Poppy Land, Berapa Produksi Opium yang Dikuasai Taliban di Afganistan?

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:06 WIB
Poppy Land, Berapa Produksi Opium yang Dikuasai Taliban di Afganistan?
Ilustrasi tumbuhan opium. (Pixabay/Adege)

Suara.com - Taliban mengklaim budidaya opium dihentikan, begitu pula pasokan obat-obatan terlarang ketika terakhir berkuasa di Afghanistan.

Meskipun ada penurunan tajam pada 2001 atau tahun terakhir saat Taliban berkuasa sebelum dijungkalkan AS, penanaman opium di daerah yang dikuasai kelompok itu meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Berapa banyak opium yang diproduksi di Afghanistan?

Tanaman opium poppy dapat disuling menjadi bahan dasar untuk beberapa obat dengan tingkat adiktif yang tinggi, termasuk heroin.

Afghanistan merupakan produsen terbesar opium di dunia, menurut Kantor PBB urusan Obat Terlarang dan Kejahatan (UNODC).

Panen opium di negara itu menyumbang lebih dari 80% pasokan dunia.

Pada 2018 UNODC memperkirakan produksi opium berkontribusi hingga 11% dari ekonomi negara itu.

Apa respons Taliban soal opium?

Setelah kembali menguasai Afghanistan pertengahan Agustus lalu, Zabihullah Mujahid sebagai juru bicara mengatakan bahwa "Saat kami berkuasa sebelumnya tidak ada produksi obat terlarang."

"Kami akan membuat produksi opium kembali ke nol" dan tidak akan ada penyelundupan.

Bagaimana rekam jejak Taliban?

Awalnya, budidaya opium poppy naik signifikan di masa kekuasaan Taliban - dari sekitar 40.000 hektar pada 1998 menjadi lebih dari 64.000 pada tahun 2000, menurut Departemen Luar Negeri AS.

Sebagian besar terdapat di provinsi Helmand yang dikendalikan Taliban, yang berkontribusi sebesar 39% dari produksi opium ilegal dunia.

Namun pada Juli 2000 Taliban melarang pertanian opium poppy di wilayah-wilayah yang mereka kuasai.

Laporan PBB pada Mei 2001 "mengamati keberhasilan total larangan atas budidaya opium di daerah-daerah yang dikuasai Taliban".

Menyusul larangan Taliban atas pertanian opium, terjadi penurunan nyata dalam penyitaan opium dan heroin secara global pada tahun 2001 dan 2002.

Namun, sejak itu, situasinya berubah.

Meski ada penanaman di daerah-daerah yang dikuasai oleh pemerintah sebelumnya, sebagian besar penanaman opium terkonsentrasi di daerah-daerah yang dikuasai oleh Taliban.

Misalnya, provinsi Helmand dan Kandahar di Afghanistan selatan - saat dikendalikan oleh Taliban - memiliki lahan paling banyak yang digunakan untuk budidaya opium pada tahun 2018.

Bagaimana Taliban mendapat penghasilan dari opium?

Pertanian opium adalah sumber utama pekerjaan di Afghanistan. Pada tahun 2019 panen opium menyediakan hampir 120.000 pekerjaan, menurut survei opium UNODC Afghanistan.

Taliban mendapat pemasukan lewat pungutan pajak atas tanaman opium dan secara tidak langsung melalui pemrosesan dan perdagangan, menurut Departemen Luar Negeri AS.

Pajak budidaya 10% dipungut dari para petani opium.

Pajak juga dipungut dari laboratorium yang memproses opium menjadi heroin, juga dari para pedagang yang menyelundupkan obat terlarang itu.

Perkiraan tahunan yang didapat Taliban dari ekonomi obat terlarang itu berkisar dari $100 juta-$400 juta.

Obat-obatan terlarang menyumbang hingga 60% dari pendapatan tahunan Taliban, menurut lembaga pemantau asal AS, Special Inspector General for Afghan Reconstruction (Sigar).

Ke mana obat terlarang itu dikirim?

Heroin yang dibuat dari opium yang tumbuh di Afghanistan menyumbang 95% pasar di Eropa.

Hanya 1% pasokan heroin di AS berasal dari Afghanistan, menurut Lembaga Penindakan Obat-obat Terlarang AS (DEA). Sebagian besar pasokan ke AS berasal dari Meksiko.

Dari tahun 2017 hingga 2020, lebih dari 90% opioid dikirim lewat jalur darat.

Namun baru-baru ini terjadi peningkatan penyitaan di laut, pada rute antara Samudra Hindia dan Eropa.

Meskipun ada fluktuasi, produksi opium dan penyitaan terkait opium telah menunjukkan tren yang meningkat selama dua dekade terakhir, sejalan dengan budidaya opium di Afghanistan.

Sedangkan penyitaan dan penangkapan terkait narkotika memiliki dampak minimal pada budidaya opium di Afghanistan, menurut Sigar.

Penyitaan opium sejak 2008 hanya setara dengan 8% dari opium yang diproduksi oleh negara itu pada tahun 2019 saja, lanjutnya.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratu Soraya, Pemimpin Afganistan yang Junjung Tinggi Hak Kaum Perempuan

Ratu Soraya, Pemimpin Afganistan yang Junjung Tinggi Hak Kaum Perempuan

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:08 WIB

Perempuan Pekerja Afghanistan Diminta Taliban untuk Diam di Rumah

Perempuan Pekerja Afghanistan Diminta Taliban untuk Diam di Rumah

Riau | Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:36 WIB

Pemerintah Taliban Mendorong Pejabat Afghanistan untuk Kembali Bekerja

Pemerintah Taliban Mendorong Pejabat Afghanistan untuk Kembali Bekerja

Your Say | Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:19 WIB

Afghanistan di Ambang Krisis Kemanusiaan, 14 Juta Orang Terancam Kelaparan

Afghanistan di Ambang Krisis Kemanusiaan, 14 Juta Orang Terancam Kelaparan

Jatim | Rabu, 25 Agustus 2021 | 15:19 WIB

Selain Melarang Penduduk ke Bandara, Taliban Kini Memburu Kolaborator Pasukan AS

Selain Melarang Penduduk ke Bandara, Taliban Kini Memburu Kolaborator Pasukan AS

Surakarta | Rabu, 25 Agustus 2021 | 14:08 WIB

Dilanda Eksodus Besar-besaran, Afghanistan Terancam Krisis Kemanusiaan

Dilanda Eksodus Besar-besaran, Afghanistan Terancam Krisis Kemanusiaan

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:29 WIB

Rekam Jejak Taliban, 60% Pendapatan Tahunan Didapat dari Opium Bahan Dasar Narkoba

Rekam Jejak Taliban, 60% Pendapatan Tahunan Didapat dari Opium Bahan Dasar Narkoba

Surakarta | Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:04 WIB

Kisah Jurnalis AS yang Nyaris Putus Asa Menyelamatkan Penerjemah Afghanistan

Kisah Jurnalis AS yang Nyaris Putus Asa Menyelamatkan Penerjemah Afghanistan

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 10:17 WIB

Terkini

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:19 WIB

Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz

Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:13 WIB

Nekat Mau Bunuh Donald Trump Sampai Rata dengan Tanah, Pria Massachusetts Ini Akhirnya Ditangkap

Nekat Mau Bunuh Donald Trump Sampai Rata dengan Tanah, Pria Massachusetts Ini Akhirnya Ditangkap

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:13 WIB

Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia

Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:01 WIB

PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel

PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel

News | Jum'at, 03 April 2026 | 06:48 WIB

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB