Wali Kota Wanita di Afghanistan Tidak Kabur: Saya Kini Duduk Menunggu Dibunuh Taliban

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Rabu, 18 Agustus 2021 | 16:01 WIB
Wali Kota Wanita di Afghanistan Tidak Kabur: Saya Kini Duduk Menunggu Dibunuh Taliban
Zarifa Ghafari dan ayahnya. (Facebook/Zarifa.Ghafari)

Suara.com - Umurnya belum 30 tahun, tapi pengalaman hidupnya sangat menggetarkan hati. Dilahirkan sebagai wanita hebat di wilayah konflik membuat Zarifa Ghafari tumbuh jadi sosok yang tangguh.

The Sydney Morning Herald melaporkan, wanita 29 tahun ini adalah salah satu wali kota perempuan pertama di Afghanistan, ia memimpin di kota konservatif Maidan Shar.

Ayahnya, Jenderal Abdul Wasi Ghafari ditembak mati di depan rumahnya beberapa hari setelah Taliban gagal mengeksekusi dirinya pada bulan November.

Menurut Ghafari, Taliban membunuh ayahnya karena bekerja untuk pemerintah Afghanistan. Statusnya sebagai ayah seorang wali kota wanita membuat hidup pria ini semakin pendek.

"Mereka membunuhnya hanya karena dia adalah ayahku – ayah dari seorang gadis yang berjuang untuk bangsanya, untuk negara ini,” ujarnya.

Zarifa Ghafari. (Facebook/Zarifa.Ghafari)
Zarifa Ghafari. (Facebook/Zarifa.Ghafari)

Sebelum Taliban membabi buta, Zarifa Ghafari adalah seorang wanita biasa yang sedang menyiapkan pernikahannya. Adik perempuannya baru wisuda dan semuanya berjalan normal hingga tiba-tiba Taliban menghancurkan segalanya.

Pada hari Minggu, ketika pasukan Taliban tiba di gerbang kota, dia mengatakan kepada jurnalis Sunday Independent.

“Saya duduk di sini menunggu mereka datang. Tidak ada yang membantu saya atau keluarga saya. Mereka akan datang untuk orang-orang seperti saya dan membunuh saya.”

Ghafari sangat menyayangkan 20 tahun perjuangan rakyat Afghanistan hancur dalam sekejap.

"Itu datang dengan pengorbanan yang besar, besar, besar. Kami membayar harga dengan kerja keras, kami mendapatkannya dengan darah kami."

Zarifa Ghafari dan ayahnya. (Facebook/Zarifa.Ghafari)
Zarifa Ghafari dan ayahnya. (Facebook/Zarifa.Ghafari)

Ia menyebut ini bukan tentang hak perempuan, bukan hanya hak asasi manusia, bukan hanya pendidikan dan kemajuan, tapi tentang kehidupan yang telah dikorbankan untuk kemajuan yang dibuat dalam 20 tahun.

Ghafari juga mengatakan semua orang tak siap dengan jatuhnya Kabul secara tiba-tiba. "Kami tidak pernah mengharapkan komunitas internasional melakukan ini pada kami".

“Taliban ada di sekitar kota. Mereka membunuh orang, mereka menghancurkan tempat. Kami semua takut. Ibuku takut. Jika aku mati, apa yang akan terjadi pada keluargaku, tunanganku? Adikku, dia hanya menangis dan memintaku, 'tolong kakak, pergi jika kamu bisa'.”

“Oke, mereka bisa menyelamatkan satu Zarifa, tapi apa yang akan terjadi pada jutaan dan jutaan Zarifa di seluruh negeri? Apa jadinya mimpi mereka, apa jadinya kalau mereka tidak bisa lagi sekolah, ke universitas.”

"Bagaimana jika mereka tidak bisa hidup bebas sebagai manusia? hatiku sangat sakit," ujar wanita yang tak percaya dengan semua janji manis Taliban tentang hak-hak perempuan dan amnesti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Australia Tunjuk Duta Besar Wanita Pertama untuk Indonesia, Penny Williams

Australia Tunjuk Duta Besar Wanita Pertama untuk Indonesia, Penny Williams

News | Rabu, 14 April 2021 | 19:42 WIB

Pelaut Wanita Pertama Mesir Ini Dituduh Jadi Dalang Atas Insiden Suez

Pelaut Wanita Pertama Mesir Ini Dituduh Jadi Dalang Atas Insiden Suez

News | Senin, 05 April 2021 | 13:03 WIB

Kaja Kallas Resmi Jadi Perdana Menteri Estonia Wanita Pertama sejak Merdeka

Kaja Kallas Resmi Jadi Perdana Menteri Estonia Wanita Pertama sejak Merdeka

News | Kamis, 28 Januari 2021 | 12:18 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB