facebook

Ganda Putri Indonesia Raih Medali Emas, Ayah Apriyani Rahayu: Rumah Terasa Mau Pecah

Erick Tanjung
Ganda Putri Indonesia Raih Medali Emas, Ayah Apriyani Rahayu: Rumah Terasa Mau Pecah
Arsip--Pebulu tangkis ganda putri Apriyani Rahayu bersama ayahnya Amiruddin Pora. (Antara)

"Sebelum main, saya yakin pasangan Greysia Polii-Apriyani Rahayu akan menang telak. Saya tidak merasa deg-degan ketika pasangan ini turun ke lapangan," kata Amiruddin.

Suara.com - Amiruddin Pora, ayah dari pebulu tangkis ganda putri Apriyani Rahayu, sudah merasa optimistis bahwa anaknya akan memenangkan pertandingan final ganda putri Olimpiade Tokyo 2021 melawan pasangan China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

"Sebelum main, saya yakin pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan menang telak. Saya tidak merasa deg-degan ketika pasangan ini turun ke lapangan," kata Amiruddin Pora ketika dihubungi dari Kendari, Senin (2/8/2021).

Apriyani Rahayu bersama pasangannya Greysia Polii berhasil merebut medali emas nomor ganda putri Olimpiade 2020 Tokyo setelah menang dua set langsung atas pasangan China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dengan angka 21-19, 21-15.

"Sekali lagi saya tidak merasa deg-degan atau khawatir ketika mereka turun di lapangan karena sudah terbiasa. jadi tidak ada pengaruhnya tampil di Olimpiade maupun kejuaraan-kejuaraan yang lain," ujarnya.

Baca Juga: Ganda Putri Indonesia Raih Mendali Emas, Menlu Retno: Kita Semua Bangga

Ia mengatakan, dirinya nonton bareng di rumahnya bersama dengan warga, begitu ganda putri Indonesia menang maka suara riuh langsung meledak. "Kayak mau pecah ini rumah," tuturnya.

Apriyani Rahayu anak keempat pasangan Amirrudin Pora dan Siti Jauhar (almarhum) merupakan warga Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Apriyani yang kelahiran 29 April 1998 merupakan anak bungsu dan merupakan satu-satunya anak perempuan pasangan Amiruddin-Siti Jauhar.

Pertama kali Apriyani Rahayu bergabung dengan PB Pelita Bakri pada 3 September 2011 ketika mantan juara dunia bulu tangkis Icuk Sugiarto menjadi ketua PBSI DKI Jakarta, kemudian akhirnya hijrah ke PB Jayaraya Jakarta hingga sekarang.

Ketika ditanya apakah Apriyani sempat pulang ke rumah sebelum tampil pada Olimpiade Tokyo ini, Amiruddin mengatakan, seminggu sebelum tampil di Olimpiade anaknya sempat pulang untuk ziarah ke makam ibunya.

Ia menceritakan, ketika tampil pada suatu kejuaraan bulu tangkis di Lima, Peru, pada 10 November 2015, dan saat masuk ke lapangan untuk bertanding sempat diminta keluar karena ada khabar bahwa ibunya meninggal dunia. Tetapi Apriyani tetap melanjutkan pertandingan dan alhamdulillah juara di Peru.

Baca Juga: DPR ke Menpora: Jangan Sampai Ada Delay Bonus ke Greysia/Apriyani

Menyinggung harapannya setelah meraih medali emas di Olimpiade, dia mengatakan anaknya tetap bisa tampil sebagai juara pada event-event internasional.

Komentar