-19 di Thailand.[Facebook/Philstar]

Suara.com - Sebuah bandara di Thailand disulap menjadi rumah sakit darurat Covid-19 di tengah lonjakan kasus yang terus meningkat.

Menyadur Today Kamis (29/7/2021), gudang di Bandara Don Muang Bangkok diubah menjadi menjadi rumah sakit khusus pasien Covid-19.

Rumah sakit itu dibangun oleh para relawan pada Rabu (28/7/2021) dan dapat menampung hingga 1.800 pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

Foto-foto yang tersebar memperlihatkan pekerja mengebor dinding untuk memasang toilet dan menyiapkan tempat tidur dan selimut.

"Ini adalah rumah sakit lapangan tingkat 1+, dapat menerima pasien dengan gejala yang tidak terlalu parah," jelas Dr Rienthong Nanna, direktur Rumah Sakit Mongkutwattana, kepada Reuters.

"Tetapi jika kondisi pasien memburuk, mereka akan dipindahkan ke rumah sakit lapangan kami yang lain yang disebut Rumah Sakit Lapangan Pitak Rachan," tambahnya.

Dr Rienthong mengatakan bahwa rumah sakit lapangan tersebut belum beroperasi karena masih banyak persiapan yang diperlukan.

Pensiunan mayor jenderal sekaligus pemimpin ultra-royalis tersebut juga menambahkan akan membangun lebih banyak rumah sakit lapangan di tengah kasus yang terus meningkat.

Di Bangkok dan sekitarnya, lebih dari 1.200 orang antre untuk mendapatkan tempat tidur di rumah sakit dan lebih dari 6.000 telah menghubungi hotline untuk meminta perawatan dalam sepekan terakhir, menurut otoritas kesehatan.

baca juga

Terdapat lebih dari 37.000 tempat tidur yang tersebar di seluruh rumah sakit di Bangkok, menurut Administrasi Metropolitan Bangkok.

Thailand melaporkan 17.669 kasus baru pada hari Kamis (29/7). Sementara itu jumlah kematian mencapai 165, dengan 21 orang meninggal dunia di rumah.

Lonjakan kasus Covid-19 tersebut memberikan tekanan pada sistem kesehatan Thailand. Pemerintah juga dikritik karena program vaksinsinya dianggap lambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sarankan Donasi Covid-19 Rp 2 T Untuk Bangun Masjid, Ferdinand: Bodoh

Sarankan Donasi Covid-19 Rp 2 T Untuk Bangun Masjid, Ferdinand: Bodoh

Bogor | Jum'at, 30 Juli 2021 | 09:58 WIB

Sentil Bansos Covid-19 Tak Tepat Sasaran, Warganet Ini Tulis Surat Mengharukan ke Jokowi

Sentil Bansos Covid-19 Tak Tepat Sasaran, Warganet Ini Tulis Surat Mengharukan ke Jokowi

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Juli 2021 | 09:54 WIB

Covid-19 Melonjak, Guru Besar FK Unair Sampaikan Sejumlah Rekomendasi ke Pemerintah

Covid-19 Melonjak, Guru Besar FK Unair Sampaikan Sejumlah Rekomendasi ke Pemerintah

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 09:53 WIB

Terkini

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes

Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:01 WIB

Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi

Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:53 WIB

MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman

MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:51 WIB

×