Jalan Kaki Sumut-Jakarta Demi Desak Jokowi Tutup TPL, 11 Aktivis Dicegat Polisi Bersenjata

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 30 Juli 2021 | 11:29 WIB
Jalan Kaki Sumut-Jakarta Demi Desak Jokowi Tutup TPL, 11 Aktivis Dicegat Polisi Bersenjata
Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Tim 11 Ajak Tutup TPL melakukan aksi jalan kaki dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara ke Jakarta. (Ist)

Suara.com - Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Tim 11 Ajak Tutup TPL melakukan aksi jalan kaki dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara ke Jakarta. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang terlibat konflik lahan dengan masyarakat di kawasan Danau Toba.

Tim 11 Ajak Tutup TPL sebenarnya sudah sampai di Jakarta setelah menempuh waktu 44 hari. Namun, para aktivis yang melakukan aksi jalan kaki diberhentikan oleh aparat kepolisian di kawasan Bundaran Senayan, Jakarta. 

Mereka kemudian diminta untuk putar balik dan membubarkan diri. Selain mereka juga diminta untuk dilakukan tes swab antigen. 

"Setelah disetop ratusan polisi di Tugu Pemuda (Bundaran Senayan), dengan senjata lengkap, lalu kami dipaksa untuk swab antigen, 22 orang diperiksa," kata Togu Simorangkir, penginisiasi aksi jalan kaki dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021). 

Togu mengaku merasa aneh dengan tes massal swab antigen tersebut, pasalnya hanya dirinya yang dinyatakan reaktif covid. Kemudian tim pun diangkut menuju Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.

Namun di Wisma Atlet nasib mereka yang diangkut disebut tak jelas. Akhirnya dengan mobil aparat mengangkut tim menuju Rusun Pasar Rumput. 

"Terus KTP kami dikumpulin, lalu didata. Habis itu kami dibiarin. Sebagian dibawa ke Polres Jakarta Pusat. Usai itu baru dibebaskan," tuturnya. 

Togu mengatakan, akibat diamankan oleh aparat kepolisian membuat aksi jalan kaki ini menyisakan jarak 8 kilometer lagi menuju istana negara untuk menyampaikan aspirasi ke Presiden Jokowi. Ia mengatakan bakal mengatur strategi kembali. 

Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Tim 11 Ajak Tutup TPL melakukan aksi jalan kaki dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara ke Jakarta. (Ist)
Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Tim 11 Ajak Tutup TPL melakukan aksi jalan kaki dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara ke Jakarta. (Ist)

"Tim 11 akan stay di Jakarta sampai Pak Presiden punya waktu untuk bertemu. Kalau enggak ketemu, ya enggak pulang kami. Aku akan terus menunggu," tuturnya. 

baca juga

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN),  mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat audiensi kepada Presiden Jokowi. Surat dikirim pada Senin (26/7/2021) langsung ke istana. Namun istana belum merespons. 

"Surat sudah kami masukkan dan telah tercayat sistem elektronik persuratan Setneg. Kami tinggal menunggu waktu bapak presiden yang sangat rendah hati, mau berdialog langsung dengam rakyatnya,” tuturnya. 

Aksi Tutup TPL

Salah satu relawan Aliansi Tutup TPL, Rocky Pasaribu menjelaskan, kalau aksi ini dilakukan untuk meminta kepada pemerintah agar PT TPL ditutupnya. 

Melalui dokumen yang dibagikan Rocky dituliskan bahwa kawasan Danau Toba tidak dalam keadaan baik-baik saja lantaran kehadiran PT TPL. 

"Salah satu tujuan Tim Ajak Tutup TPL untuk memberikan penyadaran dan kampanye kepada masyarakat luas, bahwa tano dan Danau Toba sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja akibat kehadiran PT TPL," kata Rocky saat dikonfirmasi, Selasa (27/7/2021). 

Menurutnya, PT TPL selama 30 tahun telah banyak menyebabkan penderitaan terhadap masyarakat di Kawasan Danau Toba. PT TPL diduga telah merampas ruang hidup masyarakat, menghancurkan ekosistem Danau Toba hingga melakukan kejahatan kemanusiaan. 

Adapun aksi jalan kaki ini utamanya dilakukan oleh tiga aktivis yakni Togu Simorangkir, Anita Martha boru Hutagalung, dan Irwandi Sirait. Sementara sementara ada 7 orang menjadi pendukung. 

Para aktivis yang berjalan kaki tersebut sudah tiba di Jakarta pada Selasa ini. Mereka menempuh waktu 44 hari berangkat sejak 14 Juni 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Blusukan ke Kampung Saat PPKM Darurat; Semuanya Menjerit Minta Dibuka

Jokowi Blusukan ke Kampung Saat PPKM Darurat; Semuanya Menjerit Minta Dibuka

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 10:47 WIB

Sentil Bansos Covid-19 Tak Tepat Sasaran, Warganet Ini Tulis Surat Mengharukan ke Jokowi

Sentil Bansos Covid-19 Tak Tepat Sasaran, Warganet Ini Tulis Surat Mengharukan ke Jokowi

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Juli 2021 | 09:54 WIB

Pilu Vino Terdengar Presiden, Eks Menteri Susi Pudjiastuti, Hingga Belva Devara

Pilu Vino Terdengar Presiden, Eks Menteri Susi Pudjiastuti, Hingga Belva Devara

Kaltim | Jum'at, 30 Juli 2021 | 09:24 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan Rp 224 Miliar untuk China?

CEK FAKTA: Benarkah Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan Rp 224 Miliar untuk China?

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 08:51 WIB

Terkini

Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia

Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 15:38 WIB

WALHI Desak Polri Buka Identitas 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Jangan Hanya Jerat Peladang

WALHI Desak Polri Buka Identitas 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Jangan Hanya Jerat Peladang

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:36 WIB

Arti Mimpi Kehujanan Basah Kuyup: Pertanda Baik atau Peringatan?

Arti Mimpi Kehujanan Basah Kuyup: Pertanda Baik atau Peringatan?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 15:35 WIB

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:30 WIB

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 15:29 WIB

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:26 WIB

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

×