alexametrics

PPKM Level 4, Mobilitas Warga Ibu Kota Meningkat

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
PPKM Level 4, Mobilitas Warga Ibu Kota Meningkat
Sejumlah kendaraan melintas di tol Jakarta-Cikampek layang (elevated). Sebagai ilustrasi [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww].

Masih diberlakukan penyekatan, namun terjadi peningkatan di gerbang tol hingga 30 persen.

Suara.com - Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat mobilitas masyarakat mengalami peningkatan sejak diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4.

"Tiga hari terakhir ini terjadi peningkatan mobilitas oleh masyarakat," jelas Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, dikutip dari Korlantas Polri.

Selain di jalan arteri, peningkatan mobilitas masyarakat juga terpantau terjadi di tiga gerbang utama menuju Jakarta.

Volume lalin di tiga gerbang tol ke Jakarta itu mengalami peningkatan hingga 30 persen selama tiga hari terakhir.

Baca Juga: Perjalanan Suami Istri Motoran Keliling Indonesia, Siap Berbagi Inspirasi Toleransi

Perpanjangan PPKM selama satu pekan lagi ini dilakukan karena situasi pandemi Covid-19 belum membaik.
Perpanjangan PPKM selama satu pekan lagi ini dilakukan karena situasi pandemi Covid-19 belum membaik.

"Kalau dihitung dari volume arus lalu lintas dari tiga gerbang tol utama yang menuju Jakarta, yaitu Cililitan, Tomang dan Halim bahkan terjadi peningkatan sampai dengan 30 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya," ungkapnya.

Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menuturkan penyebab mobilitas masyarakat meningkat selama tiga hari terakhir sejak PPKM Level 4 diberlakukan lantaran sebagian usaha non-esensial dan non-kritikal sudah diperbolehkan dibuka kembali.

"Mungkin hal ini memang (karena) di PPKM Level 4 yang terakhir ini ada ketentuan bahwa bengkel, barber shop, laundry sudah mulai buka. Pekerja-pekerjanya berarti sudah melaksanakan mobilitas," terangnya.

Lebih lanjut Dirlantas mengungkapkan selama PPKM Level 4 ini berlaku, pemeriksaan STRP di titik-titik penyekatan masih diberlakukan. Namun sudah tidak ada lagi antrean di titik penyekatan.

Baca Juga: Akhir Agustus, Hyundai Produksi Oksigen Kebutuhan Pasien COVID-19 di Indonesia

Komentar