Taliban akan Segera Umumkan Jajaran Kabinetnya dalam Seminggu

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:04 WIB
Taliban akan Segera Umumkan Jajaran Kabinetnya dalam Seminggu
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid saat konferensi pers di Kabul, Selasa (17/8/2021). (Foto: AFP)

Suara.com - Taliban akan segera mengumumkan jajaran kabinet beserta para gubernur dalam waktu seminggu dan akan mulai menjalankan pemerintahan.

Menyadur Al Arabiya Minggu (29/8/2021), juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada Reuters pada hari Sabtu (28/8/2021) bahwa mereka akan segera mengumumkan jajaran kabinet.

Selain menteri dalam kabinet, Taliban juga akan menunjuk gubernur dan kepala polisi di 33 dari 34 provinsi di Afghanistan.

"Sulit untuk mengantisipasi apakah perempuan akan menjadi bagian dari kabinet di Afghanistan. Keputusan akhir akan diambil oleh para pemimpin tertinggi tentang masalah ini," kata Mujahid.

Mujahid juga mengatakan bahwa Taliban akan segera mengambil alih kendali penuh bandara Kabul yang saat ini digunakan warga untuk kabur dari Afghanistan.

"Kami memiliki staf keamanan dan teknis yang cukup untuk mengoperasikan bandara Kabul," kata Mujahid.

Media Turki dan Qatar telah melaporkan bahwa Taliban meminta bantuan dari kedua negara untuk membantu menjalankan bandara Kabul. Namun Mujahid membantah klaim tersebut.

"Masih terlalu dini untuk memutuskan apakah kami akan membutuhkan bantuan Turki atau Qatar untuk mengoperasikan bandara Kabul." ujarnya.

Juru bicara Taliban juga mengimbau kepada negara-negara Barat untuk mempertahankan hubungan diplomatik dengan Afghanistan.

Setelah Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus, mereka mengumbar janji manis untuk memperbaiki citra mereka di mata rakyat Afghanistan.

Takiban menjanjikan amnesti kepada pegawai pemerintah dan tentara yang sebelumnya bekerja untuk pemerintahan yang didukung barat dan melindungi hak-hak perempuan.

Namun, para aktivis dan jurnalis lokal mengatakan bahwa kenyataan di lapangan sangat berbeda dengan janji yang diumbar oleh Taliban.

Para aktivis dan media lokal banyak yang melaporkan jika Taliban masih melakukan penangkapan dan penggeledahan ke beberapa rumah warga.

Aktivis dan mantan pemimpin politik perempuan mengatakan bahwa mereka berharap diperlakukan sebagai warga negara dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

22 Negara Bahu Membahu Evakuasi Ratusan Ribu Orang dari Afghanistan, AS Paling Banyak

22 Negara Bahu Membahu Evakuasi Ratusan Ribu Orang dari Afghanistan, AS Paling Banyak

News | Minggu, 29 Agustus 2021 | 06:21 WIB

Pengungsi Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Kebon Sirih

Pengungsi Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Kebon Sirih

Foto | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:06 WIB

Sempat Dibawa ke Markas, Mantan Jurnalis Ini Hampir Mati saat Meliput di Afghanistan

Sempat Dibawa ke Markas, Mantan Jurnalis Ini Hampir Mati saat Meliput di Afghanistan

News | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 18:28 WIB

Terkini

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:46 WIB

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:42 WIB

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:29 WIB

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:28 WIB

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:24 WIB