alexametrics

Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal
Logo Olimpiade 2020 Tokyo dipajang di luar Stasiun Tokyo, Jepang. [Charly TRIBALLEAU / AFP]

Aksi perusakan oleh atlet Australia ini dibela oleh pelatih mereka.

Suara.com - Atlet Australia merusak sejumlah fasilitas Olimpiade yang mereka dapatkan di Olympic Village, seperti melubangi tembok dan menghancurkan tempat tidur kardus.

Menyadur BBC Rabu (04/08), aksi ini tidak dapat diterima oleh komite Olimpiade. Beberapa atlet juga berulah dalam penerbangan pulang, pejabat menambahkan.

Tetapi bos tim Australia Ian Chesterman mengatakan tidak ada tindakan disipliner yang akan diambil karena para atlet telah meminta maaf.

Dia menambahkan bahwa itu hanya kerusakan kecil dan bukan hal yang besar jika hanya memecahkan tempat tidur kardus. Chesterman tidak menyebutkan nama atlet atau olahraga yang mereka wakili.

Baca Juga: Kisah Suami Istri Laura dan Jason Kenny yang Berhasil Kawinkan Medali di Olimpiade Tokyo

Komite Olimpiade Australia mengatakan badan sepak bola nasional dan persatuan rugby sedang menyelidiki laporan dalam penerbangan ke Sydney Jumat lalu.

Warga dengan masker pelindung akibat mewabahnya virus korona, berada di depan cincin Olimpiade 2020 di area tepi laut Taman Marina Odaiba, Tokyo, Jepang, Kamis (27/2/2020). [Antara Foto/Reuters/Athit Perawongmetha]
Warga dengan masker pelindung akibat mewabahnya virus korona, berada di depan cincin Olimpiade 2020 di area tepi laut Taman Marina Odaiba, Tokyo, Jepang, Kamis (27/2/2020). [Antara Foto/Reuters/Athit Perawongmetha]

"Beberapa anak muda membuat kesalahan, mereka meninggalkan kamar dalam kondisi yang tidak dapat diterima."

Ia mengatakan kamar tidak sepenuhnya hancur dan menyamakan hal ini dengan perumpamaan setiap bab dari sebuah buku perjalanan waktu.

"Ini seperti buku waktu: anak muda yang baik membuat kesalahan, bab dua adalah anak muda penuh dengan penyesalan."

"Bab tiga adalah anak muda yang baik belajar dari kesalahan dan menjadi orang yang lebih baik."

Baca Juga: Pelatih Ungkap Awal Petaka Praveen / Melati di Olimpiade Tokyo

Komentar