Dua Minggu Operasi, Inggris Berhasil Evakuasi 15.000 Warga dari Afghanistan

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:04 WIB
Dua Minggu Operasi, Inggris Berhasil Evakuasi 15.000 Warga dari Afghanistan
Warga Afghanistan turun dari sebuah pesawat di Bandara Fiumicino, Roma, Italia, 19 Agustus 2021. Foto sebagai ilustrasi [ANTARA/Reuters]

Suara.com - Inggris telah mengevakuasi hampir 15.000 warga dari Afghanistan setelah Taliban berhasil menguasai dan mengambil alih Kabul.

Menyadur Channel News Asia Minggu (29/8/2021), pesawat terakhir Inggris yang mengevakuasi warga sipil dari Afghanistan telah meninggalkan Kabul pada Sabtu (28/8/2021).

Pesawat tersebut menandai berakhirnya operasi evakuasi selama dua minggu dan berhasil menerbangkan hampir 15.000 warga Afghanistan dan Inggris.

Seorang juru bicara kementerian pertahanan Inggris juga mengungkapkan jika pasukannya bersiap untuk meninggalkan Afghanistan pada Sabtu (28/8/2021).

"Sudah waktunya untuk menutup operasi ini. Tapi kami tidak melupakan orang-orang yang masih harus pulang, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu mereka," kata duta besar Inggris untuk Afghanistan Laurie Bristow.

Sebuah pesawat angkut militer Inggris yang membawa pasukan bersenjata dilaporkan telah mendarat di sebuah pangkalan udara di Inggris selatan pada hari Sabtu.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan bahwa Inggris memasuki detik-detik terakhir melakukan proses evakuasi di Kabul.

Ben Wallace juga menegaskan bahwa pasukannya hanya akan memproses orang-orang yang sudah berada di dalam bandara Kabul.

Inggris berada di pihak Washington sejak awal invasi pimpinan AS ke Afghanistan yang menggulingkan Taliban pada tahun 2001.

Sedikitnya 450 personel angkatan bersenjata Inggris tewas selama hampir dua dekade bertugas di negara tersebut.

Wallace mengatakan ada sekitar 800-1.100 warga Afghanistan yang telah bekerja untuk Inggris dan memenuhi syarat untuk meninggalkan negaranya.

Namun, kepala angkatan bersenjata Inggris Jenderal Nick Carter mengatakan kepada BBC pada hari Sabtu bahwa totalnya bisa lebih banyak.

Carter mengatakan jika banyak warga Afghanistan yang tidak dapat pergi karena terlalu berbahaya untuk melakukan perjalanan ke bandara Kabul.

"Kami sering menerima pesan dan teks dari teman-teman Afghanistan kami yang sangat menyedihkan. Kami menjalani ini dengan cara yang paling menyakitkan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengungsi Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Kebon Sirih

Pengungsi Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Kebon Sirih

Foto | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:06 WIB

Sempat Dibawa ke Markas, Mantan Jurnalis Ini Hampir Mati saat Meliput di Afghanistan

Sempat Dibawa ke Markas, Mantan Jurnalis Ini Hampir Mati saat Meliput di Afghanistan

News | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 18:28 WIB

Sempat Menjabat Menteri Komunikasi Afghanistan, Pria Ini Kini Jadi Kurir

Sempat Menjabat Menteri Komunikasi Afghanistan, Pria Ini Kini Jadi Kurir

News | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 12:24 WIB

Terkini

Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!

Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:33 WIB

Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini

Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:13 WIB

Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana

Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:11 WIB

Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone

Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:50 WIB

Cerita Warga di Mereudu Gotong Royong Bareng Pemerintah dalam Pemulihan Pasca Bencana

Cerita Warga di Mereudu Gotong Royong Bareng Pemerintah dalam Pemulihan Pasca Bencana

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:35 WIB

Jejak Berdarah Pulan Wonda: Anggota OPM Penembak  Jenderal Tito Karnavian Ditangkap di Puncak Jaya

Jejak Berdarah Pulan Wonda: Anggota OPM Penembak Jenderal Tito Karnavian Ditangkap di Puncak Jaya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

Innova Venturer Ringsek Tak Berbentuk Dihantam KRL di Bogor, Sopir Raib Misterius Usai Tabrakan

Innova Venturer Ringsek Tak Berbentuk Dihantam KRL di Bogor, Sopir Raib Misterius Usai Tabrakan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:05 WIB

Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran

Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:33 WIB

Bahas Isu Terkini, Seskab Teddy Bertemu Wapres Gibran 1,5  Jam di Istana Sambil Bawa Catatan

Bahas Isu Terkini, Seskab Teddy Bertemu Wapres Gibran 1,5 Jam di Istana Sambil Bawa Catatan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:31 WIB

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:02 WIB