Berapa Uang dan Nyawa Warga Amerika Cs yang Tersia-sia di Afganistan?

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Selasa, 17 Agustus 2021 | 20:42 WIB
Berapa Uang dan Nyawa Warga Amerika Cs yang Tersia-sia di Afganistan?
Foto ledakan di tempat latihan tentara Amerika Serikat dan Afghanistan, tahun 2013. Fotografer Hilda Clayton tewas saat memotret peristiwa ini. [Army/Zuma Wire/Rex/Shutterstock]

Suara.com - Satu dekade lalu, dengan mengklaim memberantas teroris dan mempromosikan demokrasi, militer Amerika Serikat menginvasi Afganistan untuk menggulingkan Taliban.

Namun kekinian, Taliban kembali berkuasa setelah AS dan negara-negara lain menarik semua pasukannya dari negeri tersebut.

Selama 20 tahun menggelar operasi militer di Afganistan, AS dan konco-konconya tidak menghabiskan sedikit uang.

Begitu pula nyawa warga negara mereka masing-masing yang ikut dinas militer di Afganistan, terlalu banyak yang tewas.

Berapa banyak pasukan yang dikirim?

AS menginvasi Afghanistan dan melengserkan Taliban pada Oktober 2001 dengan alasan kelompok tersebut menyembunyikan Osama Bin Laden dan sejumlah petinggi Al-Qaeda lainnya yang terkait serangan 11 September 2001.

Jumlah personel militer yang dikirim Washington pun bertambah seiring dikucurkannya miliaran dollar untuk memerangi perlawanan Taliban dan mendanai rekonstruksi di Afghanistan. Pada 2011, serdadu AS mencapai 110.000 orang.

Tahun lalu, jumlah serdadu AS hanya tersisa 4.000 jiwa.

Akan tetapi data resmi tidak selalu mencakup pasukan operasi khusus dan unit-unit sementara.

Negara-negara lain juga mengirimkan serdadu mereka ke Afghanistan, termasuk sejumlah anggota NATO.

Namun, AS adalah negara pengirim serdadu terbanyak.

Pada Desember 2014, NATO secara resmi mengakhiri operasi tempurnya, namun menyisakan 13.000 personel untuk melatih militer Afghanistan serta operasi kontra-terorisme.

Selain personel militer, ada pula kontraktor keamanan swasta di Afghanistan. Hingga akhir kuartal terakhir 2020, tercatat lebih dari 7.800 warga AS terlibat sebagai di bidang itu, menurut riset Kongres AS.

Berapa banyak uang yang dihabiskan?

Sebagian besar pengeluaran di Afghanistan berasal dari AS.

Antara 2010 hingga 2012, ketika AS menempatkan lebih dari 100.000 serdadu di Afghanistan, biaya operasi perang berkembang hingga hampir mencapai US$100 miliar per tahun, menurut data pemerintah AS.

Namun, ketika militer AS mengalihkan fokusnya dari operasi serang ke pelatihan militer Afghanistan, biaya yang dikeluarkan merosot drastis.

Pada 2018, pengeluaran tahunan sekitar US$45 miliar, sebagaimana disampaikan pejabat Departemen Pertahanan kepada Kongres AS tahun itu.

Menurut Dephan AS, total pengeluaran militer di Afghanistan (dari Oktober 2001 hingga September 2019) mencapai US$778 miliar.

Tak berhenti di situ. Departemen Luar Negeri AS—serta Badan Pembangunan Internasional yang bernaung di bawah pemerintah AS (USAID) dan lembaga pemerintah lainnya—menghabiskan US$44 miliar untuk proyek-proyek rekonstruksi.

Dengan demikian, biaya total yang dikeluarkan antara 2001 hingga 2019 berdasarkan data resmi mencapai US$822 miliar. Jumlah itu belum termasuk pengeluaran di Pakistan, tempat AS mendirikan pangkalan militer untuk operasi tempur terkait Afghanistan.

Berdasarkan kajian Universitas Brown pada 2019 terhadap pengeluaran di Afghanistan dan Pakistan, AS telah membelanjakan sekitar US$978 miliar (perkiraan ini mencakup uang yang dialokasikan untuk tahun fiskal 2020).

Kajian itu mencatat bahwa sulit meninjau biaya keseluruhan karena metode penghitungan bervariasi antardepartemen pemerintah AS. Metode penghitungan juga berubah seiring waktu sehingga perkiraan biaya total berbeda.

Inggris dan Jerman—yang mengirim serdadu dalam jumlah terbanyak ke Afghanistan setelah AS—masing-masing menghabiskan US$30 miliar dan US$19 miliar sepanjang operasi di sana.

Meski telah menarik mundur hampir seluruh pasukannya, AS dan NATO menjanjikan US$4 miliar per tahun sampai 2024 untuk mendanai militer Afghanistan.

Sejauh ini, NATO telah mengirim perbekalan dan perlengkapan bernilai US$72 juta ke Afghanistan.

Ke mana perginya uang itu?

Sebagian besar uang dalam perang di Afghanistan dipakai untuk operasi melawan pemberontakan serta berbagai keperluan pasukan, seperti makanan, pakaian, obat-obatan, gaji, dan tunjangan.

Data resmi menunjukkan bahwa sejak 2002, AS juga menghabiskan sekitar US$143,27 miliar untuk beragam kegiatan rekonstruksi di Afghanistan.

Lebih dari setengah pengeluaran (US$88,32 miliar) dipakai untuk membina pasukan keamanan Afghanistan, termasuk Angkatan Darat dan Kepolisian.

Hampir US$36 miliar disalurkan untuk tata kelola pemerintahan dan pembangunan. Ada pula sebagian dana dialokasikan untuk upaya anti-narkoba dan bantuan kemanusiaan.

Sejumlah dana ini hilang sia-sia akibat penyelewengan dan korupsi.

Dalam laporan ke Kongres AS pada Oktober 2020, lembaga pemantau upaya rekonstuksi di Afghanistan memperkirakan sekitar US$19 miliar telah lenyap antara Mei 2009 hingga 31 Desember 2019.

Bagaimana dengan korban manusia?

Sejak perang melawan Taliban dimulai pada 2001, lebih dari 3.500 orang meninggal dunia di pihak pasukan koalisi. Lebih dari 2.300 orang di antaranya adalah tentara AS. Tentara Inggris yang tewas melampaui 450 orang.

Adapun tentara AS yang cedera mencapai 20.660 orang.

Namun, jumlah ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah tentara dan warga sipil Afghanistan yang tewas.

Pada 2019, Presiden Ghani mengatakan bahwa lebih dari 45.000 personel pasukan keamanan Afghan telah tewas sejak dia menjadi presiden lima tahun sebelumnya.

Kajian Universitas Brown pada 2019 memperkirakan jumlah nyawa yang hilang di tubuh militer dan kepolisian Afghanistan melampaui 64.100 orang sejak Oktober 2001, ketika perang dimulai.

Kemudian, menurut Misi Pendampingan PBB di Afghanistan (Unama), hampir 111.000 warga sipil telah tewas atau cedera sejak lembaga itu mulai mencatat korban sipil pada 2009.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Evakuasi Dubes dan 170 Warganya Dari Afghanistan

India Evakuasi Dubes dan 170 Warganya Dari Afghanistan

News | Selasa, 17 Agustus 2021 | 19:44 WIB

Taliban Mulai Jalin Hubungan Usai Kuasai Afghanistan

Taliban Mulai Jalin Hubungan Usai Kuasai Afghanistan

Sumut | Selasa, 17 Agustus 2021 | 19:09 WIB

Pemerintah Indonesia Diminta Tidak Tergesa Mengakui Rezim Taliban di Afghanistan

Pemerintah Indonesia Diminta Tidak Tergesa Mengakui Rezim Taliban di Afghanistan

News | Selasa, 17 Agustus 2021 | 18:50 WIB

Selamat HUT RI, Taliban: Kemenangan Kami Seperti Keberhasilan Indonesia....

Selamat HUT RI, Taliban: Kemenangan Kami Seperti Keberhasilan Indonesia....

Sumut | Selasa, 17 Agustus 2021 | 18:11 WIB

Kuasai Afghanistan dari Amerika, Taliban Mulai Jalin Hubungan Baik dengan China dan Rusia

Kuasai Afghanistan dari Amerika, Taliban Mulai Jalin Hubungan Baik dengan China dan Rusia

Jawa Tengah | Selasa, 17 Agustus 2021 | 17:14 WIB

Ucapan Selamat Taliban ke RI, Suhail Syahidin: Keberhasilan Kami Sama dengan Indonesia

Ucapan Selamat Taliban ke RI, Suhail Syahidin: Keberhasilan Kami Sama dengan Indonesia

Kaltim | Selasa, 17 Agustus 2021 | 17:03 WIB

Momen Jokowi Kunjungan ke Afghanistan: Sepanjang Perjalanan Mencekam, Doa Dipanjatkan

Momen Jokowi Kunjungan ke Afghanistan: Sepanjang Perjalanan Mencekam, Doa Dipanjatkan

Kalbar | Selasa, 17 Agustus 2021 | 16:55 WIB

Facebook Blokir Konten-konten Terkait Taliban

Facebook Blokir Konten-konten Terkait Taliban

Tekno | Selasa, 17 Agustus 2021 | 16:45 WIB

Terkini

'Urat Malu Putus?' Viral Pria Diduga TNI Cekcok dengan Polisi Gegara Terobos Lampu Merah

'Urat Malu Putus?' Viral Pria Diduga TNI Cekcok dengan Polisi Gegara Terobos Lampu Merah

News | Rabu, 08 April 2026 | 09:03 WIB

Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis

Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:24 WIB

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:19 WIB

Penderitaan 21 Tahun Warga Bintaro: Akses Jalan Tersandera Pungli, DPRD Desak Pemkot Bertindak!

Penderitaan 21 Tahun Warga Bintaro: Akses Jalan Tersandera Pungli, DPRD Desak Pemkot Bertindak!

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:01 WIB

Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total

Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:59 WIB

Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda

Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:51 WIB

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:48 WIB

Akal Bulus Pengoplos Gas Cileungsi: Pakai 'Mata-Mata' HT, Ibu-Ibu Jadi Tameng, hingga Trik Es Batu!

Akal Bulus Pengoplos Gas Cileungsi: Pakai 'Mata-Mata' HT, Ibu-Ibu Jadi Tameng, hingga Trik Es Batu!

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:44 WIB

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:43 WIB

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:39 WIB