Warga Masih ke Luar Rumah Saat PPKM, Alissa Wahid Singgung Komunikasi Pemerintah ke Publik

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 05 Agustus 2021 | 19:19 WIB
Warga Masih ke Luar Rumah Saat PPKM, Alissa Wahid Singgung Komunikasi Pemerintah ke Publik
Koordinator Gusdurian Alissa Wahid (Instagram/@alissa_wahid)

Suara.com - Penggagas petisi #TarikRemDarurat, Alissa Wahid, membeberkan sejumlah alasan masih banyaknya masyarakat ke luar rumah di tengah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satunya jaminan atau perlindungan sosial yang diberikan pemerintah tidak memadai bagi masyarakat.

Kebijakan PPKM akan menjadi berat bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal. Pasalnya, mereka harus ke luar rumah untuk mendapatkan pendapatan harian.

Dengan adanya PPKM, Alissa menganggap masyarakat yang bekerja di sektor informal itu harus memikul beban ganda.

"Sehingga orang terutama kelompok-kelompok yang terpukul dari kelompok pekerja sektor informal yang mengandalkan penghasilan harian itu mereka pukulannya dua, bebannya ganda," kata Alissa dalam konferensi pers Diperpanjang (Lagi): Rapor Masyarakat untuk PPKM Level 4 secara virtual, Kamis (5/8/2021).

Menurutnya pekerja informal harus tetap keluar rumah agar bisa mendapatkan pemasukan. Namun, beban tambahan akan diperolehnya ketika semisal berjualan namun pembelinya menurun akibat PPKM.

"Pada saat itu mereka tidak bisa berada di rumah, karena kalau berada di rumah sama sekali tidak punya penghasilan, sehingga resiko juga tetap menjadi lebih besar," ujarnya.

Dengan demikian Alissa menganggap persoalan jaminan atau perlindungan sosial itu menjadi sangat penting supaya warga bisa tetap di rumah.

Menurutnya pemberian jaminan sosial kepada masyarakat yang dijalani pemerintah masih 'nanggung'.

Kondisi tersebut kemudian ditambah dengan komunikasi publik yang dijalankan pemerintah masih terasa lemah.

baca juga

"Yang tidak menolong ialah komunikasi pemerintah ke publik yang belum sepenuhnya solid, sehingga strategi komunikasi membuat masyarakat bingung dan abai."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LBH Jakarta: Upaya Pemidanaan Dinar Candy, Bentuk Objektivitas Pornografi kepada Perempuan

LBH Jakarta: Upaya Pemidanaan Dinar Candy, Bentuk Objektivitas Pornografi kepada Perempuan

News | Kamis, 05 Agustus 2021 | 19:12 WIB

Galang Petisi Sentilan bagi Pemerintah, Putri Gus Dur Raih Puluhan Ribu Tanda Tangan

Galang Petisi Sentilan bagi Pemerintah, Putri Gus Dur Raih Puluhan Ribu Tanda Tangan

Jabar | Kamis, 05 Agustus 2021 | 19:03 WIB

Alissa Wahid Pertanyakan Kevalidan Angka Kematian Pasien Covid 100 Ribu Versi Pemerintah

Alissa Wahid Pertanyakan Kevalidan Angka Kematian Pasien Covid 100 Ribu Versi Pemerintah

News | Kamis, 05 Agustus 2021 | 18:51 WIB

LBH Jakarta Sebut Upaya Pemidanaan Dinar Candy Langgar Hak Berpendapat: Dia Gak Telanjang!

LBH Jakarta Sebut Upaya Pemidanaan Dinar Candy Langgar Hak Berpendapat: Dia Gak Telanjang!

News | Kamis, 05 Agustus 2021 | 18:39 WIB

Terkini

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:35 WIB

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:34 WIB

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:32 WIB

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:29 WIB

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 12:17 WIB

×