Beredar Klaim Covid-19 Berasal dari Pangkalan Militer Amerika Serikat

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:50 WIB
Beredar Klaim Covid-19 Berasal dari Pangkalan Militer Amerika Serikat
Fort Detrick [BBC]

Suara.com - Klaim virus covid-19 berasal dari pangkalan militer Amerika Serikat, viral di media sosial China menjelang rilis laporan intelijen AS tentang asal mula virus tersebut.

Pada bulan Mei, Presiden AS Joe Biden, memerintahkan penyelidikan 90 hari untuk mengetahui apakah virus Covid-19 berasal dari kecelakaan laboratorium atau muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi.

Sampai saat itu, teori "kebocoran laboratorium Wuhan" telah ditolak oleh sebagian besar ilmuwan sebagai teori konspirasi pinggiran.

Tetapi sekarang karena laporan itu akan dirilis, China pun melakukan serangan.

Dalam beberapa minggu terakhir, sumber-sumber di China telah memperkuat klaim tak berdasar bahwa Covid-19 dibuat di AS.

Menggunakan segala cara mulai dari musik rap hingga unggahan akun Facebook palsu, para ahli mengatakan upaya propaganda telah berhasil meyakinkan masyarakat dalam negeri China untuk memberikan skeptisisme pada kritik internasional terhadap peran negara itu dalam pandemi Covid-19.

Tetapi, para ahli mengatakan, upaya itu tidak banyak membantu dalam membentuk perspektif di dunia luar.

Apa tuduhannya?

Kebanyakan orang Amerika mungkin belum pernah mendengar tentang Fort Detrick, tetapi nama itu kini menjadi familiar dalam percakapan rumah tangga di China.

Propaganda China telah mendorong konspirasi bahwa virus corona Covid-19 dibuat dan bocor dari instalasi militer di Frederick, Maryland, sekitar 80 kilometer utara Washington DC, Amerika Serikat.

Pernah menjadi pusat program senjata biologis AS, saat ini Fort Detrick adalah rumah laboratorium biomedis yang meneliti virus termasuk Ebola dan cacar.

Sejarah Fort Detrick yang rumit telah memicu spekulasi di China.

Sebuah lagu rap yang diciptakan oleh kelompok nasionalis China CD Rev menyampaikan lirik tuduhan bahwa Covid-19 ditetaskan oleh laboratorium Fort Detrick.

Bahkan, klaim itu juga baru-baru ini mendapat dukungan dari Zhao Lijian, juru bicara kementerian luar negeri China.

Irama lagu -"Berapa banyak plot yang keluar dari lab Anda/Berapa banyak mayat yang menggantung di sebuah label/Apa yang Anda sembunyikan/Buka pintu ke Fort Detrick."

Janggal, tetapi sentimennya "berbicara dalam pikiran kita," Zhao menulis dalam sebuah cuitan pada bulan Agustus.

Zhao, yang dikenal dengan gaya diplomasinya yang agresif, telah memainkan peran penting dalam menyebarkan teori "asal AS" itu.

Beberapa twit dari akunnya tahun lalu adalah yang pertama kali menarik perhatian luas ke Fort Detrick.

"Ada apa di balik penutupan biolab di Fort Detrick?" tulisnya pada Juli 2020, "Kapan AS akan mengundang para ahli untuk menyelidiki asal usul virus di AS?"

Dalam beberapa bulan terakhir, seruannya telah diikuti oleh diplomat China yang berbasis di berbagai negara.

Siaran negara China CCTV bahkan menayangkan laporan khusus berdurasi satu jam, "The Dark History Behind Fort Detrick".

Liputan itu berfokus pada pelanggaran penahanan di lab di 2019, untuk mendukung klaim keamanan lab yang lemah yang digemakan oleh pejabat China dan media pemerintah.

Tagar terkait telah dilihat lebih dari 100 juta kali di Weibo, setara dengan Twitter China.

"Kami melihat upaya kampanye yang lebih berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak akun dan tersebar secara geografis untuk mempromosikan narasi," tentang Fort Detrick, kata Ira Hubert, analis investigasi senior di firma analisis sosial Graphika.

Teori populer lainnya, yang didorong oleh surat kabar nasionalis Global Times adalah hubungan asal-usul virus dengan pakar virus corona AS, Ralph Baric, dan para peneliti di Fort Detrick.

Surat kabar itu mengambarkan bahwa Baric menciptakan virus corona baru yang menginfeksi manusia, mengutip sebuah makalah yang ditulis bersama oleh peneliti yang berbasis di North Carolina tentang penularan virus dari kelelawar di Nature Medicine.

Dalam catatan editor, jurnal tersebut mengatakan bahwa mereka sadar telah digunakan untuk menyebarkan teori palsu, tetapi catatan itu tidak termasuk dalam laporan Global Times.

Surat kabar itu juga meluncurkan petisi online yang meminta warganet China untuk menandatangani surat terbuka menuntut penyelidikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke Fort Detrick.

Orang-orang dapat "menandatangani" surat itu hanya dengan satu klik, dan seruan itu dilaporkan mengumpulkan lebih dari 25 juta "tanda tangan".

Propaganda dari Swiss ke Fiji

Para ahli mengatakan Beijing berusaha membawa warganet non-China ke dalam perselisihan tentang asal-usul Covid-19 untuk semakin memperkeruh keadaan.

Sebuah contoh yang jelas terungkap pada bulan Juli, ketika media pemerintah China tanpa henti melaporkan kritik yang ditulis dalam unggahan Facebook "Wilson Edwards", seorang pengguna yang mengaku sebagai ilmuwan Swiss.

"Edwards" berargumen bahwa Washington "sangat terobsesi untuk menyerang China pada masalah penelusuran asal usul virus sehingga enggan membuka mata terhadap data dan temuan."

Tetapi kedutaan Swiss di China kemudian menegaskan bahwa tidak ada daftar warga negara Swiss dengan nama tersebut, dan mendesak media China untuk menghapus laporan berita "palsu".

Para ahli percaya sosok "Wilson Edwards" kemungkinan tidak ada, melainkan sebuah profil propaganda fiktif.

Halaman Facebook-nya diluncurkan pada hari ia menerbitkan unggahan Covid-19.

Akun Twitter baru dengan nama "Wilson Edwards" juga men-twit pesan yang sama pada hari itu.

Kisah "Wilson Edwards" tampaknya pertama kali dilaporkan melalui media bilingual Cina-Inggris yang berbasis di Fiji, Voice of South Pacific.

Meskipun tidak jelas apakah Voice of South Pacific didukung oleh negara China, aplikasi selulernya dikembangkan oleh anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh kantor berita negara China News Service, media milik negara China pertama yang melaporkan klaim Edwards.

BBC menemukan bahkan sebelum unggahan Edwards di Facebook menarik perhatian media luas, cerita tersebut telah dibagikan oleh ratusan akun Facebook yang mengaku berbasis di Asia Tenggara, misalnya, "Eastman Tyla" di Malaysia dan "Tyree Schmidt" di Indonesia.

"Tyla" dan "Schmidt" juga menyebarkan daftar berita-berita pro-China yang panjang dan identik di halaman Facebook mereka, memuji penanganan pandemi oleh Beijing.

Tidak ada bukti kesimpulan mengenai siapa yang mengoperasikan akun media sosial ini, mereka sering mengutip frasa langsung yang digunakan oleh juru bicara pemerintah China atau dari media utama pemerintah China.

Dan Graphika, firma analisis sosial, telah mengidentifikasi jaringan akun pro-China palsu dan terselubung di Twitter, Facebook, dan YouTube yang merupakan penguat utama teori Fort Detrick.

Apa pengaruh propaganda China ini?

Kampanye global terbaru China atas Covid-19 itu mungkin tidak membuat dunia internasional terpengaruh, tetapi para analis mengatakan klaim itu telah berhasil meyakinkan audiens domestik Beijing.

"Sebagian besar, kekhawatiran terbesar [pemerintah China] adalah legitimasi domestik," kata Asisten Komunikasi Global Universitas Negeri Georgia Profesor Maria Repnikova kepada BBC.

Repnikova mengatakan China telah mengaburkan batas antara propaganda domestik dan eksternal selama bertahun-tahun, tetapi strategi ini bukannya tanpa risiko, karena pesan eksternal yang kurang efektif dapat membebani hubungan luar negeri China.

Sementara itu, media pemerintah China kini telah memilih lebih banyak sumber asing, dan blogger video asing dalam memainkan peran untuk mendorong disinformasi Beijing.

Upaya ini bertujuan untuk "melegitimasi China dari luar," menurut Prof Repnikova.

Meningkatnya elemen asing dalam kampanye disinformasi China menandakan perubahan dalam strategi propaganda Beijing.

"Ini bukan hanya tentang menceritakan sebuah cerita," kata Prof Repnikova, "Ini tentang membuat sebuah cerita."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat Warga Bekasi Bisa Vaksin Pfizer di Jakarta

Syarat Warga Bekasi Bisa Vaksin Pfizer di Jakarta

Bekaci | Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Viral Video Diduga Gadis Afghanistan Sesenggukan Meminta Tolong ke Tentara Amerika

Viral Video Diduga Gadis Afghanistan Sesenggukan Meminta Tolong ke Tentara Amerika

Your Say | Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:41 WIB

Studi: Biaya Kepemilikan Mobil Baru Hampir Rp143 Juta per Tahun

Studi: Biaya Kepemilikan Mobil Baru Hampir Rp143 Juta per Tahun

Otomotif | Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:12 WIB

China Sekarang Bolehkan Pasangan Punya TIga Anak, Apa Alasannya?

China Sekarang Bolehkan Pasangan Punya TIga Anak, Apa Alasannya?

Lifestyle | Senin, 23 Agustus 2021 | 18:25 WIB

China Minta Warganya Berpakaian Islami selama di Afghanistan

China Minta Warganya Berpakaian Islami selama di Afghanistan

Riau | Senin, 23 Agustus 2021 | 13:45 WIB

Lagi, Indonesia Terima 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac dari China

Lagi, Indonesia Terima 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac dari China

News | Senin, 23 Agustus 2021 | 13:13 WIB

Peringkat Brand Mobil Listrik Dunia: Amerika Serikat Nomor Satu, Korea Keenam

Peringkat Brand Mobil Listrik Dunia: Amerika Serikat Nomor Satu, Korea Keenam

Otomotif | Senin, 23 Agustus 2021 | 12:49 WIB

Sedang di New York dan Terkena Badai Tropis Henri, Tasya Kamila Panik: Kita di Lantai 40!

Sedang di New York dan Terkena Badai Tropis Henri, Tasya Kamila Panik: Kita di Lantai 40!

Entertainment | Senin, 23 Agustus 2021 | 12:10 WIB

Fakta di Balik Organisasi Taliban yang Menguasai Afghanistan

Fakta di Balik Organisasi Taliban yang Menguasai Afghanistan

Your Say | Senin, 23 Agustus 2021 | 11:01 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 07:05 WIB

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 23:10 WIB

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:44 WIB

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:32 WIB

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:00 WIB

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:30 WIB

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB