Sarjana Akuntan Ditangkap Gegara Jual Tabung Oksigen Palsu dari APAR

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Jum'at, 30 Juli 2021 | 17:16 WIB
Sarjana Akuntan Ditangkap Gegara Jual Tabung Oksigen Palsu dari APAR
Seorang sarjana akuntansi berinisial WS alias KL ditangkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Seorang sarjana akuntansi berinisial WS alias KL ditangkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Dia ditangkap atas kasus penipuan dengan modus menjual tabung oksigen palsu hasil modifikasi dari tabung alat pemadam api ringan atau APAR.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan KL menjual tabung oksigen palsu tersebut secara online. Dia membersihkan dan mengubah warna cat tabung APAR warna merah menjadi putih yang seolah-olah seperti tabung oksigen.

"Dia buat mirip dengan tabung oksigen, yang kemudian diisi dengan oksigen untuk masyarakat yang berada di rumah sakit atau di rumah. Ini yang dia jual," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Yusri mengungkapkan KL sehari-harinya bekerja di tempat pengisian tabung APAR. Niat jahat yang bersangkutan muncul setelah mengetahui banyaknya masyarakat yang membutuhkan tabung oksigen di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Yang bersangkutan pendidikan terkahir adalah S1 jurusan akutansi. Memang selama ini bekerja sebagai pengisian tabung APAR," bebernya.

Kepada penyidik, KL mengklaim telah menjual sekitar 20 unit tabung oksigen palsu. Dia menjual secara online lewat akun Facebook bernama 'Erwan O²' dengan harga Rp5 juta.

"Jika ada masyarakat yang pernah menggunakan tabung ini bisa segera melaporkan ke kami," ujar Yusri.

Dari tangan KL penyidik mengamankan 114 barang bukti berupa tabung APAR. Beberapa di antaranya telah dimodifikasi menjadi tabung oksigen palsu.

Kekinian KL telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Dia dijerat dengan Pasal 36 tentang Kesehatan dan Pasal 113 Undang-Undang Perdagangan dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

baca juga

"Buat lain-lain yang coba bermain di masa pandemi Covid-19-19 ini bisa menyengsarakan masyarakat kami akan lakukan penindakan dengan tegas," pungkas Yusri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkuak! Dalih Penyidik Polda Metro Terbang ke Bali karena Jerinx Sakit dan Belum Divaksin

Terkuak! Dalih Penyidik Polda Metro Terbang ke Bali karena Jerinx Sakit dan Belum Divaksin

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 15:51 WIB

Ancam Adam Deni Lewat Medsos, Ponsel Jerinx SID Disita Polisi

Ancam Adam Deni Lewat Medsos, Ponsel Jerinx SID Disita Polisi

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 15:06 WIB

PPKM Level 4, Mobilitas Warga Ibu Kota Meningkat

PPKM Level 4, Mobilitas Warga Ibu Kota Meningkat

Otomotif | Jum'at, 30 Juli 2021 | 13:40 WIB

Penyidik Polda Metro Jauh-jauh Pergi ke Bali untuk Periksa Jerinx SID Selama 6 Jam

Penyidik Polda Metro Jauh-jauh Pergi ke Bali untuk Periksa Jerinx SID Selama 6 Jam

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 13:36 WIB

Terkini

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

×