alexametrics

PM Jepang Yoshihide Suga Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara

Reza Gunadha | Rima Suliastini
PM Jepang Yoshihide Suga Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Dokumentasi - Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga saat mengadakan konferensi pers di kediaman resmi Perdana Menteri Shinzo Abe di Tokyo, Jepang, Senin (29/5/2017). ANTARA/REUTERS/Toru Hanai/am

Itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, dan saya sangat memprotes dan mengutuk ini, katanya.

Suara.com - Dua hari setelah Korea Utara menembakkan rudal jelajah, negeri yang dipimpin Kim Jong Un ini meluncurkan rudal balistik di lepas pantai timur pada hari Rabu.

Menyadur CNBC Rabu (15/9/2021), hal ini langsung memicu kecaman dari Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

Ia mengutuk peluncuran rudal itu dan menyebutnya sangat keterlaluan sembari mengatakan 'ancaman bagi perdamaian dan keamanan kawasan itu'.

“Itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, dan saya sangat memprotes dan mengutuk ini,” katanya seraya menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau daerah tersebut.

Baca Juga: Usai Uji Rudal Jarak Jauh, Korea Utara Kini Tembakkan Rudal Balistik

“Kami akan bekerja sama dengan AS, Korea Selatan, dan negara-negara lain yang peduli untuk secara tegas melindungi kehidupan warga kami dan kehidupan damai mereka,” kata perdana menteri.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [KCNA via KNS/AFP]
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [KCNA via KNS/AFP]

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan badan intelijen lokal dan AS sedang melakukan analisis rinci.

Korea Selatan akan mengadakan pertemuan darurat mengenai peluncuran rudal balistik pada Rabu sore, NBC melaporkan.

Juru bicara kepresidenan, Park Kyung-mi mengatakan Presiden Moon Jae In segera diberitahu tentang peluncuran itu.

"Presiden akan mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional dengan anggota komite tetapnya setelah kembali dari jadwal luarnya hari ini,” katanya.

Baca Juga: Korea Utara Uji Coba Rudal Jarak Jauh, Militer AS Langsung Bereaksi

Menurut Leif-Eric Easley, profesor di Universitas Ewha di Seoul, proyektil itu dipakai untuk menekan China karena peuncuran bertepan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi ke Seoul.

Dia menambahkan bahwa uji coba rudal bertentangan dengan harapan internasional untuk berdialog dan Korea Utara terus mengembangkan rudal, didorong oleh strategi keamanan dan faktor teknis.

Komentar