alexametrics

Sebulan di Uzbekiztan, Pilot Afghanistan Akhirnya Pergi ke Pangkalan AS

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Sebulan di Uzbekiztan, Pilot Afghanistan Akhirnya Pergi ke Pangkalan AS
Ilustrasi pilot Afghanistan. [Shutterstock]

Taliban menyerukan pilot ini untuk kembali ke Afghanistan.

Suara.com - Beberapa pilot Afghanistan yang tertahan selama sebulan di Uzbekistan mulai berangkat ke Uni Emirat Arab pada hari Minggu sebelum diberangkat ke negara berikutnya.

Menyadur VOA Senin (13/9/2021), seorang pilot yang dilatih AS mengatakan kepada Reuters bahwa satu kelompok akan berangkat dari Uzbekistan pada hari Minggu.

Pergerakan ini sesuai dengan kesepakatan yang ditengahi AS, meskipun Taliban menuntut agar mereka kembali ke negaranya.

The Wall Street Journal melaporkan pada hari Sabtu bahwa pilot akan pergi ke pangkalan militer AS di Doha, Qatar, sebelum dipindahkan ke negara ketiga.

Baca Juga: Kampus-kampus di Afghanistan akan Dipisahkan Berdasarkan Jenis Kelamin

Tidak jelas apa yang akan terjadi pada 46 pesawat yang ada di Uzbekistan, termasuk pesawat serang ringan A-29 dan helikopter UH-60 Black Hawk.

Ilustrasi Helikopter Blackhawk UH-60 [Shutterstock]
Ilustrasi  Black Hawk UH-60 [Shutterstock]

Beberapa jam sebelum Kabul dikuasai Taliban, 585 militer Afghanistan dan keluarganya terbang ke Uzbekistan dengan 22 pesawat militer dan 24 helikopter.

Mereka dicegat oleh pesawat militer Uzbekistan dan dipaksa mendarat di bandara internasional di Termez, tepat di seberang perbatasan dari Afghanistan.

Taliban menekan pemerintah Uzbekistan untuk menyerahkan pesawat dan pilotnya, kata pejabat AS dan mantan pejabat AS pada Reuters.

Taliban menyita pesawat termasuk helikopter dan pesawat tak berawak akhir bulan lalu dan menuntut agar setiap kendaraan yang diambil sebelum menguasai Kabul harus dikembalikan.

Baca Juga: Taliban Izinkan Perempuan Afghanistan Belajar di Sekolah, Kelas Dipisah

Uzbekistan yang mendukung Taliban sebelum pengambilalihan bulan lalu, mendesak AS untuk mengambil tindakan karena khawatir akan ada ketegangan terkait dengan pilot.

Baik Departemen Luar Negeri AS, PBB maupun Taliban tidak secara terbuka mengomentari perkembangan yang dilaporkan hari Minggu.

Sekitar seminggu yang lalu, pejabat AS tiba di kamp untuk menyaring warga Afghanistan menggunakan biometrik karena banyak yang dengan pakaian seadanya.

Komentar